Penyakit Pes : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit pes adalah infeksi bakteri serius yang bisa mematikan. Terkadang disebut sebagai “black plague” (wabah hitam) atau penyakit sampar. Penyakit ini disebabkan oleh galur bakteri yang disebut Yersinia pestis. Bakteri yang sering ditemukan pada hewan dan biasanya ditularkan ke manusia melalui kutu.

Risiko wabah tertinggi terjadi di daerah yang memiliki sanitasi buruk, penduduk padat, dan populasi besar hewan pengerat. Pada abad pertengahan, wabah penyakit pes bertanggung jawab atas kematian jutaan orang di Eropa. Hari ini, hanya ada 1.000 hingga 2.000 kasus dilaporkan di seluruh dunia setiap tahun, dengan insiden tertinggi di Afrika.

sampar penyakit pes

gambar pes bubonic

Penyakit pes ini bisa berkembang pesat dan berpotensi tinggi menyebabkan kematian jika tidak diobati. Oleh sebab itu Anda harus menghubungi dokter segera atau pergi ke layanan gawat darurat apabila mengalami gejala-gejala penyakit pes yang akan kami paparkan di sini.

Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Pes

Ada tiga bentuk dasar dari wabah:

# Bubonic Plague

Jenis pes yang paling umum. Hal ini biasanya terjadi akibat gigtan hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam kasus yang sangat jarang, seseorang bisa tertular memalui kontak dengan dengan orang yang terinfeksi.

Sesuai dengan namanya bubos (kelenjar getah bening), jenis penyakit pes menginfeksi sistem limfatik (sistem kekebalan tubuh), menyebabkan inflamasi. Jika tidak diobati, bakteri dapat bergerak ke dalam darah dan menyebabkan septicemic plague, atau ke paru-paru, menyebabkan pneumonic plague.

# Septicemic plague

Ketika bakteri memasuki aliran darah secara langsung maka banyak bakteri yang berada dalam aliran darah sehingga kondisi ini disebut sebagai septicemic plague. Ini merupakan kelanjutan dari semua jenis penyakit pes.

Pneumonic plague

Terjadi ketika bakteri menyebar ke paru-paru, ini merupakan jenis penyakit pes yang paling mematikan. Ketika seseorang dengan pneumonic plague batuk, maka bakteri dari paru-paru mereka akan dikeluarkan ke udara. Orang lain yang menghirup udara tercemar ini bisa tertular sehingga dapat menyebabkan epidemi atau meluasnya penyebaran penyakit. Pneumonic plague adalah satu-satunya jenis penyakit pes yang dapat ditularkan dari orang ke orang.

Penyebab dan Cara Penularan Penyakit Pes

Kuman penyebab penyakit pes adalah Yersinia pestis. Seseorang dapat terpapar kuman ini dan bisa terkena sampar melalui berbagai banyak cara, seperti berikut ini:

  • Gigitan kutu yang sebelumnya telah bersarang pada hewan yang terinfeksi seperti tikus, marmut, kelinci, tupai, dan anjing padang rumput.
  • Kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau memakan hewan yang terinfeksi.
  • Goresan kuku atau gigitan kucing atau anjing piaraan yang terinfeksi.
  • Kotoran ke mulut (fecal-oral transmission) atau menelan makanan terkontaminasi oleh tinja manusia atau hewan yang terinfeksi,
  • Melalui udara dengan menhirup droplet atau percikan air dari batuk atau bersin orang yang sakit.
  • Bakteri juga dapat masuk ke tubuh jika Anda memiliki luka di kulit dan terkena darah hewan yang terinfeksi.
  • Kucing dan anjing piaraan dapat terinfeksi pes dari gigitan kutu atau dari makan tikus yang terinfeksi.

Risiko terkena pes akan meningkat apabila berada atau baru saja mengunjungi daerah-daerah yang memiliki kasus wabah pes. Dokter hewan dan asistennya, serta orang-orang yang memiliki aktivitas erat dengan hewan memiliki resiko yang lebih besar.

Tanda dan Gejala Penyakit Pes

Orang yang terinfeksi pes biasanya akan mengalami gejala seperti flu selama 2-6 hari. Mengingat ada tiga jenis penyakit, maka gejala pes dapat dibedakan berdasarkan jenisnya tersebut:

# Gejala Penyakit Pes: Bubonic Plague

Gejala umumnya muncul dalam waktu dua sampai enam hari berupa:

  • demam dan menggigil
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • kelemahan umum
  • kejang

Anda juga mungkin mengalami nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, disebut buboes. Ini biasanya muncul di pangkal paha, ketiak, leher, atau lokasi gigitan serangga atau hewan pengerat. .

# Gejala Penyakit Pes: Pneumonic plague

Gejala Pneumonic plague dapat muncul secepat satu hari setelah terpapar bakteri. Gejala-gejala yang bisa timbul antara lain:

  • kesulitan bernapas
  • sakit dada
  • batuk
  • demam
  • sakit kepala
  • kelemahan seluruh tubuh
  • dahak berdarah (air liur dan lendir atau nanah dari paru-paru)

# Gejala Penyakit Pes: Septicemic Plague

Gejala septicemic plague biasanya mulai dalam waktu dua sampai tujuh hari setelah paparan, namun dapat menyebabkan kematian bahkan sebelum gejala muncul. Gejalanya bisa berupa:

  • sakit perut
  • diare
  • mual dan muntah
  • demam dan menggigil
  • kelemahan ekstrim
  • pendarahan (karena darah tidak dapat membeku)
  • syok
  • kulit menjadi hitam (gangren)

Apa yang harus dilakukan jika mengalai gejala pes seperti di atas?

Penyakit pes adalah penyakit yang mematikan. Jika Anda terkena gigitan tikus atau kutu, atau jika baru saja mengunjungi wilayah di mana wabah pes diketahui terjadi, dan selanjutnya Anda mengalami gejala penyakit pes, maka segeralah menghubungi dokter.

Beri dokter keterangan yang jelas tentang lokasi wisata yang baru Anda kunjungi. Sebutkan juga semua jenis obat, suplemen, dan obat resep yang Anda gunakan sebelumnya. Buatlah daftar orang-orang yang telah memiliki kontak dekat dengan Anda. Anda juga harus memberitahu dokter tentang semua gejala yang dialami mulai dari pertama kemunculannya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit pes, maka gunakanlah masker ke manapun Anda pergi dimana disana banyak orang.

Penagakan Diagnosis

Untuk memastikan apakah seseorang menderita penyakit pes, maka dokter akan melakukan serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi keberadaan bakteri dalam tubuh.

Tes darah akan diperlukan untuk mendiagnosis septicemic plague karena pada kasus ini bakteri penyebab berada dalam aliran darah pasien. Pemeriksaan cairan kelenjar getah bening akan diperlukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri apabila pasien dicurigai mengalami Bubonic plague. Sedangkan untuk memastikan diagnosis pneumonia plague, maka diperlukan pemeriksaan cairan pada saluran pernapasan.

Sampel akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil awal mungkin siap hanya dalam waktu dua jam, namun pengujian konfirmasi memakan waktu 24 sampai 48 jam. Ketika penyakit sampar dicurigai, maka dengan segera dokter akan mulai pengobatan dengan antibiotik sebelum diagnosis konfirmasi ditegakkan. Hal ini dilakukan karena perjalanan penyakit pes berlangsung cepat, sehingga penanganan yang sedini mungkin dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Pengobatan Penyakit Pes

Penanganan secepat mungkin mutlak diperlukan untuk menyelamatnya nyawa penderita penyakit sampar. Tanpa pengobatan yang memadai, penyakit pes dapat berkembang biak dalam aliran darah, menyebabkan septicemia plague, atau menyebar ka paru-paru dan menyebabkan pneumonia plague. Jika sudah seperti ini, maka kematian dapat terjadi dalam waktu 24 jam setelah munculnya gejala awal.

Karena penyakit pes ini disebabkan oleh bakteri maka pengobatan utama adalah pemberian antibiotik. Fungsi antibiotik disini tidak lain untuk membunuh bakteri penyebab serta mencegah penyebaran infeksi.

Antibiotik yang digunakan memiliki kerja yang kuat dan efektif. Di samping itu diperlukan juga cairan infus, oksigen, dan terkadang alat bantu pernapasan. Jika sudah dipastikan, penderita pneumonic plague harus diisolasi dari pasien lain, karena kondisi ini sangat menular. Tenaga medis dan perawat pun harus mengambil tindakan pencegahan yang ketat untuk menghindari penularan, seperti menggunakan masker atau alat pelindung diri lainnya.

Begitu dokter mencurigai bahwa Anda mengalami penyakit pes, maka Anda akan perlu dirawat di rumah sakit. Di sana, Anda akan menerima antibiotik yang kuat, seperti:

Siapapun yang telah kontak dengan orang-orang dengan pneumonic plague, maka orang tersebut juga harus dipantau dan biasanya diberikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan.

Apa bahaya lebih lanjut dari penyakit sampar ini?

Penyakit pes dapat menyebabkan gangren jika pembuluh darah di jari-jari tangan dan jari kaki mengalami gangguan sehingga aliran darah tidak dapat mencapai daerah tersebut, akibatnya terjadilah kematian jaringan. Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit sampar dapat menyebabkan meningitis, atau radang selaput yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak.

gangren pada penyakit pes

Gambar gangren pada penyakit pes

Mendapatkan pengobatan secepat mungkin adalah kunci utama mencegah bahaya penyakit pes.

Cara Mencegah Penyakit Pes

Cara efektif untuk mencegah pes adalah mengendalikan hewan-hewan yang berpotensi membawa penyakit ini dan sebisa mungkin kita terhindar dari paparan bakteri penyebab pes. Hal ini dapat dilakukan dengan cara-cera sebagai berikut:

  • Untuk mengendalikan populasi tikus di daerah rumah, tempat kerja, dan rekreasi maka harus menjaga kebersihan dan kerapihan. Singkirkan tumpukan kayu bakar berantakan atau tumpukan batu, sikat, atau kotoran lain yang dapat menarik perhatian tikus. Bila perlu gunakanlah perangkap tikus untuk mengendalikan populasinya di sekitar rumah.
  • Jika Anda memiliki hewan peliharaan maka rawatlah dengan baik, gunakan produk pembasmi kutu. Apabila hewan telah bebas berkeliaran di luar rumah sedangkan daerah yang dituju lagi ada wabah penyakit pes, hewan peliharaan harus diawasi setelah pulang dan hindari kontak erat sampai dipastikan hewan benar-benar sehat. Jika hewan peliharaan menjadi sakit, maka carilah segera perawatan dokter hewan untuk memastikan keadaannya.
  • Gunakan produk obat nyamuk atau obat pengusir serangga alami seperti serai ketika menghabiskan waktu di luar rumah.
  • Ketika menangani binatang yang berpotensi terinfeksi, maka pakailah sarung tangan untuk mencegah kontak antara kulit dan bakteri berbahaya.

Jika Anda telah terkena gigitan kutu atau hewan pengerat, terutama ketika wabah pes lagi merebak, maka segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer