Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Leher

Banyak yang ketakutan ketika terdapat benjolan pada leher, takut jangan-jangan itu merupakan penyakit yang berbahaya seperti kanker. Padahal ada banyak penyebab selain kanker yang bahkan lebih sering terjadi, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening akibat adanya infeksi.

Fokus pembahasan kita kali ini adalah tentang pembengkakan kelenjar getah bening di leher, kami akan memberikan gambaran apa saja penyebabnya dan juga apakah itu berbahaya atau tidak.

Perlu diketahui bahwa kelenjar getah bening sebagai sistem limfatik yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh tersebar di seluruh tubuh, namun ada tempat-tempat tertentu yang lebih banyak memilikinya, salah satu yang terbanyak adalah kelenjar getah bening di leher. Normalnya ini tidak teraba karena berukuran kurang dari 1 cm (diameter), namun ketika ada penyakit, maka timbullah benjolan yang terlihat dari luar.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Leher

Karena setiap lokasi kelenjar gatah bening (KGB) bertanggung jawab terhadap area tertentu pada tubuh (drainase limfatik), maka hal pertama yang harus kita cermati adalah terletak dimanakah pembengkakan kelenjar getah bening di leher itu, maka dari situ kita bisa menduga di mana sumber (penyebab) masalahnya.

Berikut kami paparkan penyebab pembengkakan kelenjar getah bening berdasarkan lokasinya:

kelenjar getah bening di leher

Kelenjar Getah Bening Submandibular

  • Letak: di bawah rahang di kedua sisi.
  • Drainase limfatik: Lidah, kelenjar submaxillary, bibir dan mulut, konjungtiva.
  • Penyebab: Infeksi kepala, leher, sinus, telinga, mata, kulit kepala, faring (tenggorokan).

Kelenjar Getah Bening Submental

  • Lokasi: Terletak tepat di bawah dagu.
  • Drainase limfatik: Bawah bibir, dasar mulut, gigi, kelenjar ludah submental, ujung lidah, kulit pipi.
  • Penyebab: sindrom mononucleosis, virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, toksoplasmosis, masalah gigi seperti periodontitis.

Kelenjar Getah Bening Jugularis

  • Lokasi: Terletak di atas dan di bawah otot sternokleidomastoideus (SCM) di kedua sisi leher, dari sudut rahang ke atas klavikula.
  • Drainase limfatik: Lidah, tonsil, pinna, parotis
  • Penyebab pembesaran: Faringitis, rubella (campak jerman)

Kelenjar Getah Bening Leher Belakang

  • Lokasi: leher bagian belakang
  • Drainase limfatik: Kulit Kepala dan leher, kulit lengan dan dada, dada, dan kelenjar ketiak
  • Penyebab pembesaran: Tuberkulosis, limfoma, kanker kepala dan leher

Kelenjar Getah Bening Suboksipital

  • Lokasi: Terletak di perbatasan antara bagian belakang kepala dan leher.
  • Drainase limfatik: Kepala
  • Penyebab pembesaran: infeksi lokal

Kelenjar Getah Bening Postaurikular (Belakang Telinga)

  • Lokasi: Terletak di belakang telinga.
  • Drainase limfatik: meatus auditori eksternal, pinna, kulit kepala
  • Penyebab: infeksi lokal

Kelenjar Getah Bening Preauricular (Depan Telinga)

  • Lokasi: Terletak di depan telinga.
  • Drainase limfatik: Kelopak mata dan konjungtiva, wilayah temporal, dan pinna
  • Penyebab umum pembesaran: infeksi telinga bagian luar.

Kelenjar Getah Bening Supraklavikula Kanan

  • Lokasi: Terletak pada cekungan antara leher dan bahu kanan
  • Drainase limfatik: mediastinum, paru-paru, kerongkongan
  • Penyebab: Kanker paru-paru, retroperitoneal atau gastrointestinal (saluran cerna)

Kelenjar Getah Bening Supraklavikula Kiri

  • Lokasi: Terletak pada cekungan antara leher dan bahu kiri
  • Drainase limfatik: Rongga dada dan lambung
  • Penyebab: Limfoma, kanker toraks atau retroperitoneal, infeksi bakteri atau jamur.

Penjelasan Secara Umum

Infeksi Akut di Kepala dan Leher

Infeksi akut yang baru-baru ini terjadi, baik karena virus ataupun bakteri, pada daerah kepala dan leher dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher sesuai dengan lokasi di atas. Biasanya bengkak terjadi mendadak seiring dengan adanya demam. KGB terkadang terasa nyeri, jika diraba akan terasa hangat, jika disentuh atau ditekan terasa lunak.

Infeksi kronik

Jenis infeksi kronik (sudah berlangsung lama) yang paling sering menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher adalah kuman Mycobacterium tuberculosa atau lebih sering dikenal dengan sebutan TBC kelenjar. Hal ini bisa terkait dengan TBC paru-paru ataupun tidak, namun ketika pasien minum obat TBC (OAT=Obat Anti TBC) maka kelenjar bisa mengempes secara perlahan.

Pada TBC kelenjar, KGB akan membesar secara perlahan, bertahun-tahun dan biasanya berkelompok, jadi semakin lama terlihat semakin banyak kelenjar getah bening di leher yang ikut bengkak.

Kanker Kelenjar Getah Bening di Leher

Pada kanker, kelenjar getah bening teraba keras dan sukar digerakkan dari jaringan sekitar. Kecepatan tumbuh bervariasi, namun umumnya tidak cepat, sehingga kerap kali luput dari perhatian tahu tahu sudah begitu besar dan stadiumnya lanjut. Pada stadium lanjut kelenjar makin besar dan inilah yang paling besar di antara yang lain bahkan juga dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening di tempat lain seperti ketiak dan lipat paha.

Ada dua macam kanker, yaitu kanker primer dan skunder, lebih lanjut silahkan baca: Kanker Kelenjar Gatah Bening

Dari kemungkinan-kemungkinan penyakit penyebab pembengkakan kelenjar getah bening di leher, bisa kita simpulkan bahwa ada penyakit yang ringan (mudah diobati) yang lebih sering, tapi ada juga penyakit yang sangat serius, contohnya kanker.

Sudah sering kami katakan bahwa, sebagain besar pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh penyakit yang tidak berbahaya, hanya disebabkan infeksi. Ketika infeksi diobati dengan tepat, maka seiring dengan sembuhnya penyakit kelenjar getah bening akan ikut kempes kembali normal.

Walau demikian, kita harus selalu waspada ketika ada benjolan di leher atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher, maka sudah sepatutnya itu ditelusuri penyebabnya sampai dipastikan bahwa itu tidak berbahaya, kalaupun ada hal yang membahayakan agar segera ditangani sedini mungkin. Karena pada prinsipnya semakin cepat diobati akan semakin baik prognosisnya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer