Penyakit Campak : Gejala Khas dan Pengobatan

Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang cukup terkenal di masyarakat kita, maka tak heran banyak sekali istilah untuk penyakit campak ini, misalnya gabagen (bahasa jawa), tampek, kerumut (bahasa
Banjar), dan lain-lain (?).

Dalam bahasa kedokteran penyakit campak disebut sebagai morbili, measles, atau rubeola merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular, umumnya mengenai anak-anak yang ditandai dengan demam, ruam (hampir) sekujur tubuh, batuk, pilek, mata merah, dan sakit tenggorokan.

Berikut daftar isi artikel ini:

Gejala Campak

Orang rentan yang terpapar virus campak, akan mengalami gejala campak setalah tujuh sampai 14 hari kemudian. Tanda dan gejala yang menjadi ciri ciri campak meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Hidung Ingusan (pilek)
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah meradang (konjungtivitis)
  • Peka terhadap cahaya
  • Diare
  • Koplik’s spot (Bintik-bintik kecil berwarna putih dengan warna putih kebiruan di tengahnya, di temukan pada lapisan dalam pipi).
  • Ruam kulit berwarna merah kecil-kecil rapat dan merata, hampir seluruh tubuh.

Waktu kuliah dulu, guru saya mengajarkan, untuk mempermudah mengingat tanda dan gejala campak, maka disingkat sebagai 3C, yaitu Cough (batuk), Coryza (peradangan selaput mukosa), dan Conjunctivitis (mata merah meradang) atau ada juga yang mengartikan C yang terakhir dengan Koplik’s spots.

Gejala gejala campak diatas muncul secara berurutan, yang memakan waktu tiga hingga empat minggu. Berikut urutannya:

Masa Inkubasi.
Selama 7 hingga 14 hari setelah seseorang yang rentan terpapar virus campak. Tidak ada gejala apapun pada tahap ini.

Tanda dan gejala nonspesifik.
Campak biasanya dimulai dengan demam ringan sampai sedang, sering disertai dengan batuk terus-menerus, pilek, radang mata (konjungtivitis), sakit tenggorokan serta diare. Penyakit yang relatif ringan ini bisa berlangsung dua atau tiga hari.

Penyakit akut dan ruam.
Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, beberapa di antaranya sedikit menimbul. Ruam campak di mulai dari wajah, terutama di belakang telinga dan di sepanjang garis rambut. Beberapa hari kemudian, ruam menyebar ke lengan dan badan, lalu ke paha hingga kaki. Pada saat yang sama, demam meningkat tajam, seringkali hingga mencapai 40 C.

ruam campak

contoh ruam pada campak

Periode menular
Siapa saja yang mengalami penyakit campak ini akan dapat menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar 8 hari, yaitu 4 hari sebelum ruam muncul dan 4 hari setelah ruam muncul.

Ingat gejala di atas, jangan salah, karena ada yang mirip yaitu campak jerman atau rubella.

Penyebab dan Cara Penularan Campak

Penyebab Penyakit campak adalah virus campak (measles virus) yang sangat menular. Virus ini ditemukan pada lendir di hidung dan tenggorokan penderita campak. Oleh karena itu, penyakit campak ini menular lewat saluran pernafasan, yaitu ketika penderita campak batuk, bersin atau berbicara, ia akan dapat menulari orang-orang disekitarnya. Penularan juga bisa terjadi ketika tetesan bersin, batuk yang tersentuh, kemudian tangan yang menyentuhnya tadi digunakan untuk mengucek mata, hidung, ataupun menyentuh mulut.

Seseorang yang pernah mengalami campak (morbili) akan memiliki kekebalan seumur hidupnya terhadap penyakit campak ini, oleh karena itu campak tidak akan muncul ke dua kalinya.

Obat Campak (pengobatan)

Jika keluarga atau anak Anda mengalami penyakit campak, anjurkan untuk:

  • Istirahat, kurangi aktivitas atau bermain
  • Banyak minum, hal ini untuk memenuhi kebutuhan cairan yang hilang melalui gejala campak, seperti : Demam, batuk pilek, dan diare. Selain air putih, sumber cairan yang amat di anjurkan antara lain kuah sup, jus buah, dsb. untuk mencegah dehidrasi.

Obat Campak
Tidak ada obat campak yang berfungsi untuk membasmi virus penyebabnya (pengobatan causative). Namun obat campak yang digunakan yaitu yang bersifat simptomatis yaitu membantu meringankan gejala yang muncul, mempercepat pemulihan serta mengobati komplikasi jika ada.

Obat campak yang dimaksud, antara lain:

Penurun Panas (demam). Untuk menurunkan demam karena campak, dapat digunakan obat penurun panas yang banyak tersedia di apotek atau toko obat, yaitu yang mengandung: acetaminophen (parasetamol), ibuprofen, atau naproxen. Jangan berikan aspirin ( acetylsalicylic acid atau asam asetil salisilat) pada anak, karena risiko sindrom Reye – penyakit yang jarang namun berpotensi fatal.

Antibiotik. Jika terdapat infeksi bakteri, seperti pneumonia atau infeksi telinga, sebagai komplikasi dari penyakit campak maka dokter akan memberikan antibiotik. Jika tidak ada infeksi sekunder tersebut maka antibiotik tidak diperlukan.

Vitamin A. Orang dengan kadar vitamin A yang rendah akan lebih mungkin mengalami penyakit campak dengan kasus yang lebih parah. Memberikan vitamin A dapat mengurangi keparahan campak dan mempercepat pemulihan. Vitamin A untuk campak umumnya diberikan dengan dosis besar yaitu 200.000 unit internasional (IU) selama 3 hari, yaitu hari ke 1,2, dan 14.

Cara mencegah Campak

Karena penyakit campak ini sangat menular, maka jika ada yang menderita campak harus berhati-hati, berikut cara mencegahnya:

  • Isolasi. Karena campak sangat menular sekitar empat hari sebelum muncul ruan sampai empat hari setelahnya, maka penderita campak sebaiknya tidak kembali ke kegiatan di mana mereka berinteraksi dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi teman ataupun keluarga agar tidak tertular campak terutama bagi mereka yang belum di imunisasi campak.
  • Vaksinasi. Vaksinasi atau imunisasi campak termasuk program imunisasi wajib, diberikan kepada bayi di atas enam bulan. Di indonesia imunisasi campak umumnya diberikan pada usia 9 bulan. Dengan imunisasi campak ini diharapkan dapat mencegah anak agar tidak terkena penyakit campak, atau setidaknya dapat mengurangi risiko komplikasi (campak yang berat) jika ternyata tetap terkena penyakit campak.

4 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer