Ini Perbedaan Gejala Maag Akut dan Kronis

Penyakit maag merupakan salah satu penyakit pada saluran pencernaan yang banyak diderita masyarakat, dan sering terdengar di telinga kita kata “maag” diikuti dengan kata “kronis” menjadi maag kronis dan terkadang diikuti dengan kata “akut” menjadi maag akut. Lantas apa perbedaan dari kedua jenis maag tersebut?

Pembaca setia mediskus.com, tahukah Anda bahwa maag dapat menyerang semua orang pada segala usia. Istilah maag berasal dari bahasa Belanda yang berarti lambung. Dalam bahasa medis penyakit maag ini disebut dengan gastritis yang berarti peradangan lambung.

Pada sebagian besar orang penyakit maag bukanlah penyakit yang serius yang dapat sembuh dengan cepat setelah diberikan pengobatan namun pada sebagian orang penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, karena penyakit ini berkembang secara kronis, dan Penyakit maag ini terbukti amat menggangu kehidupan dan bahkan bisa membuat penderitana tidak dapat melakukan aktivitas secara normal.

maag akut dan kronis

Penyakit maag akut adalah suatu peradangan yang terjadi pada dinding bagian dalam lambung yang bersifat akut yang ditandai dengan kerusakan berupa pengikisan pada permukaan dinding bagian dalam lambung. Istilah maag akut digunakan untuk menggambarkan penyakit maag yang terjadi secara tiba-tiba, dalam waktu singkat. Untuk menggambarkan rasa sakit (tingkat nyeri), istilah maag akut digunakan untuk menggambarkan penyakit maag dengan rasa sakit pada perut yang hebat dan tajam.

Penyakit maag kronis adalah suatu peradangan yang terjadi pada dinding bagian lambung yang bersifat kronis dapat berupa peradangan pada permukaan dinding hingga peradangan pada seluruh lapisan dinding bagian dalam lambung. Istilah maag kronis digunakan untuk menggambarkan penyakit maag yang terjadi dalam periode lama dan berulang. Berbeda dengan maag akut, pada maag kronik proses peradangan terjadi perlahan -lahan, semakin lama semakin bertambah parah dan semakin menjadi berbahaya.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit maag akut seperti konsumsi obat -obatan Anti Inflamasi Non-steroid (OAINS), minuman yang mengandung alkohol, makanan yang pedas, minuman yang mengandung kafein, makanan yang mengandung bumbu-bumbu dari bahan kimia, dan pada keaadaan sering terlambat makan atau sering makan tidak teratur. Faktor – faktor tersebut menyebabkan maag akut dengan cara mengiritasi permukaan lambung. Berbeda dengan maag akut, penyebab dari penyakit maag kronik berkaitan erat dengan infeksi kuman Helicobacter pylori. Lebih lanjut baca: infeksi lambung

Penyakit maag akut biasanya muncul dengan gejala nyeri pada perut bagian ulu hati, perut kembung, mual dan muntah dan pada bentuk yang berat dapat terjadi perdarahan pada saluran cerna yang ditandai muntah darah bewarna hitam dan tinja yang bewarna hitam akibat pengikisan yang berlebihan pada dinding dalam lambung. Penyakit maag kronis dapat muncul tanpa gejala yang berat, yaitu mual, perut kembung, banyak bersendawa, penununan nafsu makan dan hanya sebagian kecil yang merasa nyeri ulu hati dan munath, namun keluhan-keluhan tersebut dirasakan berulang dapat menghilang selama beberapa hari lalu kemudian muncul kembali. Meskipun gejala yang muncul bersifat ringan ini bukan berarti maag kronis adalah penyakit yang ringan, karena penyakit maag kronis inilah yang justru memiliki risiko yang dapat berkembang menjadi tukak lambung hingga kanker lambung.

Pada penyakit maag akut, pengobatan dilakukan dengan cara menghindari faktor – faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya gejala, mengusahakan makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering dengan pengaturan makan yang teratur setiap tiga jam sekali, dan mengkonsumsi obat maag yang dapat menurunkan asam lambung. Pada penyakit maag kronis sering kali pengobatan dengan diet dan obat maag tidak dapat menyembuhkan penyakit hingga tuntas, hal ini dikarenakan pada maag kronis terdapat infeksi oleh kuman Helicobacter pylori, oleh karena itu pengobatan maag kronis memerlukan antibiotik untuk membasmi kuman, dan agar dapat dicapai penyembuhan yang maskimal digunakanlah kombinasi 2 jenis antibiotik.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer