Polisitemia vera adalah gangguan sumsum tulang yang menyebabkan jumlah sel-sel darah merah menjadi berlebihan. Kita tahu bahwa sel darah merah (eritrosit) memiliki peran penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, namun apabila jumlah eritrosit terlalu banyak malah akan menimbulkan masalah kesehatan yang juga berbahaya.

Mengingat pentingnya fungsi eritrosit, banyak yang menderita akibat kekurangan darah merah atau anemia, bahkan sampai sampai dicarikan pendonor untuk memenuhi kadar standar, namun kelebihan sel darah merah atau polisitemia juga merupakan penyakit yang tak kalah membahayakan, karena bisa menimbulkan berbagai masalah pada sistem sirkulasi.

polisitemia vera

pengambilan darah untuk pengobatan polisitemia

Darah dialirkan ke seluruh bagian tubuh dengan sistem sirkulasi yang terdiri dari jantung, pembuluh darah vena dan arteri. Ketika terdapat terlalu banyak sel darah merah yang ada dalam pembuluh darah, maka bahaya yang bisa terjadi yaitu terbentuknya bekuan dalam pembuluh darah yang terdiri dari gumpalan oleh beberapa sel darah merah.

Banyak orang dengan kondisi ini dengan mudah mengabaikan gejala awal seperti rasa lemas atau lelah. Padahal apabila tidak diobati atau ditangani, polisitemia vera (PV) bisa berubah menjadi kondisi serius akibat berkembangnya gumpalan darah yang semakin besar dan semakin banyak. Terutama ketika gumpalan darah memblokir aliran darah yang mengarah ke organ vital seperti jantung dan otak.

Meskipun hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan polisitemia vera, namun ada obat-obatan yang bisa mengantisipasi bahayanya karena obat ini bekerja dengan cara mencegah pembekuan darah. Oleh sebab itu obat harus selalu dikonsumsi.

Apa Penyebab Polisitemia vera?

penyebab polisitemia

Polisitemia vera merupakan penyakit langka yang terjadi lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita, dan jarang mengenai usia di bawah 40 tahun. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan mutasi gen yang disebut JAK2V617F. Gen JAK2 bertanggung jawab untuk membuat protein yang berperan dalam produksi sel-sel darah. Mutasi adalah perubahan atau kerusakan DNA tubuh. DNA adalah penyusun gen yang bertanggung jawab untuk semua karakteristik fisik, mulai dari warna mata, sidik jari dan semuanya.

Sel-sel darah merah dibuat di sumsum tulang. Produksi sel darah ini seharusnya diatur dengan ketat sehingga menghasilkan jumlah yang normal. Jika seseorang memiliki Polisitemia Vera, maka sumsum tulang akan menghasilkan terlalu banyak sel darah merah yang membuat darah begitu kental.

Apa Gejala Polycythemia Vera?

gejala polisitemia

Gejala awal dari Polisitemia vera adalah penyakit fisik umum dan dapat dengan mudah diabaikan oleh pasien. Namun, jika tidak diobati PV dapat menyebabkan pembekuan darah, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Gejala awal polisitemia meliputi:

Jika terjadi gumpalan darah, maka bisa menimbulkan komplikasi signifikan seperti:

  • serangan jantung
  • deep vein thrombosis (DVT), pemebekuan darah di dalam vena.
  • stroke

Lebih lanjut, bisa juga terjadi komplikasi fatal yang meliputi:

  • stroke iskemik, stroke yang disebabkan oleh hilangnya suplai darah ke otak
  • emboli paru, gumpalan darah di paru-paru
  • kematian hemoragik, kematian akibat pendarahan yang biasanya dari perut atau bagian lain dari saluran pencernaan

Jika dokter mencurigai bahwa Anda mungkin memiliki Polisitemia, maka dokter akan menganjurkan tes darah yang disebut hitung darah lengkap (CBC = complete blood count). Tes CBC akan memperlihatkan berapa jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, jumlah Hb atau hemoglobin (protein yang membawa oksigen) dalam darah merah, serta berapa banyak ruang (volume) yang diambil oleh sel-sel darah merah dalam darah. Jika seseorang memiliki Polisitemia Vera, maka persentase yang luar biasa besar dari volume darah yang diambil oleh sel-sel darah merah, menujukkan bahwa darah begitu kental.

Baca: 100 Makanan Penambah Darah untuk Tingkatkan Kadar Hb

Bagaimana Pengobatan Polisitemia?

pengobatan polisitemia

Polisitemia vera merupakan penyakit kronis dan tidak dapat disembuhkan. Satu-satunya cara untuk mengobati penyakit ini adalah melalui manajemen gejala dan pencegahan komplikasi. Dokter akan mengobati pasien berdasarkan risiko mereka terhadap pembekuan darah, jadi bisa berbeda antar pasien sebegai berikut.

Pasien dengan Risiko Pembekuan Rendah

Mereka yang tergolong pasien dengan risiko rendah terhadap pembekuan darah meliputi:

  • orang di bawah 60 tahun tanpa riwayat pembekuan darah
  • orang dengan tekanan darah rendah dan kolesterol rendah
  • orang-orang yang tidak merokok

Perawatan bagi mereka yang berisiko rendah termasuk proses mengeluarkan darah rutin dan aspirin dosis rendah. Proses mengeluarkan darah maksudnya adalah mengeluarkan darah dari pembuluh darah melalui prosedur medis. Darah dikeluarkan setiap hari atau hampir setiap hari sambil dipantai melalui tes CBC sampai terjadi penurunan jumlah sel darah merah.

Dokter mungkin meresepkan aspirin dosis rendah untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah. Oleh sebab itu, Aspirin dosis rendah secara signifikan dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Baca: Obat Pengencer Darah dan Efek Samping

Pasien dengan Risiko Pembekuan Rendah Tinggi

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah termasuk:

  • riwayat bekuan darah sebelumnya
  • bertambahnya usia
  • tekanan darah tinggi
  • diabetes

Pasien berisiko tinggi mungkin memerlukan perawatan yang lebih khusus, baik menggunakan HU atau interferon alfa.

  • HU menekan produksi sel darah merah. Hal ini bisa mengurangi risiko pembekuan, tetapi meningkatkan risiko leukemia.
  • Interferon alfa membantu mencegah penggumpalan darah tapi harganya mahal dan memiliki risiko tinggi untuk terjadinya demam dan efek samping seperti flu. Pasien dengan tiroid dan / atau gangguan mental tidak boleh menggunakan obat ini.

Pada bulan Desember 2014, Food and Drug Administration AS menyetujui Jakafi (ruxolitinib) untuk pengobatan PV. Dokter meresepkan Jakafi untuk pasien yang tidak dapat mentolerir HU atau yang jumlah sel darah merahnya tetap tinggi meskipun telah menggunakan HU. Obat ini bekerja dengan menghambat faktor pertumbuhan yang bertanggung jawab dalam produksi sel-sel darah merah dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Pengobatan bekerja untuk mengurangi jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang dan mencegah gumpalan darah dari pembentukan.Pasien yang benar-benar mengikuti pengobatan mungkin dapat hidup tanpa komplikasi.

Sumber artikel: