Penyebab Migrain dan Cara Mengobatinya

Sakit kepala migrain dapat menyebabkan rasa sakit kepala berdenyut (ngenyut) di satu area kepala yang umumnya disertai dengan rasa mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara. Rasa sakit itu dirasa cukup berat selama berjam-jam hingga berhari-hari. Beberapa serangan migrain didahului atau disertai dengan gejala sensorik peringatan (aura), seperti melihat kilatan cahaya, blind spot, atau kesemutan di tangan atau kaki.

Itulah gambaran gejala sakit kepala migrain yang tentu sangat menyakitkan. Sekarang, yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab migrain agar nantinya kita dapat meminimalisir munculnya migrain dan agar dapat memudahkan dalam mengobatinya. Baca juga: Penyebab Sakit Kepala

Penyebab Migrain

Migrain diduga disebabkan oleh perubahan pada kimia otak. Senyawa kimia otak yang dimaksud yaitu serotonin, dimana serotonin menurun selama migrain. Rendahnya kadar serotonin bisa membuat pembuluh darah di bagian otak menjadi kejang (tiba-tiba berkontraksi) sehingga pembuluh darah menyempit. Hal ini dapat menyebabkan gejala aura. Segera setelah itu, pembuluh darah melebar (relaksasi), yang diduga menyebabkan rasa sakit pada migrain.

Terjadinya mekanisme di atas dapat dipicu oleh beberapa hal, berikut faktor pemicu yang menyebabkan migrain:

Perubahan hormon
Terjadi pada wanita, dimana fluktuasi estrogen dapat memicu sakit kepala migrain. Wanita dengan riwayat migrain sering melaporkan sakit kepala segera sebelum atau selama periode menstruasi, ketika mereka memiliki penurunan estrogen yang signifikan. Sedangkan yang lainnya memiliki kecenderungan munculnya serangan migrain selama kehamilan atau menopause.

Penyebab Migrain lainnya
Banyak faktor yang telah diidentifikasi yang dapat memicu migrain. Pemicu atau penyebab migrain ini meliputi faktor emosi, fisik, diet, lingkungan dan obat-obatan.

penyebab migrain

aduh, sakit kepala sebelah

Faktor Emosional

  • Stres
  • Kegelisahan
  • Syok
  • Depresi

Faktor fisik

  • Kelelahan
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Shift kerja
  • Postur tubuh yang buruk
  • Tegang pada leher atau bahu
  • Bepergian lama
  • Gula darah rendah

Faktor Diet

  • Asupan makanan kurang
  • Sering telat makan atau tidak teratur
  • Dehidrasi
  • Aditif makanan yang mengandung tyramine
  • Minuman berkafein, seperti teh dan kopi
  • Minum alkohol
  • Makanan tertentu seperti coklat , buah jeruk dan keju

Ketika lama tak makan gula darah rendah, jika setelah itu makan manis atau gula dalam jumlah yang banyak maka gula darah akan melonjak. Hal seperti ini (lonjakan gula darah) juga dapat memicu migrain.

Faktor lingkungan

  • Lampu terang menyilaukan
  • Merokok (atau asap rokok)
  • Suara keras atau bising
  • Perubahan iklim, seperti perubahan kelembaban atau suhu yang sangat dingin
  • Bau yang menyengat
  • Suasana pengap

Obat-obatan

  • Beberapa jenis obat tidur
  • Pil kontrasepsi
  • Terapi penggantian hormon (HRT)

Cara Mengobati Migrain

Pengobatan migrain bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit saat serangan dan berusaha mencegah agar tak timbul lagi serangan migrain:

Obat serangan migrain

Pereda Nyeri (Analgetik atau Painkillers)

Ketika terjadi sakit kepala migrain kebanyakan orang akan menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin. Hal ini memang dapat membantu mengobati rasa sakit kepala namun harus memeperhatikan aturan pakai, indikasi, dan kontarindikasinya, jangan berlebihan menggubakan obat ini.

Obat Migrain Golongan Triptan

Jika obat analgetik biasa seperti diatas tidak dapat mengatasi migrain, maka pilihan selanjutnya yaitu obat-obatan golongan triptan. Beberapa obat triptan, seperti sumatriptan, tersedia tanpa resep dokter.

Cara kerja Obat migain ini tidak sama dengan obat analgetik. Triptan akan menyebabkan pembuluh darah di sekitar otak berkontraksi (sempit), untuk melawan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah yang diyakini sebagai proses yang menyebabkan migrain.

Golongan Ergots

Ergotamin dan kombinasi dengan kafein (Migergot , Cafergot) walaupun kurang efektif dibanding triptans. Ergotamin tampaknya paling efektif pada mereka yang sakit kepala migarinnya berlangsung selama lebih dari 48 jam .

Obat anti – mual.

Karena migrain sering disertai mual, dengan atau tanpa muntah, maka obat mual yang biasanya dikombinasikan dengan obat lain dapat membantu. Obat yang sering diberikan yaitu chlorpromazine, metoclopramide atau proklorperazin.

Glukokortikoid (prednisone , deksametason).

Glukokortikoid dapat digunakan bersama dengan obat lain untuk meningkatkan efek anti nyeri. Karena risiko toksisitas steroid, maka obat ini tidak boleh digunakan rutin (sering).

Obat-obatan opioid.

Obat-obatan opioid yang mengandung narkotika, khususnya kodein , kadang-kadang digunakan untuk mengobati migrain yang tidak mempan terhadap triptans atau ergot. Obat ini hanya digunakan sebagai pilihan terakhir.

Mencegah Migrain

  • Hindari Pemicu mgrain (seperti di atas)
  • Minum obat (harus dengan resep dokter):
  • Beta-blockers (propranolol, metoprolol and timolol).
  • Antidepressan (Amitriptyline)
  • Anticonvulsants (topiramate, asam valproat)
  • Botulinum toxin type A (botox)

Setelah mengetahui Penyebab Migrain dan Cara mengobatinya saya berharap semoga migrain yang Anda alami lekas sembuh dan tak kambuh lagi. Semoga bermanfaat :)

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer