Sindrom Nefrotik (Ginjal Bocor)

Sindrom nefrotik adalah salah satu penyakit ginjal yang membuat kerusakan pada sistem penyaringan ginjal, sehingga protein yang disebut albumin akan banyak dikeluarkan ke dalam urin (albuminuria). Gejala sindrom nefrotik antara lain urin berbusa, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, edema (retensi cairan atau pembengkakan), pengecilan otot, sakit perut dan pusing.

Daftar isi

Pengertian

Sindrom nefrotik adalah salah satu penyakit ginjal yang sering kali kita kenali dengan istilah ginjal bocor. Istilah ginjal bocor merupakan bahasa awam agar memudahkan dokter mengambarkan kondisi pada pasien yang didasari pada kenyataan bahwa pada sindrom nefrotik terjadinya kerusakan pada sistem penyaringan ginjal yang seharusnya mempertahankan protein, nah sekarang menjadi bocor sehingga protein darah yang disebut albumin menjadi lolos atau keluar bersama urin.

Sindrom nefrtotik biasanya disebabkan oleh salah satu penyakit yang merusak sistem penyaringan ginjal. Ketika albumin darah keluar maka otomatis kadar protein dalam darah akan turun, hal inilah yang akan menimbulkan seragkaian gejala sindrom nefrotik, seperti cairan merembes keluar dari pembuluh darah terkecil (kapiler) di seluruh tubuh dan mengendap ke dalam jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan (edema), mata sembab, kaki bengkak, dan bisa bengkak seluruh tubuh. Perawatan termasuk obat-obatan dan perubahan pola makan.

sindroma nefrotik - sembab

Meskipun dapat mengenai usia berapa saja, namun paling banyak terjadi pada masa kanak-kanak. Di Indonesia, saya sendiri menjumpai hampir semua pasien sindroma nefrotik adalah anak-anak.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Beberapa penyebab sindrom nefrotik meliputi:

  • Perubahan pada sistem kekebalan tubuh (sistem imun) – ini merupakan jenis sindrom nefrotik yang paling umum pada anak-anak. Kondisi ini disebut ‘minimal change‘ karena filter ginjal tampak normal jika dilihat di bawah mikroskop. Penyebabnya diduga merupakan perubahan sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini fungsi ginjal masih normal dan prospek untuk pemulihan biasanya sangat baik.
  • Peradangan – peradangan lokal atau kerusakan pada filter ginjal. Pada kondisi ini, pengobatan biasanya tidak menyelesaikan masalah, dan ginjal dapat secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan kelebihan air dari darah.
  • Sindrom nefrotik sekunder – disebabkan oleh penyakit tertentu termasuk diabetes, kanker dan penyakit lupus (SLE) dan obat tertentu yang bersifat racun terhadap ginjal (nefrotoksik)

Gejala Sindrom Nefrotik

Beberapa gejala sindrom nefrotik yang banyak dijumpai antara lain:

  • Urin bebusa atau berbuih
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Malaise umum (lemas merasa tidak sehat)
  • Pembengkakan atau edema (retensi cairan atau bengkak), terutama di sekitar perut (ascites), kaki (edema tungkai) dan kelopak mata, jika mengenai seluruh tubuh disebut sebagai edema anasarka.
  • Pengecilan otot-otot tubuh
  • Sakit perut
  • Pusing saat berdiri dari berbaring atau posisi duduk, disebut hipotensi ortostatik.

sindrom nefrotik - ascites

Diagnosis Sindrom Nefrotik

Untuk dapat mendiagnosis sindrom nefrotik atau menentukan apakah seseorang mengalami ginjal bocor atau tidak, maka dokter memerlukan sejumlah tes atau pemeriksaan, termasuk:

  • Tes urine – protein yang berlebihan membuat urin tampak berbusa dan keruh. Pemeriksaan  rasio albumin/kreatinin juga diperlukan untuk mengukur jumlah albumin dalam urin dalam kaitannya dengan jumlah kreatinin.
  • Tes darah – hal ini bertujuan untuk mengukur laju filtrasi glomerulus (eGFR), yang menunjukkan seberapa baik ginjal bekerja.
  • Biopsi – pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di laboratorium.
  • USG ginjal – pencitraan organ ginjal menggunakan gelombang suara.
  • Computed Tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI)

Langkah Pengobatan Sindrom Nefrotik

Pengobatan akan tergantung pada keparahan kondisi, secara umum meliputi:

  • Obat spesifik untuk mengobati penyebab (misalnya, steroid untuk sindrom nefrotik minimal change, imunosupresi untuk nefropati membranosa atau focal sclerosis).
  • Diuretik atau pil kencing untuk mengeluarkan kelebihan cairan pada jaringan sehingga dapat mengurangi pembengkakan
  • Obat darah tinggi.

Semua orang dengan sindrom nefrotik yang bertahan harus ditangani dengan ACE inhibitor untuk mengurangi jumlah albuminuria dan untuk mengurangi tekanan darah, contohnya captopril atau obat darah tinggi lainnya termasuk diuretik seperti dijelaskan di atas.

Komplikasi

Suatu penyakit apabila tidak segera ditangani dengan baik bisa jadi menimbulkan masalah baru atau penyaulit yang kita sebut sebagai komplikasi, komplikasi sindroma nefrotik antara lain:

  • Dehidrasi – kadar protein yang rendah dapat menyebabkan penurunan volume darah. Pada kasus yang berat, cairan intravena atau infus dapat diberikan untuk memulihkan cairan tubuh.
  • Gumpalan darah – Biasanya terjadi di pembuluh darah kaki dan kadang-kadang dalam pembuluh darah ginjal. Gumpalan darah juga bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan nyeri dada, sesak napas atau batuk darah.
  • Infeksi – infeksi dan peradangan rongga peritoneum (peritonitis) bisa berakibat fatal.
    Gagal ginjal – bila sindrom nefrotik tidak diobati dengan adekuat, maka bisa terjadi gagal ginjal.

Dengan demikian, ada penyakit sindrom nefrotik atau ginjal bocor yang mudah sembuh, contohnya pada minimal change, namun adapula yang sulit bahkan berakhir dengan kondisi terminal, gagal ginjal, deteksi dini dan pengobatan segera dan adekuat sangatlah penting.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer