Penyebab Alergi Kulit, Ciri-Ciri, dan Obatnya

Banyak di antara kita yang mengalami alergi namun tidak sadar akan hal itu, terlebih mengenai penyebab alergi apalagi pengobatannya. Padahal dengan mengenali ciri-ciri alergi dan mengetahui apa yang menyebabkannya akan memudahkan kita dalam mengatasi alergi dengan tuntas.

Alergi merupakan penyakit atau kondisi medis yang tidak menular. Seseorang akan memiliki kecenderungan untuk mengalami alergi apabila memiliki riwayat genetik (faktor keturunan) dan faktor lingkungan. Kedua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan, karena alergi terjadi karena interaksi antara kedua faktor tersebut yaitu ketika tubuh yang mempunyai genetik sensitif mengalami kontak dengan zat alergen (penyebab alergi).

alergi kulit

contoh kulit alergi

Cermati Penyebab Alergi Kulit

Alergi pada kulit merupakan kondisi medis yang banyak dijumpai di masyarakat, timbulnya reaksi pada kulit merupakan bentuk yang paling umum dari adanya respon alergi. Berikut beberapa penyebab alergi kulit yang umum dijumpai yaitu :

  • Alergen makanan. Bahan makanan seperti susu sapi, telur, kacang – kacangan, gandum, ikan laut dan produk olehannya pada orang tertentu dapat menjadi alergen yang menyebabkan alergi kulit
  • Alergen luar rumah. Jenis alergen ini dapat berasal dari serbuk sari tanaman, dan jamur yang beterbangan di udara yang masuk dalam rumah
  • Alergen dalam rumah. Jenis alergen ini dapat berasal dari tungau debu rumah, kecoa, bulu binatang, dan hewan peliharaan dalam rumah
  • Alergen fisika. termasuk alergen ini yaitu cuaca dingin, panas, asap rokok, polusi udara
  • Alergen kimia. termasuk alergen ini yaitu, kosmetik, sabun, deterjen, semen.

Beberapa penyakit alergi pada kulit yang paling sering menjadi masalah di masyarakat antara lain dermatitis atopik, dermatitis kontak alergik, reaksi kulit karena obat, dan urtikaria.

  • Dermatitis atopik merupakan alergi pada kulit yang bersifat kronis dan berulang yang ditandai dengan reaksi kulit berupa bercak kemerahan dengan rasa gatal. Alergi kulit ini mempunyai hubungan yang erat dengan riwayat atopi di dalam keluarga seperti alergi makanan dan asma. Dermatitis atopik terjadi lebih sering pada masa kanak – kanak dan merupakan alergi kulit pada bayi tersering dengan gejala klinis alergi kulit wajah simetris di kedua pipi, dahi dan kepala.
  • Dermatitis kontak alergik merupakan alergi pada kulit yang bersifat akut atau kronis terhadap adanya paparan alergen yang mengenai kulit. Alergi pada kulit ini tidak langsung terjadi tetapi memerlukan proses sensitisasi terhadap alergen, dimana pada kontak pertama tidak menimbulkan alergi, dan kontak selanjutnya dapat menimbulkan reaksi alergi berupa bercak kemerahan yang terasa gatal pada kulit. Beberapa contoh dermatitis kontak adalah alergi kulit pada tangan yang timbul setelah pemakaian jam tangan, sarung tangan, perhiasan, dan alergi kulit wajah yang timbul setelah pemakaian bahan – bahan kosmetik
  • Urtikaria atau biduran merupakan alergi kulit gatal yang paling sering terjadi di masyarakat, mungkin kita pernah mengalaminya. Alergi kulit ini muncul dengan gejala berupa bentol – bentol kemerahan yang menonjol dan gatal yang terjadi akut biasanya timbul segera setelah adanya paparan terhadap alergen
  • Reaksi kulit karena obat merupakan alergi pada kulit yang terjadi akibat efek samping obat baik obat resep dokter, obat bebas, maupun obat herbal yang timbul karena ketidakcocokan seseorang terhadap obat yang dikonsumsinya. Jenis alergi kulit yang satu ini merupakan masalah dalam pengobatan medis yang tidak diingikan yang penyebabnya adalah faktor orang itu sendiri, bukan faktor obat, karena reaksi kulit karena obat hanya timbul pada orang tertentu dan tidak timbul pada kebanyakan orang lainnya.

Obat Gatal dan Cara Mengatasinya

Penyebab pasti adanya alergi pada kulit sulit ditentukan oleh karena itu penatalaksanaan untuk mengatasi alergi kulit ditujukan terutama untuk mengurangi gejala dan tanda alergi kulit yang ditimbulkannya. Dalam mengobati alergi kulit pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat alergi kulit topikal dan sistemik.

  • Pengobatan topikal dapat dilakukan dengan menggunakan losio, pasta, krim, bedak kocok, salep tergantung dari bentuk kelainan kulitnya. Bila alergi yang ditimbulkan basah sebaiknya berikan kompres, bila kering dipermukaan dapat diberi bedak, bedak kocok, krim atau pasta, bila kering di bagian dalam dapat diberikan salep alergi kulit. Pengobatan topikal sebaiknya menyertakan kortikosteroid topikal karena mempunyai efek penekanan sistem imun. Jenis kortikosteroid yang biasa digunakan adalah hidrokortison dan triamsinolon.
  • Pengobatan sistemik dapat dilakukan dengan memberikan obat alergi kulit gatal seperti golongan antihistamin tablet seperti chlorfeniramin dan cetirizin, karena antihistamin dapat menghilangkan gatal yang timbul akibat efek histamin pada tubuh. Pada alergi kulit yang sedang hingga berat pengobatan dengan kortikosteroid sistemik seperti predison dan prednisolon mungkin diperlukan.

Lebih lanjut mengenai pemilihan obat gatal alergi telah kami bahas pada artikel sebelumnya. Silahkan simak link tersebut, semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer