8 Obat Mujarab Jantung Koroner

Meskipun penyakit jantung koroner (PJK) tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan mengurangi risiko masalah lebih lanjut. Ada banyak pilihan pengobatan, termasuk obat jantung koroner yang diperlukan saat serangan ataupun secara rutin setelahnya.

Penyakit jantung koroner dapat dikelola secara efektif dengan kombinasi perubahan gaya hidup, obat-obatan dan, dalam beberapa kasus, operasi. Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit jantung koroner dapat dikurangi dan fungsi jantung dapat meningkat.

obat jantung koroner

inilah yang terjadi pada penyakit jantung koroner: Pembluh darah (arteri koroner) yang memasok otot jantung menjadi sempit dan lama kelamaan bisa tersumbat oleh plak lemak.

Bagaimana Mengobati Jantung Koroner Hingga Tuntas?

Berbagai pengobatan untuk penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut:

Perubahan Gaya Hidup

Jika Anda telah didiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, maka Anda dapat mengurangi risiko episode selanjutnya dengan membuat perubahan gaya hidup sederhana ke arah yang lebih sehat. Misalnya, berhenti merokok setelah serangan jantung akan cepat mengurangi risiko terkena serangan jantung lagi di kemudian hari. Perubahan gaya hidup lainnya, seperti makan lebih sehat dan melakukan olahraga secara teratur, juga akan mengurangi risiko penyakit jantung lainnya.

Obat Jantung Koroner

Ada banyak jenis obat yang  digunakan untuk mengobati penyakit jantung koroner. Biasanya obat-obat tersebut bertujuan untuk mengurangi tekanan darah atau melebarkan pembuluh darah arteri koroner pada jantung. Karena seperti kita ketahui bahwa PJK terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri koroner tersebut.

Perlu diketahui bahwa beberapa obat jantung memiliki efek samping, sehingga mungkin diperlukan waktu untuk menemukan obat yang benar-benar cocok untuk Anda. Obat jantung juga tidak boleh dihentikan secara mendadak tanpa saran dari dokter karena dikhawatrikan dapat membuat gejala menjadi lebih buruk.

Adapun obat-obat jantung koroner yang biasanya digunakan dokter antara lain:

1. Antiplatelets

Antiplatelets adalah jenis obat yang dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung dengan cara mengencerkan darah dan mencegah pembekuan. Obat antiplatelet umum termasuk aspirin dosis rendah, clopidogrel, ticagrelor dan prasugrel.

2. Statin

Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, obat penurun kolesterol yang disebut statin dapat diresepkan. Contohnya termasuk atorvastatin, simvastatin, rosuvastatin dan pravastatin.

Statin bekerja dengan cara menghalangi pembentukan kolesterol dan meningkatkan jumlah reseptor LDL di hati, yang membantu menghilangkan kolesterol LDL (jahat) dari darah. Hal ini akan membantu memperlambat perkembangan penyakit jantung koroner, dan mencegah serangan jantung.

3. Beta-blocker

Beta blocker  – termasuk atenolol, bisoprolol, metoprolol dan nebivolol – sering digunakan untuk mencegah angina pektoris dan mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek dari hormon tertentu dalam tubuh, sehingga efeknya akan memperlambat detak jantung dan meningkatkan aliran darah.

4. Nitrat

Nitrat digunakan untuk memperlebar pembuluh darah. Dokter kadang-kadang menyebut nitrat sebagai vasodilator. Obat jantung koroner ini tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet, semprotan dan patch kulit seperti gliseril trinitrat dan isosorbid mononitrat.

Nitrat bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, sehingga memungkinkan aliran darah berjalan lancar. Obat ini akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit pada dada kiri akibat serangan jantung. Nitrat dapat memiliki beberapa efek samping ringan, termasuk sakit kepala, pusing dan kulit memerah.

5. ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitors

ACE inhibitor biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Contoh obatnya seperti captopril, ramipril dan lisinopril. Obat-oabat ini bekerja dengan cara memblokir aktivitas hormon yang disebut angiotensin II, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Serta menghentikan jantung bekerja begitu keras, ACE inhibitor meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Tekanan darah akan selalu dipantau saat Anda mengonsumsi ACE inhibitor, dan tes darah rutin akan diperlukan untuk memeriksa bahwa ginjal Anda bekerja dengan benar. Efek samping dari ACE inhibitor termasuk batuk kering dan pusing.

6. Antagonis reseptor angiotensin II

Antagonis reseptor angiotensin II bekerja dengan cara yang mirip dengan ACE inhibitor. Obat jantung koroner ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dengan cara memblokir angiotensin II. Efek samping yang sering berupa pusing ringan. Obat ini sering diresepkan sebagai alternatif ACE inhibitor, karena obat ini penya keunggulan tidak menyebabkan batuk kering.

7. Calcium channel blockers

Calcium channel blocker juga bekerja untuk menurunkan tekanan darah dengan relaksasi otot-otot yang membentuk dinding arteri. Dengan demikian pembuluh darah arteri menjadi lebih lebar sehingga bisa mengurangi tekanan darah. Contoh obatnya termasuk amlodipine, nifedipin, verapamil dan diltiazem. Efek samping termasuk sakit kepala dan kemerahan pada wajah, tetapi biasanya ringan dan akan membaik dari waktu ke waktu.

8. Diuretik

Kadang-kadang dikenal sebagai pil air, diuretik bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan garam dari tubuh melalui urin. Sebagai akibatnya pengguna akan merasa ingin kencing terus, dibanding ketika tidak menggunakan obat ini. Contoh obatnya antara lain: furisemid, hct, dan lain-lain.

Operasi dan Prosedur Tindakan Lainnya

Jika pembuluh darah Anda sempit sebagai akibat dari penumpukan ateroma (endapan lemak) atau jika oat jantung koroner tidak dapat mengontrol gejala yang muncul, maka prosedur intervensi atau pembedahan mungkin diperlukan untuk membuka atau memotong penyumbatan arteri.

Beberapa prosedur utama yang digunakan untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner diuraikan di bawah ini:

Angioplasti koroner

Angioplasti koroner  juga dikenal sebagai percutaneous coronary intervention (PCI), percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), atau balon angioplasty. Selama angioplasty, balon kecil dimasukkan untuk mendorong jaringan lemak di arteri yang menyempit ke arah luar. Hal ini memungkinkan darah mengalir lebih mudah. Stent logam (tabung wire mesh) biasanya ditempatkan di arteri agar terus terbuka.

Operasi Bypass

Coronary artery bypass grafting (CABG) juga dikenal sebagai operasi bypass, bypass jantung, atau pembedahan bypass arteri koroner, dilakukan pada pasien yang mengalami arteri menyempit atau tersumbat.

Pada prosedur ini, sebuah pembuluh darah dimasukkan (dicangkokkan) antara aorta (arteri utama yang meninggalkan jantung) dan bagian dari arteri koroner luar pada daerah yang mengalami penyempitan atau sumbatan. Kadang-kadang salah satu arteri Anda sendiri yang memasok darah ke dinding dada digunakan dan dialihkan ke salah satu arteri jantung.

Transplantasi jantung

Dalam sejumlah kecil kasus, ketika jantung rusak berat dan obat-obatan tidak efektif, atau ketika jantung menjadi tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh (gagal jantung), maka transplantasi jantung mungkin diperlukan. Pada prosedur ini, jantung yang sudah tidak bisa bekerja dengan baik diganti dengan jantung yang sehat dari pendonor.

Akhir kata untuk dapat mengobati jantung koroner tidak cukup hanya mengandalkan obat, karena diperlukan perubahan gaya hidup yang menunjang kesehatan jantung.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer