9 Penyebab Trigliserida Tinggi, 9 Cara Menurunkannya

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang dapat ditemukan di dalam darah. Lipid merupakan zat lemak yang diciptakan dari kalori ekstra yang didapat dari makanan. Setelah tubuh menggunakan apa yang dibutuhkan pada saat itu, maka sisanya disimpan dalam bentuk lipid. Jika Anda mengkonsumsi lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan dengan makan berlebihan, maka dapat menyebabkan trigliserida tinggi yang dikenal juga dengan istilah hipertrigliseridemia. Kondisi ini sering terjadi jika kalori ekstra berasal dari makanan berlemak atau yang tinggi karbohidrat. Nanti akan kita bahas lebih lanjut berbagai penyebab dan cara menurunkan trigliserida tinggi.

Bagaimana kita tahu bahwa memiliki trigliserida tinggi?

Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar trigliserida darah apakah dalam ambang normal atau tidak adalah dengan melakukan tes darah. Ketika hasilnya sudah diperoleh, maka bandingkanlah dengan nilai normal. Di bawah ini adalah tabel rentang nilai normal trigliserida untuk membantu Anda membaca hasil pemeriksaan darah.

NormalKurang dari 150 mg per desiliter atau kurang dari 1,7 mmol per liter
Batas tinggi150-199 mg per desiliter atau 1,8-2,2 mmol per liter
Tinggi200-499 mg per desiliter atau 2,3-5,6 mmol per liter
Sangat tinggiLebih dari 500 mg per desiliter atau lebih 5,7 mmol per liter

trigliserida tinggi

Apa Penyebab Trigliserida Tinggi?

Tingginya kadar trigliserida harus diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko stroke ataupun serangan jantung, dan kondisi ini bisa terjadi sebagai akibat  kebiasaan makan yang buruk dan masalah medis tertentu, berikut daftar lengkap penyebab trigliserida tinggi:

  1. Diabetes tipe 2 tidak terkontrol – Bila Anda memiliki penyakit diabetes yang tidak terkentrol, dalam arti kata gula darah selalu tinggi karena tidak rajin minum obat, maka kondisi ini dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Oleh sebab itu sangat penting untuk menjalani program perawatan untuk mengontrol gula darah agar selalu berada pada nilai normal.
  2. Diet tinggi lemak, gula dan karbohidrat – Jika Anda makan banyak makanan penuh gula dan lemak jenuh, maka Anda memiliki peningkatan risiko terkena kolesterol tinggi. Hal ini dapat menyebabkan hipertrigliseridemia, terutama jika Anda mengkonsumsi sebagian besar kalori tersebut dalam bentuk karbohidrat.
  3. Hypothyroidism (kadar hormon tiroid rendah) – Ketika tubuh tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, maka trigliserida dan kadar kolesterol cenderung menjadi tinggi. Dan kondisi akan membaik setelah Anda mulai minum obat untuk meningkatkan kadar hormon tiroid.
  4. Rajin Konsumsi alkohol – Minum minuman beralkohol secara teratur dapat meningkatkan kadar trigliserida. Jika hal ini terjadi, Anda harus berhenti minum alkohol atau menguranginya sesuai petunjuk dokter.
  5. Penyakit ginjal kronis – Ketika kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) rendah sedangkan trigliserida tinggi, maka itu mungkin merupakan tanda dari penyakit ginjal. Dokter akan mengevaluasi masalah ini dan memberikan penanganan sesuai penemuannya.
  6. Kondisi herediter – Kadang-kadang kadar trigliserida tinggi memang tercatat dalam gen Anda. Jika anggota lain dari keluarga Anda menderita kolesterol tinggi atau trigliserida tinggi, maka ada kemungkinan kuat Anda juga mengalaminya.
  7. Kelebihan lemak perut – Bila Anda memiliki terlalu banyak lemak di sekitar perut, alias perut buncit, maka tubuh bisa memicu reaksi kimia yang membuat sulit bagi Anda untuk menjaga kadar lipid dalam taraf yang normal dan sehat.
  8. Kurang olahraga – Ketika berolahraga, maka tubuh akan berusaha mempertahankan kadar HDL pada tingkat yang sehat, sebagian karena reaksi kimia dalam otot-otot. Oleh sebab itu, jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik, keuntungan ini dapat turun secara signifikan dan yang naik malah kolesterol jahat dan trigliserida.
  9. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan trigliserida tinggi, termasuk beta-blocker, diuretik (furosemid), estrogen, retinoid, kortikosteroid (dexametason, dsb.) dan protease inhibitor.

Apa bahayanya jika kadar trigliserida tinggi?

Sekarang mungkin timbul pertanyaan pada diri Anda, mengapa mengetahui hal ini penting, memangnya apa bahaya tingginya kadar trigliserida dalam darah?. Bila Anda menderita hipertrigliseridemia, Anda memiliki risiko lebih besar terkena aterosklerosis (penebalan dinding arteri atau pengerasan arteri). Jika Anda menderita kondisi ini, maka peluang untuk stroke, penyakit jantung dan serangan jantung meningkat secara signifikan.

Trigliserida tinggi sering merupakan tanda dari penyakit lain seperti obesitas, pankreatitis, tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, hipotiroidisme, penyakit hati, diabetes yang tidak terkontrol, penyakit ginjal atau tanda reaksi yang merugikan terhadap obat tertentu.

Apa Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol?

Trigliserida dan kolesterol adalah sama-sama lemak dalam darah, hanya berbeda jenis. Trigliserida adalah lemak yang disimpan untuk penggunaan energi dan sementara kolesterol digunakan untuk pembentukan sel dan hormon. Keduanya beredar dalam darah dan dialirkan ke seluruh tubuh. Keduanya tidak dapat larut langsung dalam aliran darah, sehingga mereka diangkut oleh lipoprotein. Kelebihan keduanya dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Baca lebih lanjut tentang: Kolesterol Baik dan Jahat

Bagaimana Cara Menurunkan Trigliserida Tinggi?

Sekarang Anda tahu apa saja yang bisa menyebabkan trigliserida tinggi dan bahaya bagi tubuh, sekarang Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara menurunkan trigliserida. Melakukan perubahan gaya hidup sehat adalah kunci utama untuk mencapai tujuan ini, untuk itu ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Menurunkan berat badan berlebih – Ketika Anda berupaya untuk menurunkan berat badan, maka secara otomatis tubuh juga akan menurunkan trigliserida. Maka dari itu, penting untuk tetap termotivasi dan fokus karena kehilangan berat badan beberapa kilo dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan tubuh.
  2. Mengurangi asupan kalori – Tubuh kita mengubah kalori ekstra menjadi trigliserida dan kemudian menjadi lemak, jadi jika Anda mengurangi asupan kalori, maka hal itu akan dapat membantu menurunkan trigliserida. Makanan berkadar lemak dan karbohidrat tinggi menjadi target utama yang harus dikurangi. Perubahan diet lain yang mungkin bisa membantu adalah meningkatkan asupan serat dengan makan lebih banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
  3. Pilih lemak sehat – Turunkan asupan lemak jenuh dan tak jenuh tunggal dan beralihlah mengkonsumsi atau asam lemak omega-3. Pilih lemak sehat seperti kacang, zaitun dan minyak canola. Makan ikan sebagai pengganti daging merah, salmon khususnya yang kaya akan asam lemak omega-3.
  4. Olah raga – Sedikitnya, lakukanlah olah raga 30 menit setiap hari karena hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan trigliserida. Jika Anda memiliki kondisi medis lain seperti pengapuran sendi atau masalah jantung, maka berkonsultasilah dengan dokter.
  5. Hindari alkohol – Tinggi gula dan kalori, alkohol tidak baik untuk kesehatan Anda karena semakin menambah tingginya trigliserida darah. Sebaiknya berhentilah sekarang juga.

Hampir sama dengan Cara Benar Menurunkan Kolesterol Jahat

Obat-obatan dan Suplemen Penurun Trigliserida

Kadang-kadang perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk menurunkan kadar trigliserida. Jika itu terjadi, dokter dapat meresepkan obat atau suplemen untuk menurunkan trigliserida tinggi. Ada beberapa jenis yang mungkin bisa membantu:

  • Dosis tinggi suplemen minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3
  • Statin seperti Zocor atau Lipitor, yang dirancang untuk menyeimbangkan kadar kolesterol baik dan buruk
  • Obat fibrat, tetapi tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan statin
  • Niacin atau asam nikotinat, tapi harus digunakan dengan hati-hati karena ada potensi interaksi negatif dengan obat lain.

Pastikan Anda selalu mengikuti perintah dokter dengan hati-hati, jangan sembarangan minum obat, meskipun beberapa obat dan suplemen banyak tersedia di pasaran.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer