Penyebab Anus (Dubur) Gatal dan Cara Mengatasinya

Mungkin Anda pernah mengalami bahkan saat ini tersiksa karena dubur gatal. Ya, ini memang keluhan yang sangat menganggu bagi siapa saja yang mengalaminya, duduk tak enak, tidur tak enak, bahkan bisa-bisa tak bisa tidur! karena ini memang sering terjadi di malam hari.

Sekali terasa gatal di dubur, seolah-olah itu tak kunjung mereda dan membuat kita selalu ingin menggaruknya. Menggaruk memang dapat menenangkan untuk sementara waktu namun hal ini malah akan memperburuk kondisi apabila dilakukan secara berlebihan dan penuh dengan semangat!

dubur gatal

Ada istilah tersendiri untuk menamai dubur gatal ini yaitu Pruritus Ani (Pruritus=Gatal, Ani=Anus/dubur *maaf jangan tersinggung bagi yg memiliki nama serupa). Gatal-gatal pada anus ini memiliki banyak penyebab, seperti masalah kulit, cebok berlebihan atau wasir.

Lebih lanjut, berikut berbagai Kemungkinan penyebab gatal dubur :

  • Iritasi kulit. Gesekan dan kelembaban dapat mengiritasi kulit sensitif di daerah anus. Iritasi ini kadang-kadang menyebabkan gatal-gatal di dubur. Parfum, pewarna dan agen pelunakan dalam produk seperti sabun dan kertas toilet juga dapat memicu iritasi dan gatal-gatal pada anus. Jadi harap diperhatikan!
  • Masalah pencernaan. Diare yang sering terjadi dapat menyebabkan iritasi lalu disusul dengan dubur gatal. BAB tak terkendali sehingga lama kontak dengan anus karena tidak segera dibersihkan juga dapat menyebabkan hal ini.
  • Wasir. Wasir atau ambeien merupakan salah satu penyebab gatal pada anus karena sering mengejan saat buang air besar dan gesekan yang lebih nyata.
  • Infeksi. Infeksi menular seksual seperti keputihan pada wanita juga dapat menyebabkan anus anus gatal. Pada anak-anak, parasit seperti cacing kremi sering menyebabkan gatal-gatal di dubur yang persisten. Orang dewasa yang tinggal dalam satu rumah juga dapat terinfeksi. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan gatal-gatal di daerah anus.
  • Penyakit kulit. Terkadang dubur terasa gatal sebagai akibat dari penyakit kulit tertentu, seperti psoriasis atau dermatitis kontak.

Cara Mengatasi Dubur Gatal

Secara cepat gatal pada anus dapat diatasi dengan obat-obatn yang meliputi:

  • Krim atau salep hidrokortison. Oleskan tipis pada daerah yang gatal untuk mengurangi peradangan dan  rasa gatal.
  • Salep pelindung yang mengandung seng oksida (Desitin, Balmex).
  • Antihistimin. Jika gejala memburuk pada malam hari, dokter mungkin meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal agar bisa cepat tidur. Selain sebagai obat gatal dubur, antihistamin juga bisa digunakan untuk mengatasi gatal yang disebabkan oleh masalah lainnya.
  • Obat anti-parasit. Yaitu obat cacing yang untuk mengobati infeksi cacing kremi. Jika cacing kremi penyebabnya.

Di samping penggunaan obat ada beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah:

  • Cebok dengan lembut. Segera cuci area anus setelah buang air besar. Jangan menggosok kuat atau menggunakan tissue toilet yang kasar.
  • Keringkan. Setelah mencuci bersih, keringkan dengan tissue atau kain yang lembut sebelum mengenakan celana.
  • Jangan digaruk. Sering menggaruk malah akan memperberat iritasi dan menyebabkan peradangan persisten. Jika tahan dengan rasa gatal, gunakan kompres dingin pada anus yang gatal atau mandi air hangat.
  • Kenakan pakaian katun dan pakaian longgar. Hal ini untuk menjaga daerah anus tetap kering. Sebaliknya hindari pakaian ketat dan rapat seperti jeans.
  • Hindari Penyebab Iritasi. Kurangi atau hindari minuman, seperti kopi atau cola, makanan pedas, terlalu asam dan makanan lain yang biasanya dapat menyebabkan diare. Hindari terlalu sering menggunakan obat pencahar.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar dubur gatal tidak memerlukan perawatan medis. Namun, periksalah ke dokter apabila:

  • Dubur gatal yang parah atau berlangsung lebih dari dari 1-2 bulan
  • Terdapat perdarahan dari anus baik seketika ataupun setelah BAB (Buang Air Besar Berdarah)

Pruritus ani persisten mungkin berkaitan dengan kondisi kulit atau masalah kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan medis.

2 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer