Penyebab Penyakit Kista Ovarium pada Wanita

Mungkin kita sering mendengar istilah penyakit kista yang terjadi pada wanita, bahkan terdengar mengerikan. Namun, mungkin banyak di antara kita yang masih belum mengetahui apa sebenarnya kista ovarium itu. Oleh karena itu sebelum kita membahas lebih jauh tentang penyebab kista ovarium alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu penyakitnya.

Kista ovarium terdiri dari dua kata Kista yang berarti sebuah rongga berdinding yang berisi cairan, dan Ovarium yang berarti indung telur yang secara normal ada pada tubuh wanita, jadi kista ovarium diartikan sebagai akumulasi cairan di dalam ovarium yang dikelilingi oleh dinding yang tipis. Setiap folikel ovarium yang berukuran sekitar dua sentimeter atau lebih disebut kista ovarium. Kista ini ada yang berukuran kecil seperti kacang atau berkukuran lebih besar seperti jeruk, namun pada kasus yang jarang kista ovarium dapat berukuran sangat besar sehingga membuat wanita yang mengalami kelihatan seperti hamil.

Kista ovarium dapat terjadi pada seorang wanita di segala usia. Namun, paling sering terjadi saat usia reproduktif. Pada beberapa kasus, kista ovarium dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan dan jika ukuran kista lebih dari 5 cm, dalam kondisi darurat seperti ini mungkin perlu dilakukan operasi atau pengangkatan kista.

Perlu kita ketahui ada dua jenis utama kista ovarium dan penyebab kista akan berbeda sesuai dengan jenisnya itu, jenis kista yang dimaksud adalah:

  • Kista ovarium fungsional merupakan kista yang paling sering terjadi dan tidak berbahaya karena merupakan bagian normal dari siklus menstruasi.
  • Kista patologis merupakan kista abnormal (penyakit) yang tumbuh di ovarium; ini juga ada dua jenis yaitu yang tidak berbahaya (jinak) dan yang ganas (kanker).

Berikut penyebab kista ovarium berdasarkan Jenisnya

Penyebab Kista fungsional
Kista ovarium fungsional ini ada dua macam yaitu Kista folikel dan kista luteal

Kista Folikel

Kista folikel adalah jenis kista ovarium yang paling sering terjadi.

Setiap bulan, ovarium seorang wanita akan melepaskan telur yang bergerak ke tuba falopi kemudian menuju rahim (uterus), untuk dapat dibuahi oleh sperma pria. Hal ini terjadi melalui mekanisme sebagai berikut:

Dalam ovarium terdapat banyak sekali calon telur yang berupa kantung-kantung yang berisi telur yang belum matang dan disebut sebagai folikel. Folikel berisi cairan yang melindungi telur sampai matang yang pada akhirnya akan pecah dan melepaskan telur (ovulasi).

Namun, terkadang folikel tidak melepaskan telur, atau tidak menumpahkan cairan dan menyusut setelah telur dilepaskan. Jika hal ini terjadi, folikel bisa tumbuh menjadi lebih besar karena cairan didalamnya semakin banyak. Nah, Folikel yang berisi cairan ini menjadi kista ovarium jenis folikel.

Kista folikel ini tidak berbahaya dan sering menghilang tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.

Kista luteal

Kista luteal lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan kista folikel. Kista luteal terjadi ketika sisa jaringan folikel setelah melepaskan telur (korpus luteum) diisi dengan darah. Kista ini biasanya menghilang sendiri setelah beberapa bulan, tetapi mereka terkadang bisa pecah (meledak), menyebabkan perdarahan internal dan nyeri mendadak.

Penyebab Kista Patologis (Penyakit Kista)

Kista dermoid merupakan jenis kista patologis yang paling sering terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun. Sedangkan pada wanita di atas 40 tahun, yang sering terjadi adalah cystadenoma. Mari kita bahas penyebab kista tersebut satu persatu.

Kista dermoid

Kista dermoid berkembang dari sel-sel yang digunakan untuk membuat telur. Sebagaimana telur memiliki kemampuan untuk menciptakan berbagai jenis sel, begitu juga dengan kista dermoid ini sehingga dapat terdiri dari berbagai jenis jaringan manusia, termasuk darah, lemak, tulang dan rambut.

Kista dermoid memiliki potensi untuk tumbuh sangat besar, terkadang besarnya  hingga mencapai 15 cm (6 inci). Namun demikian bukanlah bentuk kista yang ganas, tapi hampir selalu memerlukan tindakan operasi atau pembedahan sebagai terapinya.
Kistadenoma

Kistadenoma berkembang dari sel-sel yang melapisi bagian luar ovarium, memiliki dua jenis utama:

  • Kistadenoma serosa
  • Kistadenoma musinosa

Kistadenoma serosa biasanya tidak tumbuh sampai besar tetapi  dapat menimbulkan gejala jika  pecah. Sebaliknya, kistadenoma musinosa dapat tumbuh sangat besar (sampai 30 cm, atau 12 inci), mengisi bagian dalam perut dan dapat menekan organ-organ dalam lainnya seperti kandung kemih dan usus. Oleh karena itu dapat menyebabkan gejala berupa gangguan pencernaan dan sering buang air kecil (sebentar-sebentar kebelet).

Kistadenoma musinosa yang  besar juga berisiko untuk pecah atau memblokir suplai darah ke ovarium, yang dikenal sebagai torsi. Seperti kista dermoid, kistadenoma mucinous jarang kanker.

penyebab kista

contoh kista yang telah berhasil diangkat

Penyebab Lainnya

Selain penyebab kista berdasarkan jenisnya seperti di atas, Ada kondisi medis lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kista ovarium, yaitu:

Endometriosis – suatu kondisi di mana sel-sel yang biasanya ditemukan di dalam rahim (sel endometrium) malah tumbuh di luar rahim. Artinya, lapisan bagian dalam rahim ditemukan di luar rahim. Sel-sel endometrium merupakan sel-sel yang mengelupas dan dikeluarkan setiap bulan sebagai darah menstruasi.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS = Polycystic ovarian syndrome) – Pada kondisi ini banyak kista kecil dan tidak berbahaya berkembang pada ovarium. Hal ini disebabkan oleh masalah keseimbangan hormon yang diproduksi oleh indung telur (ovarium). Orang dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi terkena kista ovarium.

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kista jenis yang mana sehingga tahu penyebabnya apa, maka perlu serangkaian pemeriksaan, dalam hal ini hubungi dokter kandungan keercayaan Anda. Semoga bermanfaat :)

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer