Penyebab Darah Kental, Bahaya, dan Obatnya

Darah Kental (juga dikenal sebagai hiperkoagulabilitas, Antiphospholipids, dan Hughes Syndrome) adalah suatu kondisi di mana darah seseorang lebih kental (tebal dan lengket) dari darah normal. Pengentalan darah terjadi ketika adanya kelainan dalam proses pembekuan.

Normalnya darah itu encer dan mudah mengalir, ketika pengentalan darah terjadi, darah kental akan menghambat sirkulasi oksigen, nutrisi, dan hormon sehingga mengurangi pengiriman ke jaringan dan sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi dan hormon serta Hipoksia, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh hanya memiliki kadar oksigen yang rendah.

pengentalan darah

ilustrasi darah kental

Bagaimana bisa terjadi pengentalan darah?

Ketika sistem peredaran darah berfungsi normal, proses pembekuan dimulai hanya ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, misalnya pada saat terluka yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan. Proses pembekuan terjadi ketika trombin, enzim darah, dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mempromosikan reaksi biokimia yang menghasilkan pembentukan agen pembekuan.

Satu-satunya tujuan dari agen pembekuan adalah untuk menciptakan gumpalan tunggal. Ketika sudah berhasil menghentikan perdarahan, proses pembekuan harus terhenti. Tetapi bagi mereka yang memiliki gangguan pengentalan darah akibat penyakit kronis, agen pembekuan terus bekerja, mulai melapisi kapiler dengan lapisan fibrin. Hal ini akan menyebabkan darah menjadi lebih tebal atau kental jika dibandingkan dengan darah normal.

Apa gejala dan bahaya darah kental?

Darah kental akan menimbulkan masalah serius jika ada gejala akibat darah kental tidak dirawat dengan baik. Beberapa orang dengan hiperkoagulabilitas tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ketika darah dalam tubuh mengental, maka ia akan mengalai kesulitan untuk beredar dan membawa kebutuhan, seperti oksigen, nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh. Karena tubuh tidak mendapatkan hal-hal ini dari darah, pengentalan darah akhirnya dapat menyebabkan kekurangan gizi, kekurangan hormon dan mungkin hipoksia atau kekurangan oksigen. Selain itu, darah kental juga membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki hiperkoagulabilitas, maka memang darah akan lebih kental dari normal akan terlihat secara kasat mata ketika darah Anda diambil, ditandai juga dengan perdarahan yang lambat ketika Anda terluka, kekurangan gizi dan hormon yang muncul di seluruh tubuh, sering mengalami keguguran jika darah kental terjadi pada ibu hamil dan satu atau lebih kondisi kronis, seperti Sindrom Kelelahan kronis, infeksi jamur atau sindrom iritasi usus.

Penyebab Darah Kental

Beberapa hal di bawah ini diketahui dapat menyebabkan darah kental pada seseorang:

  • Ras etnis tertentu (terutama Kaukasia) mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap darah kental. Cacat pada gen koagulasi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mematikan saklar yang mengaktifkan proses pembekuan. Cacat ini juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membersihkan deposito fibrin yang terbentuk sebagai hasil dari proses pembekuan.
  • Darah kental juga bisa disebabkan oleh adanya patogen berbahaya seperti jamur, virus, bakteri, dan parasit. Patogen ini benar-benar dapat mengaktifkan respon koagulasi dalam tubuh sebagai cara mereka menghindar agar tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuh.
  • Toksisitas logam berat atau paparan racun lingkungan juga bisa menjadi faktor resiko terjadi darah kental.
  • Stres dan trauma juga telah diketahui menyebabkan darah kental.

Ada tiga faktor utama terjadinya pengentalan darah, yaitu:

  • kelainan pada dinding pembuluh darah,
  • kelainan pada komponen darah dan
  • kelainan pada aliran darah.

Dan tiga situasi yang paling umum memudahkan pengentalan darah adalah stasis, turbulensi dan trauma. Stasis berarti darah yang tertahan di satu tempat (di kaki, setelah operasi misalnya) atau akibat kurang gerak, turbulensi dikaitkan dengan aneurisma dan trauma dapat berupa cedera atau tumor yang menyerang pembuluh darah.

Ketika tidak ada faktor lingkungan yang menyebabkannya, kelainan pengentalan darah sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi, penyakit hati, penyakit ginjal dan kemoterapi.

Obat Darah Kental

Ketika darah begitu kental dan menimbulkan masalah-masalah pada tubuh, maka perlu kita obati dengan obat pengencer darah, berikut ini adalah daftar agen pengencer darah umum diresepkan untuk mengobati darah kental:

  • Heparin – Sebuah obat antikoagulan, disuntikkan di bawah kulit yang menurunkan sifat darah terlalu kental. Efek samping mungkin termasuk memar, atau pendarahan lebih mudah jika cedera berkelanjutan. Penggunaan heparin dapat menciptakan tingkat kalium yang tinggi dalam tubuh, sehingga hindari suplemen kalium saat menjalani perawatan ini.
  • Warfarin – Sebuah pengencer darah oral (diminum) yang lebih kuat dari heparin. Efek samping sama dengan heparin. Selain itu, dapat menyebabkan cacat lahir, sehingga wanita usia subur dapat mempertimbangkan untuk menggunakan heparin sebagai gantinya. obat pengencer darah ini diketahui menguras vitamin K.
  • Aspirin – Mengurangi peradangan, menekan demam, dan bertindak sebagai antikoagulan. Aspirin ini diketahui menguras besi, asam folat, kalium, natrium, dan vitamin C. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan aspirin, terutama penggunaan jangka panjang, dilengkapi dengan peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal.

Obat saja tidak cukup, Anda juga harus mengatur pola hidup agar darah tidak mengental lagi:

Makanan Anjuran

  • Lemak jenuh yang memiliki sifat antimikroba seperti minyak kelapa murni.
  • Pilih karbohidrat kompleks yang memiliki indeks glikemik rendah seperti beras merah, apel mentah, roti gandum, dan labu.
  • Meningkatkan asam lemak esensial omega-3, seperti pada ikan salmon, tuna, minyak ikan, alpukat, dan tumbuhan kenari.
  • Tambahkan makanan padat nutrisi dan diproses seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Makanan Pantangan

  • Semua karbohidrat sederhana atau olahan (gula, roti putih, pasta, kue, kerupuk, dll)
  • Semua makanan yang mengandung gula rafinasi atau gula sintetis-pengganti seperti aspartam.
  • Minuman beralkohol secara berlebihan karena mereka menghambat fungsi sistem kekebalan tubuh dan pencernaan
  • Makanan fermentasi seperti keju dan anggur
  • Konsumsi kafein yang berlebihan – konsumsi kafein yang sedang bermanfaat, asupan kafein yang berlebihan dapat mengganggu sistem tubuh, menyebabkan insomnia dan ketidakteraturan pencernaan (sembelit dan / atau diare).
  • Minuman ringan berkarbonasi yang mengubah kadar pH darah
  • Jamur
  • Makanan acar
  • Ragi dan produk gandum (roti, kerupuk, pasta, dll) yang mengandung gluten
  • Monosodium glutamat (MSG) ditemukan dalam banyak makanan sebagai penambah rasa (micin)
  • Minyak (lemak trans) ditemukan dalam makanan goreng-gorengan, makanan cepat saji, dan junk food.

Olahraga

Orang dengan darah kental, kemampuan tubuh untuk secara efektif mengeluarkan racun terganggu, dan tubuh dapat dengan mudah diserang infeksi. Latihan atau olahraga akan benar-benar membuat Anda berkeringat membantu mengeluarkan racun tubuh. Olahraga juga mempromosikan peningkatan sirkulasi, yang membantu dalam pengiriman nutrisi dan oksigen yang efisien ke seluruh tubuh.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer