Sakit Kepala? Awas Gejala Kanker Otak

Sakit kepala merupakan gejala yang sering dialami oleh banyak orang. Biasanya, dokter tidak khawatir jika sakit kepala hanya menyerang sesekali, ringan, durasinya pendek, dan disebabkan oleh faktor yang jelas, seperti flu, infeksi sinus, kelaparan, kurang tidur, dan lain-lain. Namun, jika sakit kepala dirasakan begitu parah atau sering terjadi, maka kita harus khawatir jangan-jangn itu merupakan gejala kanker otak yang mematikan.

Berdasarkan data statistik, pada populasi pasien dengan sakit kepala berulang, sekitar 50% memiliki tumor otak dengan sakit kepala sebagai keluhan utama, dan sampai 60% pada pasien dengan sakit kepala yang semakin memburuk. Sayangnya, sangat sulit mendiagnosa kanker otak hanya berdasarkan gejala sakit kepala, sehingga harus ada tanda lainnya seperti kejang atau gejala neurologis persisten.

kanker otak

Gambar ilustrasi: kanker otak

Cara Membedakan Sakit Kepala karena Kanker Otak atau Lainnya

Sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak biasanya “terasa tegang” sakit kepala dapat terjadi sebentar-sebentar (sering) dengan onset bertahap dan mereda setelah beberapa jam. Gejala sakit kepala juga bisa berdenyut, menyerupai migrain. Tumor otak juga dapat menghambat aliran cairan serebrospinal yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Pada pasien dengan pemeriksaan neurologis (saraf) oleh dokter menujukkan hasil normal dan tidak ada keluhan lain, gejala tunggal sakit kepala jarang berhubungan dengan tumor atau kanker otak.

Gambaran Sakit Kepala yang Menandakan Kanker Otak

Ada sejumlah gejala yang menyertai sakit kepala yang menandakan adanya kanker otak, antara lain :

  • Perubahan pola sakit kepala sebelumnya, seperti menjadi lebih sering dan lebih berat; sakit kepala tidak reda ketika diberikan obat seperti biasanya.
  • Sakit kepala semakin buruk ketika membungkuk, batuk, bersin.
  • Muntah berulang-ulang.
  • Masalah pada anggota gerak, misalnya rasa lemah pada salah satu atau beberapa angggota gerak, atau bahkan kelumpuhan.
  • Masalah sensorik (panca indra), atau gangguan visual.
  • Gangguan memori.
  • Gangguan kepribadian, atau berpikir.

Perokok atau pasien dengan riwayat kanker, termasuk paru-paru, payudara, prostat, atau kanker leher, memiliki risiko tinggi kanker otak akibat proses penyebaran (metastasis) kanker tersebut ke otak.

Memastikan Diagnosis Kanker Otak

Perlu diketahui bahwa tumor otak dalam tahap awal tidak menunjukkan gejala apapun, butuh waktu lama hingga tumor itu tumbuh sehingga menimbulkan gejala-gejala kanker otak. Gejala di atas juga tidak serta merta menjadi patokan pasti, melainkan baru menggambarkan kecurigaan sebagai alasan untuk melakukan evaluasi medis, untuk itu harus dipastikan dengan pemeriksaan penunjang.

Beberapa tumor ditemukan secara tidak sengaja, seperti selama pemeriksaan rutin untuk sakit kepala migrain atau setelah trauma kepala ringan, meskipun ini sangat jarang.

Sering pasien dengan tumor otak memeriksakan diri ke dokter ketika tiba-tiba atau secara bertahap mengalami gangguan penglihatan, kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara cadel, gangguan pendengaran, telinga berdenging, ketidakseimbangan, pusing, masalah memori dan / atau kognitif, kejang, atau bahkan inkontinensia (tidak mampu menahan kencing atau BAB).

Untuk memastikan diagnosis tumor atau kanker otak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang berupa pemeriksaan darah, foto rongsen, CT-Scan , ataupun MRI.

Jadi, ketika Anda mengalami sakit kepala yang tak tak wajar sepeti  telah dijelaskan di atas, maka periksalah ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker otak.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer