Penyebab Ketombe dan Cara Mengatasinya

Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya ketombe, bahkan masalah yang satu ini tak kunjung hilang hingga saat ini. Berbagai cara mungkin telah diupayakan, namun tidak juga berhasil. Salah satu penyebab kegegalan adalah karena ketidaktahuan kita mengenai penyebab ketombe itu sendiri.

Ya, dengan mengetahui penyebab ketombe yang kita alami, maka akan memudahkan kita dalam mengatasinya karena kita tahu faktor-faktor apa saja yang menyebabkannya sehingga kita dapat mengatasi dengan tuntas dan mencegahnya agar tak muncul kembali di kemudian hari.

Tahukah Anda, ketombe sangat erat kaitannya dengan kulit kepala. Ketombe akan muncul ketika siklus alami pembaharuan kulit dipercepat. Maksudnya, ketika siklus pembaruan dipercepat maka akan banyak sel-sel kulit yang mati (cepat mati, cepat tumbuh) tumpukan sel-sel kulit yang mati inilah yang menjadi ketombe di kulit kepala dan rambut.

penyebab ketombe

Apa yang menyebabkan siklus peremajaan kulit dipercepat tidak semuanya diketahui. Berikut penyebab ketombe yang telah diketahui hingga saat ini:

Dermatitis seboroik – Suatu penyakit kulit yang menyebabkan kulit berminyak (minyak berlebihan) dalam hal ini kulit kepala; ini merupakan penyebab ketombe yang paling sering. Dermatitis seboroik juga dapat menyerang kulit bagian tubuh lainnya, seperti alis, sisi hidung dan di mana saja di mana rambut atau bulu dapat tumbuh di sana, seperti ketiak.

Malassezia – Merupakan jenis jamur yang biasanya hidup tanpa membahayakan pada kulit (flora normal), akan tetapi jika ia tumbuh di luar kendali (berlebihan), maka dapat mempercepat produksi kulit baru dengan menyisakan banyak sel-sel kulit mati yang menumpuk dan pada akhirnya menjadi ketombe.

Faktor risiko lain yang dapat menjadi penyebab ketombe antara lain:

  • Stres Emosional
  • Jarang keramas, atau sebaliknya, keramas terlalu sering – pada beberapa orang sering keramas dapat mengiritasi kulit kepala dan menyebabkan ketombe muncul.
  • Menggunakan produk rambut seperti hairspray, gel rambut, pewarna rambut dan lainnya dimana Anda sensitif terhadap zat yang dikandungnya
  • Cuaca yang sangat panas atau dingin
  • Penyakit kulit lainnya seperti psoriasis atau eksim – penyakit kulit yang dapat menyerang kulit kepala, dapat menyebabkan kulit menjadi kering, merah dan bersisik
  • Obesitas
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang dapat menjadi hasil dari kondisi seperti HIV atau sebagai efek samping dari pengobatan seperti kemoterapi
  • Orang dengan kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson, Stroke atau cedera kepala berat sering mengembangkan baik ketombe maupun dermatitis seboroik. Belum diketahui secara pasti kenapa bisa terjadi demikian.

Cara Mengatasi atau Menghilangkan Ketombe

Berikut ini tips cara menghilangkan ketombe dengan tuntas yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

Ketombe Ringan

  • Keramaslah setiap hari dengan menggunakan shampoo yang lembut
  • Jangan menggaruk kulit kepala saat menggunakan sampo; sebaliknya, pijat lembut kulit kepala karena hal ini tidak akan merusak rambut ataupun kulit kepala
  • Hindari penggunaan produk rambut seperti hairspray dan gel atau minyak rambut sampai ketombe hilang
  • Menghabiskan waktu di luar di bawah sinar matahari dapat membantu mengurangi ketombe. Namun, pastikan Anda melindungi diri dengan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari yang tepat (SPF) untuk jenis kulit Anda.

Ketombe yang Lebih Berat

Jika Anda memiliki ketombe yang lebih parah, maka perlu menggunakan sampo anti ketombe yang banyak tersedia di pasaran.
Beberapa shampoo anti ketombe yang banyak digunakan yaitu yang mengandung:

  • Zinc pyrithione – berfungsi membunuh jamur Malassezia yang menjadi penyebab ketombe
  • Asam Salisilat – Menghilangkan ketombe dengan melembutkan dan mengusir tumpukan sel-sel kulit mati pada kulit kepala (beberapa orang mengalami kekeringan kulit kepala mereka setelah menggunakan asam salisilat, untuk mengatasi hal ini gunakanlah kondisioner setelah keramas)
  • Selenium sulfida – Menghilangkan ketombe dengan cara memperlambat produksi sel-sel kulit dan juga dapat membunuh jamur
  • Ketoconazole shampoo – memiliki efek antijamur yang kuat

Tidak semua jenis sampo cocok untuk semua orang. Sebagai contoh, selenium sulfida mungkin tidak dianjurkan untuk orang dengan rambut pirang, karena dapat mengubah warna rambut. Sebagai tindakan pencegahan, penggunaan beberapa jenis sampo anti ketombe tidak dapat dianjurkan jika hamil atau menyusui. Oleh karena itu, selalu perhatikan dan membaca petunjuk yang terdapat dalam label produk sampo yang akan digunakan.

Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasi ketombe, mudah-mudahan ketombe Anda segera hilang dengan tuntas. Semoag

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer