Stroke – Penanganan dan Prognosis Stroke

Stroke merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa pendertanya sehingga harus segera di tangani dengan baik.  Penanganan stroke yang benar dan segera, akan menentukan prognosis atau keselamatan pasien nantinya.

Jika seseorang mengalami stroke, maka ia akan menerima penanganan segera yakni perawatan darurat, pengobatan untuk mencegah stroke agar tidak terulang, rehabilitasi untuk mengobati efek samping dari stroke, atau ketiga-tiganya.

penanganan stroke dan prognosis stroke

Perawatan darurat stroke.
Jika seseorang yang mengalami stroke segera di bawa ke rumah sakit dalam waktu tiga jam dari gejala pertama dari stroke iskemik, dokter mungkin memberikan obat-obatan, yang disebut Trombolitik, untuk memecah gumpalan darah. Akan tetapi, jika seseorang mengalami stroke hemoragik, mungkin beberapa obat dapat menolongnya, kalaupun tidak berhasil operasi dapat menghentikan pendarahan yang terjadi di otak.

Mencegah stroke berulang.
Jika seseorang pernah mengalami stroke, maka ia berada pada risiko tinggi untuk terulangnya kembali serangan stroke.
Setidaknya satu dari setiap delapan penderita stroke, mengalami stroke berulang dalam kurun waktu 5 tahun. Itulah mengapa penting untuk mengobati penyebab stroke atau faktor risiko stroke, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, kolesterol tinggi, atau diabetes.
Dokter mungkin memberikan obat-obatan atau meminta untuk mengubah pola makan, olahraga, atau mengadopsi kebiasaan gaya hidup sehat lainnya.

Rehabilitasi.
Rehabilitasi sering melibatkan terapi fisik untuk melatih menggerakkan anggota tubuh atau keterampilan lain yang mungkin sebelumnya telah hilang karena stroke. Anda juga mungkin memerlukan bantuan belajar kembali cara makan, mandi, atau berpakaian sendiri. Terapi dan obat-obatan dapat membantu seseorang yang mengalami stroke yang disertai dengan depresi atau gangguan kondisi mental lainnya.

Kehidupan Setelah Stroke (prognosis stroke)

Jika seseorang pernah mengalami stroke, mungkin ia dapat membuat kemajuan besar dalam mendapatkan kembali kemandiriannya.  Namun, ia masih dapat menderita salah satu dari beberapa kondisi berikut:

* Kelumpuhan pada satu sisi tubuh.
* Kelemahan pada satu sisi tubuh.
* Masalah dengan berpikir, kesadaran, perhatian, pembelajaran, penilaian, dan memori.
* Gangguan memahami sesuatu.
* Kesulitan mengendalikan atau mengekspresikan emosi.
* Mati rasa atau sensasi yang aneh.
* Nyeri di tangan dan kaki yang memburuk dengan perubahan gerakan dan suhu.
* Depresi.

Kuncinya adalah berlatih dan terus berlatih agar semua dapat pulih kembali walaupun tidak 100%.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer