Pneumonia Pada Anak

Pneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan peradangan pada parenkim (jaringan utama) paru yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penyakit penumonia ini bisa menyerang seseorang di segala usia, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Artikel kali ini akan membahas lebih khusus penumonia pada anak.

Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan bagian bawah, jadi secara sederhana pneumonia merupakan infeksi akut saluran pernafasan bawah. Masyarakat awam menyebut kondisi ini sebagai paru-paru basah. Pneumonia banyak menyerang anak – anak dan balita hampir di seluruh dunia. Pada negara berkembang penyakit ini menyerang hingga 30 % anak – anak di bawah usia 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi. Pneumonia pada anak biasanya muncul dalam bentuk bronkopneumonia.

penumonia pada anak mediskus

Bronkopneumonia adalah peradangan yang mengenai dinding bronkiolus (saluran pernapasasn kecil pada paru) serta jaringan paru di sekitarnya. Brokopeumonia disebut juga pneumonia lobularis yang berarti bahwa peradangan pada parenkim paru terlokalisir pada bronkiolus dan alveolus di sekitarnya. Bronkopneumonia sering menimpa anak – anak dan balita, peradangan yag ditimbulkan dapat bersifat ringan atau berat tergantung dari penyebabnya.

Penyebab dan Gejala Penumonia Pada Anak

Bronkopneumonia diawali oleh suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah. Bronkopneumonia pada anak merupakan salah satu penyebab utama mortalitas anak balita di Indonesia. Survei Kesehatan Rumah Tangga pada tahun 2001 memperkirakan kematian balita akibat bronkopneumonia adalah sekitar 5 per 1000 balita per tahun.

Bronkopneumonia pada anak dapat dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme, yaitu :

  • Bakteri : kelompok gram positif seperti S. Aerous, Steptococcus pneumonia, Streptococcus pyogenes, dan kelompok gram negatif seperti Haemophilus influenza, P. Aeruginosa dan klebsiella pneumonia.
  • Virus : virus influensa, parainfluenza, Cytomegalovirus, dan Respiratory Sincityal Virus
  • Jamur : jamur histoplasmosis dapat menyebar melalui spora yang terhirup melalui udara.
  • Protozoa : pneumonia dapat disebabkan oleh Pneumocystis carinii, biasanya mengenai penderita yang mengalami penurunan atau penekanan pada kekebalan tubuh.

Anak yang terinfeksi mikroorganisme tidak serta merta mengalami pneumonia, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan infeksi dapat berkembang menjadi pneumonia, antara lain :

  • Anak yang mengalami Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA) berulang
  • Anak yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi
  • Anak dengan usia di bawah 2 bulan
  • Anak dengan berat badan lahir rendah
  • Anak dengan paparan polusi udara dan kepadatan tempat tinggal
  • Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif
  • Anak yang tidak mendapat Imunisasi yang tidak memadai

Pneumonia pada anak yang berwujud bronkopneumonia dapat menimbulkan beberapa gejala yang diawali dengan demam disertai batuk, pilek, suara serak dan nyeri tenggorok. Selanjutnya demam semakin meninggi, batuk anak semakin hebat, anak bernapas dengan cepat disertai sesak napas dan tarikan pada otot rusuk. Pada tahap lanjut anak tampak kebiruan dan lemas.

Pengobatan Penumonia Pada Anak

Penumonia pada anak bersifat akut dan mempunyai angka kematian yang tinggi sehingga memerlukan pengobatan dan perawatan segera di rumah sakit, dengan cara :

  1. Terapi Oksigen : oksgien segera harus diberikan pada anak yang sesak napas hebat, tampak kebiruan dan lemas.
  2. Hidrasi Cairan : Cairan diberikan untuk mencukupi kebutuhan cairan harian pasien, dapat dilakukan dengan hidrasi oral (diminum), jika penyakit berat dan anak sulit minum dapat diberikan cairan memalui infus.
  3. Terapi Simptomatik : Obat – obatan harus diberikan untuk mengurangi gejala batuk, demam, dan sumbatan jalan napas oleh lendir.
  4. Terapi Kausatif : Antibiotik harus diberikan dengan adekuat secara empiris sesuai dengan perkiraan mikroorganisme penyebab pneumonia pada anak.

Selain dengan pengobatan, orang tua juga sebaiknya dapat melakukan upaya pencegahan agar jangan sampai anak terkena pneumonia dengan menghindari faktor risiko dengan cara memberikan anak ASI eksklusif, memberikan anak nutrisi yang baik, menjaga anak agar terhindar dari pajanan asap rokok, asap dapur, dan polusi udara lainnya, serta memberikan anak imunisasi sesuai dengan usianya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer