Penyakit Beri-Beri

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar penyakit beri-beri, mungkin banyak yang membayangkan bahwa orang yang terkena beri beri tubuhnya menjadi bengkak atau dengan istilah lain gemuk tapi tak sehat. Sering juga saya mendengar, bahwa sering tidur di pagi hari dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Itulah beberapa persepsi yang sering saya jumpai, namun benarkah demikian? oleh karena itu disini mari kita pelajari tentang penyebab, gejala, dan pengobatan penyakit beri beri.

Pengertian Beri-Beri

Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin) yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk otot, jantung, saraf, dan sistem pencernaan. Istilah Beri-beri berasal dari bahsa Singhalese yang artinya “Aku tidak bisa, aku tidak bisa”, hal ini mencerminkan efek lumpuh pada penderita penyakit beri beri. Penyakit ini banyak dijumpai di bagian Asia Tenggara, di mana nasi putih merupakan makanan utama.

Penyebab Penyakit Beri Beri

Tiamin adalah salah satu vitamin B yang berperan penting dalam metabolisme energi dan membangun jaringan tubuh. Tiamin bergabung dengan fosfat untuk membentuk koenzim tiamin pirofosfat (TPP), yang penting dalam reaksi yang menghasilkan energi dari glukosa atau yang mengkonversi glukosa menjadi lemak untuk disimpan di jaringan. Bila tidak ada cukup vitamin B1 dalam makanan, fungsi energi dasar ini akan terganggu, sehingga menyebabkan masalah di seluruh tubuh.

Situasi khusus, seperti metabolisme over-aktif, demam berkepanjangan, kehamilan, dan menyusui, dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan tiamin, jika tidak teratasi dapat menyebabkan gejala defisiensi atau kekurangan. Diare yang berlangsung lama atau penyakit hati kronis dapat menyebabkan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan kadar normal banyak nutrisi, termasuk vitamin B1. Orang-orang lain yang berisiko adalah pasien dengan gagal ginjal pada dialisis dan orang-orang dengan masalah pencernaan yang parah yang tidak mampu menyerap nutrisi. Alkoholik (peminum alkohol) juga rentan karena mereka mungkin menggantikan makanan dengan alkohol dan asupan alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap tiamin.

Gejala Penyakit Beri Beri

Pada orang dewasa, ada beberapa macam beri-beri, diklasifikasikan menurut sistem tubuh yang paling terpengaruh, yakni beri beri basah dan kering. Beri-beri kering melibatkan sistem saraf, beri-beri basah mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah. Kedua jenis beri beri ini biasanya terjadi pada pasien yang sama, dengan satu set gejala yang mendominasi.

Secara lebih lengkap berikut gejala penyakit beri-beri berdasarkan sistem yang terlibat:

  • Sistem pencernaan. Ketika sel-sel otot polos dalam sistem pencernaan dan kelenjar tidak mendapatkan energi yang cukup dari glukosa, mereka tidak dapat memproduksi lebih banyak glukosa dari pencernaan makanan. Akibatnya kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan , sembelit berat, dan kurangnya asam klorida pada lambung.
  • Sistem Saraf. Glukosa sangat penting untuk sistem saraf pusat agar berfungsi secara normal. Gejala beri beri awal berupa kelelahan, lekas marah, dan penurunan daya ingat . Jika kekurangan vitamin B1 berlanjut, maka bisa terjadi kerusakan pada saraf perifer yang menyebabkan hilangnya sensasi dan kelemahan otot, yang disebut neuropati perifer . Kaki yang paling terpengaruh. Jari-jari kaki terasa kaku dan kaki memiliki sensasi terbakar, otot-otot kaki menjadi pegal dan kram otot betis. Individu berjalan goyah dan mengalami kesulitan bangun dari posisi jongkok. Akhirnya, otot-otot mengecil (atrofi) dan hilangnya refleks pada lutut dan kaki, kaki bisa terkulai (footdrop).
  • Sistem kardiovaskular. Detak jantung yang cepat dan ber keringat dingin. Akhirnya otot jantung melemah. Karena otot polos pembuluh darah dipengaruhi, arteri dan vena rileks, menyebabkan pembengkakan, yang dikenal sebagai edema pada kaki.
  • Sistem muskuloskeletal. Rasa nyeri pada otot yang meluas, disebabkan oleh kurangnya TPP di jaringan otot.
  • Bayi yang disusui oleh ibu yang kekurangan tiamin biasanya mengalami gejala defisiensi antara bulan kedua dan keempat kehidupan. Bayi akan pucat, gelisah, tidak bisa tidur, rentan terhadap diare, dan memiliki pengecilan otot dan edema pada lengan dan kaki. Mereka memiliki karakteristik berupa kadang-kadang diam, menangis dan mengembangkan gagal jantung dan kerusakan saraf.
penyakit beri-beri

kaki bengkak (edema) pada beri-beri

Pemeriksaan dan Diagnosis Beri Beri

Pemeriksaan fisik akan mengungkapkan banyak gejala awal beri-beri, seperti kelelahan, iritasi, mual, sembelit, dan kurangnya daya ingat, tetapi kekurangan mungkin sulit untuk diidentifikasi. Informasi tentang diet individu dan kesehatan umum juga diperlukan.

Pemeriksaan Laboratorium

Ada banyak tes biokimia yang didasarkan pada metabolisme thiamin atau fungsi TPP yang dapat mendeteksi kekurangan tiamin. Kadar tiamin dapat diukur dalam darah dan urin. Urin dapat dikumpulkan selama 24 jam untuk mengukur tingkat tiamin yang diekskresikan. Tes lain yang dapat diandalkan yaitu mengukur pengaruh TPP pada aktivitas sel darah merah karena semua bentuk beri-beri mempengaruhi metabolisme sel darah merah.

Sebuah electroencephalogram (EEG), yang mengukur aktivitas listrik di otak, dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain dari perubahan neurologis. Mengamati perbaikan dalam pasien setelah memberikan suplemen tiamin juga akan mengkonfirmasikan diagnosis.

Pengobatan Beri Beri

Pengobatan dengan tiamin akan mengembalikan kekurangan dalam tubuh dan mengurangi sebagian besar gejala beri beri yang telah muncul. Kekurangan tiamin parah diobati dengan dosis tinggi tiamin yang dapat diberikan melalui suntikan ke dalam otot (intramuscular) atau melalui cairan yang dimasukkan ke pembuluh darah (intravena) selama beberapa hari. Kemudian dosis yang lebih kecil dapat diberikan baik melalui suntikan atau dalam bentuk pil sampai pasien sembuh. Biasanya ada kekurangan lain dalam vitamin B yang juga akan membutuhkan pengobatan.

Gejala kardiovaskular beri-beri basah dapat menanggapi pengobatan dalam beberapa jam jika mereka tidak terlalu parah. Gagal jantung mungkin memerlukan pengobatan tambahan dengan diuretik yang membantu menghilangkan kelebihan cairan dan dengan obat penguat jantung seperti digitalis.

Pemulihan neuropati perifer dan gejala lain dari beri-beri kering bisa lebih lama dan pasien sering menjadi putus asa. Mereka harus tetap aktif, terapi fisik juga akan membantu dalam pemulihan.

Beri-beri infantil diperlakukan dengan memberikan tiamin untuk kedua bayi dan ibu menyusui sampai tingkat normal.

Tiamin yang berlebihan akan diekskresikan oleh tubuh dalam urin, dan reaksi negatif akibat terlalu banyaknya tiamin jarang terjadi.

Cara Mencegah Beri Beri

Diet seimbang yang mengandung semua nutrisi penting akan mencegah kekurangan Vitamin B1 dan mencegah beri-beri. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar junk food seperti soda, keripik, permen, dan makanan tinggi karbohidrat yang dibuat dengan tepung, mungkin akan mengalami kekurangan tiamin dan nutrisi penting lainnya. Mereka mungkin perlu mengambil suplemen vitamin dan harus meningkatkan diet yang sehat.

Bagaimanapun kebutuhan Vitamin B1 harus terpenuhi.

  • Anak-anak laki-laki diatas 11 tahun, remaja dan dewasa mebutuhkan 1,4 mg setiap hari dan 1,1 mg untuk wanita.
  • Ibu hamil dan menyusui membutuhkan1,5 mg vitamin B1 per hari. Bayi membutuhkan 0,4 mg perhari.

Sumber Makanan
Sumber makanan vitamin B1 terbaik adalah daging sapi, hati, ragi, kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian utuh atau diperkaya, dan roti. Semakin halus makanan, seperti beras putih, roti putih, dan beberapa sereal, semakin rendah tiamin tersebut. Banyak produk makanan yang diperkaya dengan tiamin, riboflavin, niasin, dan zat besi, untuk mencegah defisiensi diet.

Seperti halnya vitamin B lainnya, tiamin juga larut dalam air, yang berarti bahwa akan mudah larut ketika dalam perebusan dengan suhu yang tinggi.

Nah, sudah cukup jelas ya, semoga informasi tentang penyakit beri-beri ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer