Penyebab Penyakit Kaki Gajah dan Cara Mencegahnya

Sesuai dengan namanya, “penyakit kaki gajah” adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya pembesaran pada kaki penderitanya hingga menyerupai kaki gajah. Penyakit kaki gajah ini bukanlah penyakit yang mematikan, namun kondisi yang diakibatkannya dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan mungkin menjadi sesuatu yang dirasa memalukan bagi penderitanya.

Seseorang yang terjangkiti penyakit ini memiliki kaki dengan ukuran yang besar diluar kewajaran, bisa salah satu atau keduanya, bahkan kantung buah z*k*r juga bisa ikut membesar. Hal ini terjadi akibat pembesaran kelenjar dan pembuluh getah bening sebagai akibat dari infeksi dan perkembangbiakan organisme penyebab di daerah yang bersangkutan.

penyakit kaki gajah

Gambar pembengkakan kaki pada penyakit kaki gajah

Apa Penyebab Penyakit Kaki Gajah?

Penyakit kaki gajah dalam bahasa medis disebut sebagai filariasis, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk, setelah cacing dicuntikkan oleh nyamuk akan masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya. Penyakit ini bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap, cacat menetap yang ditimbulkan seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin terjadi bila penderitanya telah lama tidak mendapatkan pengobatan.

Penyakit kaki gajah pada umumnya terdapat di wilayah tropis. Menurut WHO negara-negara yang terdapat di wilayah asia selatan seperti india dan bagladesh adalah negara yang memiliki banyak penderita penyakit kaki gajah, namun belakangan ini penyakit ini juga banyak bermunculan di wilayah asia tenggara seperti thailand dan indonesia.

Mengenal Cacing Filaria penyebab kaki gajah

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing nematoda berbentuk seperti benang yang disebut dengan cacing filaria. Ada tiga species cacing filaria yang sering menimbulkan penyakit kaki gajah yaitu :

  • Wuchereria bancroffi
  • Brugia malayi
  • Brugio timori

Cara penularan filariasis ini, yaitu melalui gigitan nyamuk. Terdapat sekitar 20 jenis lebih nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit ini seperti nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Aedes, Mansonia, dan Armigeres sehingga siklus penyebaran dan penularan penyakit kaki gajah ini sangat cepat dan luas.

Cacing filaria dapat  masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk karena cacing ini memiliki ukuran yang sangat kecil seperti benang yang sangat halus.

Cara Penularan Penyakit Kaki Gajah

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah ini dimulai ketika nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang mengandung mikrofilaria didalamnya. Mikrofilaria yang ikut terhisap tersebut kemudian masuk ke rongga perut nyamuk. Mikrofilaria ini memiliki bentuk menyerupai sosis yang disebut dengan larva stadium I. Sekitar satu minggu kemudian larva ini berganti kulit, tubuhnya menjadi gemuk dan panjang yang disebut dengan larva stadium II. Pada hari kesepuluh dan seterusnya, larva berganti kulit kembali untuk yang kedua kalinya, tubuhnya menjadi panjang dan kurus yang disebut larva stadium III. larva ini sangat aktif bergerak dan mulai berpindah dari rongga perut ke kepala dan alat tusuk nyamuk.

Larva stadium III inilah yang merupakan bentuk mikrofilaria infektif. Mikrofilaria dapat masuk ke dalam dalam tubuh manusia pada saat nyamuk menggigit kulit manusia. Mikrofilaria kemudian langsung bergerak menuju kelenjar getah bening lokal di sekitar tempat masuknya. Mikrofilaria menetap di dalam pembuluh getah bening selama sekitar sembilan bulan, kemudian mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang disebut larva stadium IV dan larva stadium V.

Cacing filaria dewasa berada di dalam pembuluh getah bening dan menimbulkan penyumbatan pada aliran getah bening. Cacing dewasa paling sering menginfeksi kelenjar getah bening di daerah lipat paha. Sumbatan aliran getah bening pada daerah ini lah yang menimbulkan pembesaran pada kaki dan alat kelamin penderitanya sehingga menyerupai kaki gajah.

Cacing dewasa dapat bertahan sampai lebih dari 10 tahun di dalam tubuh manusia, di mana pada saat itu mikrofilaria terus menerus terbentuk. Cacing dewasa betina dapat menghasilkan lebih dari 10.000 mikrofilaria per hari nya yang masuk ke dalam pembuluh darah dan kemudian dapat terhisap oleh nyamuk.

Cara Mencegah Kaki Gajah

Seseorang yang penyakit kaki gajah diharapkan memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan pengobatan sehingga tidak menyebarkan penyakit ini kepada masyarakat lainnya, oleh karena itu pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya merupakan langkah pencegahan yang paling utama.

Kunci Pencegahan Kaki Gajah: Obati penderita, Hindari gigitan nyamuk.

Pencegahan lainnya yang tidak kalah penting antara lain :

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang kotor, banyak barang bekas, banyak genangan air baik, rumput, semak, tanaman, dan kolam harus segera dibersihkan karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak.

2. Menjaga Kebersihan Badan

Kebersihan badan harus dijaga terutama dengan cara mandi teratur dua kali sehari, dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

3. Menjaga Kesehatan Badan

Kesehatan badan juga harus dijaga terutama dengan cara memakan makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat bergizi ini adalah makanan yang didalamnya terkandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat dalam jumlah seimbang.

4. Menghindari Gigitan Nyamuk

Menghindari gigitan nyamuk bisa dilakukan dengan menggunakan pakaian yang panjang atau dengan memakai obat nyamuk, baik lotion maupun obat nyamuk bakar atau elektrik terutama pada saat tidur.

5. Menanam Lavender

Tanaman lavender tidak di sukai oleh nyamuk, oleh karena itu rumah yang ditanami lavender akan dijauhi nyamuk sehingga hanya kecil kemungkinan nyamuk untuk masuk rumah dan menggigit manusia di dalamnya.

Pencegahan penyakit kaki gajah juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan sesuai dengan yang direkomendasikan WHO, yaitu dengan menggunakan obat Diethylcarbamazine, Albandazole dan Ivermerktin yang dilakukan secara massal pada daerah-daerah endemis, termasuk Indonesia.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer