Vertigo Perifer

Setelah sebelumnya telah saya bahas mengenai Vertigo sentral, sekarang giliran membahas Vertigo Perifer.
Vertigo Perifer merupakan serangan vertigo atau pusing berputar dengan ciri-ciri :

Episode (serangan) vertigo yang berlangsung beberapa detik.

Vertigo perifer paling sering disebabkan oleh vertigo posisional benigna. Serangan vertigo ini dapat dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. Bila kepala bergerak, misalnya berguling sewaktu tidur atau menengadah menjatah barang di rak yang lebih tinggi maka akan timbul pusing berputar, sempoyongan, terasa goyang, seperti mau jatuh. Vertigo ini berlangsung beberapa detik dan kemudian mereda.

Penyebab Vertigo posisional benigna paling sering adalah idiopatik (tidak diketahui), namun dapat juga diakibatkan oleh trauma di kepala, pembedahan di telinga atau oleh neuronitis vestibular (radang saraf vertibular). Prognosis umumnya baik, gejala akan menghilang secara spontan.

ilustrasi penderita vertigo perifer

ilustrasi penderita vertigo

Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam.

Vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam dapat dijumpai pada Penyakit Meniere atau vestibulopati berulang. Penyakit Meniere mempunyai trias gejala, yang disebut trias meniere yaitu: ketajaman pendengaran menurun (tuli), vertigo dan tinitus (telinga berdenging).

Rasa penuh ditelinga atau rasa telinga tertekan biasanya ditemukan pula. Mula-mula gangguan pendengaran ialah pada frekuensi yang rendah dan berfluktuasi, dengan eksaserbasi, yang bersamaan waktunya dengan episode vertigo serta peningkatan tinitus. Usia penderita biasanya di antara 30-60 tahun pada permulaan munculnya penyakit, namun didapat Variasi yang besar. Pada sekitar 30-50% akhirnya kedua telinga terlibat.

Biasanya penyakit Meniere dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis. Pemeriksaan fisik mungkin menunjukkan adanya penurunan pendengaran dan kesulitan dalam berjalan “tandem” dengan mata tertutup. (Berjalan tandem ialah berjalan dengan telapak kaki lurus ke depan. Bila menapak tumit kaki yang satu menyentuh jari kaki lainnya dan membentuk garis lurus ke depan).

Ketajaman pendengaran perlu diperiksa, misalnya dengan pemeriksaan audiometry Hal ini dibutuhkan untuk menentukan beratnya penurunan ketajaman pendengaran serta untuk mengikuti perjalanan penyakit.

Pemeriksaan elektronistagmografi sering memberikan bukti bahwa terdapat penurunan fungsi vestibular perifer. Perjalanan yang khas dari penyakit Meniere ialah terdapat kelompok serangan-serangan vertigo yang diantarai (diselingi) oleh masa remisi.

Didapat kemungkinan bahwa penyakit akhirnya berhenti, tidak kambuh lagi pada sebagian terbesar penderitanya, dan meninggalkan penderitanya dengan cacat pendengaran berupa tuli (berbagai tingkatan) dan tinitus; dan sesewaktu penderita mengalami disekuilibrium (gangguan keseimbangan) namun bukan vertigo. Penderita yang mengidap sifilis stadium 2 atau stadium 3 yang dini mungkin mengalami gejala yang serupa dengan penyakit Meniere. Jadi kita harus memeriksa kemung-kinan sifilis pada tiap penderita penyakit Meniere.

Serangan vertigo yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu

Neuronitis vestibular merupakan kelainan yang sering datang ke unit darurat. Pada penyakit ini, mulainya vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya ialah mendadak, dan gejala ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Sering penderita merasa lebih lega, namun tidak bebas sama sekali dari gejala, bila ia berbaring diam.

Fungsi pendengaran tidak terganggu pada neuronitis ves­tibular

Neuronitis vestibular ini mungkin disebabkan oleh virus. Infeksi virus pada saraf vestibular. Penyakit ini jarang berulang. Pada pemeriksaan fisik mungkin dijumpai nistagmus, yang menjadi lebih besar amplitudonya bila pandangan dilirikkan menjauhi telinga yang terkena. Penyakit ini akan mereda secara gradual dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu.

Pemeriksaan elektronistagmografi (ENG) menunjukkan penyembuhan total pada beberapa penderita, namun pada sebagian besar penderita didapatkan gangguan vestibular ber­bagai tingkatan. Tambahan pula pada beberapa penderita timbul Vertigo posisional benigna.

Pada penderita dengan serangan vertigo yang mendadak harus ditelusuri kemungkinan stroke serebelar. Nistagmus yang barsifat sentral pada penyakit serebelar tidak berkurang bila dilakukan fiksasi visual, yaitu mata memandang kepada satu benda yang tidak bergerak. Dan nistagmus dapat berubah arah bila arah pandangan berubah.

Nistagmus perifer pada neuronitis vestibular lebih meningkat bila pandangan diarahkan menjauhi telinga yang terkena dan mengurang bila dilakukan fiksasi visual. Pada nistagmus perifer, nistagmus akan berkurang bila kita memfiksasi pandangan kita ke suatu benda.

Contoh penyebab vertigo oleh gangguan sistem vestibular yang perifer ialah : mabok kendaraan, neuronitis vestibular, vertigo posisional benigna, penyakit Meniere, vertigo pasca trauma.

Contoh gangguan di sentral (batang otak, serebelum) yang dapat menyebabbkan vertigo ialah : iskemia batang otak, tu­mor di fossa posterior, migren basiler.

Itulah sekilas mengenai verigo perifer jika anda mengalaminya segera periksakan diri ke dokter saraf.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer