Tukak Lambung : Gejala, Penyebab, Obat

Tukak lambung merupakan penyakit yang banyak terdapat di masyarakat, dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, Tukak lambung lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun.

Penyakit tukak lambung dalam bahasa medis disebut ulkus peptikum adalah suatu keadaan dimana terjadi perlukaan pada mukosa (dinding dalam) lambung akibat terkikisnya lapisan tersebut oleh asam lambung. Selain menyebabkan lambung luka (ulkus=tukak=luka), asam lambung juga dapat menyebabkan luka pada mukosa esofagus (kerongkongan) atau pada mukosa duodenum (bagian pertama usus kecil).

Ciri-Ciri dan Gejala Tukak Lambung

Gejala yang paling menonjol pada saat seseorang mengalami tukak lambung adalah sakit perut, yang merupakan tanda bahwa terjadi pengikisan mukosa oleh asam lambung. Sakit perut pada gejala tukak lambung memiliki ciri sebagai berikut :

  • Nyeri terasa pada ulu hati (antara pusar dan tulang dada), baca: Gejala Nyeri Ulu hati akibat Tukak Lambung
  • Nyeri semakin parah saat perut sedang kosong
  • Nyeri terutama pada malam hari
  • Nyeri berkurang sementara bila makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung,
  • Nyeri dapat hilang selama beberapa hari lalu muncul kembali.

Selain sakit perut, pada ulkus peptikum terdapat beberapa gejala penyerta lain, yaitu :

  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Mual dan muntah bewarna hitam
  • Perubahan warna tinja menjadi hitam

Penyebab Tukak Lambung

Penyakit tukak lambung tidak terjadi begitu saja. Keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara peningkatan kadar asam lambung dan penipisan selaput pelindung lambung berisiko untuk menyebabkan tukak lambung. Secara umum penyebab tukak lambung tersebut yaitu :

  • Infeksi Helicobacter pylori : Bakteri ini menghasilkan toksin untuk menipiskan selaput pelindung, merusak jaringan lambung, dan meningkatkan asam lambung
  • Penggunaan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) jangka panjang : meningkatkan risiko tukak lambung, terutama pada lansia
  • Konsumsi minuman keras : alkohol dapat menipiskan selaput pelindung dan meningkatkan asam
  • Peningkatan asam lambung : makanan pedas, minuman mengandung kafein (termasuk kopi, teh, kola) merokok dan stres

Langkah Pengobatan Tukak Lambung

Ada beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk pencegahan tukak lambung agar tidak bertambah parah, yaitu:

  • Istirahat yang cukup : tidur ± 8 jam pada malam hari, duduk rileks selama ± 1 jam pada siang hari.
  • Makan teratur: makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering, dengan pengaturan makan setiap tiga jam sekali.
  • Menghindari makanan yang meningkatkan asam lambung : makanan pedas,  minuman mengandung kafein (kopi, teh, cola) dan berhenti merokok.
  • Minum susu: karena susu dapat menetralkan asam lambung yang berlebihan.
  • Makan dengan tenang: mengunyah sampai halus untuk meringankan kerja lambung.
  • Menghindari pemakaian obat-obat golongan NSAID jangka panjang.
  • Mengurangi atau menghilangkan stres.

Beberapa jenis obat yang dapat digunakan sebagai obat tukak lambung, meliputi:

  • Antasida:  Ini merupakan salah satu obat maag yang sangat populer, fungsinya mengurangi nyeri pada lambung dengan cepat dengan cara menetralkan asam di dalam lambung.
  • Antagonis Reseptor H2: obat ini berfungsi menghambat pengeluaran asam lambung.
  • Penghambat Pompa Proton: obat ini berfungsi mengontrol pengeluaran asam lambung.
  • Obat Pelindung Mukosa: obat tukak lambung ini sangat penting karena berfungsi membentuk lapisan pelindung pada permukaan lambung yang mengalami tukak.
  • Antibiotika: obat yang diberikan pada tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori.

Komplikasi

Penyakit lambung yang satu ini terkadang dapat tidak menimbulkan gejala apa pun sampai akhirnya telah terjadi komplikasi, biasanya pada tukak lambung akibat konsumsi obat anti inflamasi non-steroid, terutama pada lansia.

Adapun bahaya tukak lambung ini meliputi :

  • Pendarahan dalam perut: merupakan komplikasi yang paling umum terjadi, ditandai dengan muntah darah bewarna hitam seperti ter, dan perubahan warna pada tinja menjadi hitam (melena) seperti aspal disertai gejala sakit perut yang bertambah parah.
  • Peritonitis : merupakan komplikasi yang berat dan jarang terjadi, ditandai dengan infeksi serius dalam rongga perut akibat dinding lambung atau usus yang berlubang.

Oleh karena itulah, maka sebaiknya penyakit tukak lambung ini harus diwaspadai dan segera berobat ke dokter apabila sudah merasa terdapat gejalanya, sebelum penyakit bertambah parah dan menimbulkan komplikasi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer