Tonsilitis – Radang Amandel

Amandel atau Tonsil adalah sepasang kelenjar yang terletak pada tenggorokan tepatya di samping agak belakang. Amandel berfugsi untuk membantu tubuh memerangi infeksi.

Tonsilitis adalah ketika ada infeksi atau radang pada amandel, biasanya sebagian besar disebabkan oleh virus. Hanya sekitar 15% yang disebabkan oleh bakteri. Amandel dapat menjadi sangat besar dan sakit selama mengalami peradangan atau tonsilitis.

Apa tanda-tanda Radang Amandel / tonsilitis?

  • Tanda-tanda tonsilitis yang umum adalah sakit tenggorokan, demam, dan kesulitan menelan.
  • Tonsilitis yang disebabkan oleh virus dan tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri memiliki tanda-tanda yang sangat mirip.
  • Pada umumnya Tonsilitis yang lebih cendrung akibat virus memiliki tanda-tanda lain seperti demam, pilek, sakit mata (pedih dan berair pada mata) dan batuk.
  • Amandel dapat menjadi sangat besar ketika terjadi radang / tonsilitis, tetapi amandel juga cukup besar pada anak-anak sehat yang amandelnya tidak sedang meradang.
  • Amandel yang membesar tersebut dapat membuat anak sulit bernapas dan/atau sulit menelan, tetapi ini sangat jarang.
  • Amandel terlihat besar, merah dan sering terdapat bercak putih pada permukaannya.
Tonsil sehat

Tonsil sehat

tonsilitis atau radang amandel bagaimana cara mengobati amandel

Tonsilitis

Radang amandel dengan bercak putih dipermukaannya

Radang amandel dengan bercak putih dipermukaannya (detritus)

 

Cara Mengatasi Radang Amandel / Tonsilitis

  • Anak-anak mungkin perlu parasetamol untuk menghilangkan rasa sakit pada Amandel yang meradang.
  • Berikan makanan lunak seperti karamel dan jeli dan minuman tambahan.
  • Jangan khawatir jika anak Anda tidak ingin makan banyak ketika tenggorokannya sakit. Minuman dingin atau sedikit hangat sering lebih mudah untuk ditelan dibandingkan minuman yang sangat dingin (es).
  • Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, pemberian antibiotik tidak membantu. Namun jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri dan dokter memutuskan bahwa antibiotik diperlukan, demam biasanya turun dalam waktu 24 jam, dan anak akan sembuh rata-rata sekitar 36 jam lebih cepat daripada jika dia tidak minum antibiotik. Seorang anak dengan tonsilitis bakteripun akan pulih jika dia tidak minum antibiotik – tapi hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

Dokter akan mempertimbangkan banyak hal sebelum menyarankan bahwa anak Anda perlu operasi amandel. Pertimbangannya biasanya mencakup seberapa sering anak meengalami tonsilitis.

  • Ada risiko ketika operasi dilakukan untuk menghilangkan amandel, termasuk masalah dengan anestesi atau bius selama operasi dan perdarahan setelah operasi. Namun, hampir selalu tidak ada masalah.
  • Amandel dapat dioperasi jika anak memiliki banyak serangan tonsilitis setiap tahun selama beberapa tahun. Usia anak biasanya minimal 3 tahun.

 

Gangguan kesehatan atau Komplikasi tonsilitis 

  • Demam rematik menjadi resiko yang mengikuti tonsilitis streptokokus (tonsilitis bakteri) yang tidak diobati.
  • Penyakit ginjal (glomerulonephrosis akut) dapat terjadi setelah infeksi tenggorokan streptokokus.
  • Infeksi telinga dan infeksi dada biasanya tidak terjadi pada waktu bersamaan dengan tonsilitis.
  • Quinsy, radang yang merupakan abses pada salah satu amandel, merupakan komplikasi yang jarang terjadi yang dapat menjadi kasus darurat medis. Dengan tanda-tanda semakin tidak sehat, demam tinggi, pembengkakan di sekitar sudut rahang, kesulitan menelan. Jika seseorang mengalami quinsy, operasi darurat untuk mengalirkan abses (nanah) seringkali dibutuhkan.

Sumber :

  • Department of Health, South Australia ‘Streptococcal sore throat’ http://www.dh.sa.gov.au/pehs/ygw/streptococcal-pehs-sahealth-2009.pdf
  • Campbell LR, ‘Pharyngitis, tonsilitis (Group A Streptococcus) and scarlet fever’ in Garkunkel L C, Kaczorowski S and Christy C, Pediatric Clinical Advisor’, Mosby 2007.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

Tulis Komentar / Konsultasi tentang Tonsilitis – Radang Amandel

Bisa via Facebook atau Google+ yang berada di bawah, tapi Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan "obatnya apa?", karena dokter tidak dapat memberi terapi tanpa memeriksa terlebih dahulu. Terimakasih atas kunjungannya :)

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer