PPOK : Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit Paru Obstruksi Kronis yang biasa disingkat dengan PPOK merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan gejala sesak napas yang hebat dan batuk berulang. Pada PPOK gejala penyakit dapat terjadi karena adanya kerusakan pada saluran napas dan jaringan paru yang mengakibatkan timbulnya hambatan pada aliran udara yang mengalir di dalam saluran pernapasan. Kerusakan ini terjadi sebagai akibat dari paparan yang berulang dan terus – menerus terhadap gas dan partikel beracun.

PPOK merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat di dunia, terutama laki – laki. PPOK di Indonesia merupakan peringkat kelima penyebab kesakitan terbanyak. Hal ini terjadi terutama akibat kebiasaan merokok pada laki – laki di Indonesia yang masih tinggi, disertai peningkatan polusi udara yang timbul sebagai akibat dari kemajuan bidang industri. Pada artikel ini akan dijelaskan apa itu PPOK dan bagaimana PPOK bisa terjadi.

penyakit PPOK

PENGERTIAN PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang ditandai oleh adanya hambatan pada aliran udara di dalam saluran napas yang berlangsung secara progressif dan berhubungan dengan paparan berulang terhadap gas dan partikel beracun. Gas dan partikel beracun akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan yang berlangsung kronis akan menimbulkan kerusakan pada struktur saluran pernapasan, mengakibatkan terjadinya penyempitan saluran napas, dan pengeluaran dahak yang berlebihan. PPOK dapat dicegah dan diobati, namun saluran napas dan jaringan paru yang telah mengalami kerusakan tidak dapat kembali membaik seperti semula atau hanya membaik sebagian.

PPOK terdiri dari bronkitis kronik dan emfisema paru atau kombinasi dari keduanya.

  • Bronkitis kronik yaitu kelainan saluran napas berupa batuk kronik berdahak yang terjadi minimal 3 bulan dalam setahun, yang telah berlangsung minimal dua tahun berturut
  • Emfisema yaitu kelainan anatomis paru yang berupa pelebaran padarongga udara di bagian distal bronkiolus terminal yang disertai dengan kerusakan pada dinding alveoli.

PENYEBAB PPOK

PPOK dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut, yaitu :

  • Kebiasaan merokok dan asap rokok terutama pada laki – laki, merupakan penyebab yang paling penting untuk menimbulkan PPOK
  • Riwayat terpapar polusi udara di lingkungan dan tempat kerja dalam waktu yang lama seperti asap kendaraan, asap pabrik, bahan kimia, asap tembakau
  • Adanya hipereaktiviti bronkus
  • Riwayat terkena penyakit infeksi saluran napas bawah berulang, baca: Infeksi Paru
  • Defisiensi (kekurangan) enzim alfa 1 antitripsin, penyebab ini jarang didapatkan di Indonesia

GEJALA PPOK

Perkembangan penyakit PPOK berjalan lambat, penyakit memburuk secara bertahap gejala baru akan dirasakan setelah penderita merokok selama bertahun-tahun atau sering terpapar polusi udara di lingkungan dan tempat kerja. Gejala tersebut antara lain :

  • sesak napas yang hebat
  • bunyi mengi pada saat bernapas
  • sikap bernapas dengan mulut mencucu
  • bibir tampak kebiruan
  • batuk yang berulang dengan atau tanpa dahak
  • dada berbentuk seperti tong
  • kulit kemerahan
  • sering merasa cepat lelah
  • nafsu makan berkurang
  • penurunan berat badan

PENGOBATAN PPOK

Adapun obat –obatan yang dapat digunakan pada pengobatan PPOK antara lain :

  • Bronkodilator : obat ini diberikan untuk menimbulkan relaksasi bronkus agar penyempitan saluran napas dapat berkurang. Obat ini pemberiannya disesuaikan dengan derajat berat penyakit. Cotohnya salbutamol.
  • Antiinflamasi : obat ini diberikan untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada saluran napas dan jaringan paru
  • Antibiotika : obat ini diberikan hanya bila terdapat tanda – tanda infeksi pada saluran napas dan paru – paru.
  • Antioksidan : obat ini diberikan untuk mengurangi beratnya gejala dan memperbaiki kualiti hidup
  • Mukolitik : obat diberikan untuk mengencerkan dahak dan lendir pada saluran napas, contohnya ambroxol.

Pada PPOK pengobatan yang ada hanya bersifat untuk mengurangi gejala, mencegah serangan sesak, menghambat perkembangan penyakit, dan untuk peningkatan kualitas hidup. Hal yang terpenting adalah penderita PPOK harus dapat menghindari gas dan partikel beracun terutama dengan berhenti merokok.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer