Penyebab Keringat Malam yang Paling Utama

Sebagai seorang dokter, saya sering mendapat keluhan dari pasien mengenai kereta keringat malam. Maksud keringat malam di sini adalah munculnya keringat berlebihan di malam hari meskipun suasana tidak panas atau gerah, dan Anda tidak melakukan aktivitas yang cukup untuk mengeluarkan keringat seperti orang normal. Kita akan mencari tahu Apa penyebab keringat malam yang mungkin Anda alami.

Jika kamar tidur sangat panas (gerah) atau ketika tidur terlalu banyak memakai selimut, Anda mungkin berkeringat saat tidur, dan ini adalah wajar dan normal. Berkeringat di malam hari digambarkan sebagai keringat yang berlebihan dan biasanya berupa keringat dingin yang muncul pada malam hari sehingga dapat membasahi pakaian dan seprai, hal ini tidak ada kaitannya dengan lingkungan atau ruangan yang terlalu panas.

penyebab keringat malam

Ada banyak penyebab keringat malam. Begitu banyaknya akan agak sulit menentukan penyebab pastinya. Oleh karena itu, dokter memerlukan informasi mengenai riwayat medis dan chek up pasien secara terperinci. Beberapa kondisi atau penyakit yang  dapat menyebabkan berkeringat berlebihan di malam hari adalah:

Hiperhidrosis idiopatik. Hiperhidrosis idiopatik adalah suatu kondisi kronis di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak keringat tanpa penyebab medis yang dapat diidentifikasi.

Infeksi. Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi yang paling sering menyebabkan keringat malam. Namun infeksi bakteri, seperti endokarditis (radang katup jantung), osteomyelitis (radang pada tulang), dan abses, serta HIV bisa juga menyebabkan keringat berlebihan di malam hari.

Kanker. Beberapa jenis kanker memiliki gejala awal berupa kerigat berlebihan di malam hari. Jenis kanker yang sering menyebabkannya adalah limfoma. Sebagai gejala tambahan, orang yang memiliki penyakit kanker juga mengalami demam dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Obat-obatan. Menggunakan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan keringta malam. Obat yang paling sering menyebabkannya adalah antidepresan. Dari 8% hingga 22%  orang yang memakai obat antidepresan akan mengalami keringat berlebihan di malam hari. Obat-obatan psikiatri lainnya juga dikaitkan dengan keringat malam. Selain itu, Obat-obatan penurun demam, seperti aspirin dan acetaminophen (parasetamol), kadang-kadang dapat menyebabkan berkeringat setelah Anda meminumnya.

Hipoglikemia. Gula darah rendah dapat menyebabkan berkeringat. Pasien diabetes yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral mungkin suatu ketika menyebabkan hipoglikemia pada malam hari yang ditandai dengan keringat berlebihan.

Menopause. Hot flashes yang menyertai menopause dapat terjadi pada malam hari dan menyebabkan berkeringat. Ini adalah penyebab utama berkeringat di malam hari pada wanita yang memasuki masa menopause (biasanya 40 tahun ke atas).

Gangguan hormon. Berkeringat di malam hari dikaitkan dengan beberapa gangguan hormon, seperti pheochromocytoma, sindrom karsinoid, dan hipertiroidisme.

Kondisi neurologis. Kondisi neurologis seperti dysreflexia otonom, syringomyelia pasca trauma, stroke, dan neuropati otonom dapat menyebabkan peningkatan produksi keringat dan dapat menyebabkan keringat malam yang berlebihan. Walaupun ini jarang.

Karena begitu banyaknya penyebab, maka diperlukan evaluasi atau pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan secara pasti apa penyebab keringat malam yang Anda alami.

2 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer