Proneuron adalah obat bermerek yang mengandung kombinasi dua bahan aktif, yaitu metamizole dan diazepam. Obat ini digunakan untuk meredakan rasa sakit sedang hingga berat, seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri kolik, pasca operasi dan juga sebagai penenang.

Mengenal Obat Proneuron

Di apotek obat Proneuron tersedia dalam bentuk kaplet dengan komposisi tiap kaplet sebagai berikut:

  • Metamizole/Methampirone 500 mg
  • Diazepam  2 mg

proneuron

Metamizole adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid, nama lainnya Antalgin (metampiron). Obat ini berfungsi sebagai penghilang rasa sakit, antispasmodic (meredakan nyeri kolik akibat kejang otot polos), meredakan peradangan dan menurunkan demam. Diabsorpsi baik melalui saluran pencernaan dengan waktu paruh 1 hingga 4 jam.

Diazepam adalah obat golongan benzodiazepine yang bekerja pada sistem saraf otak untuk memberikan efek penenang. Lebih lanjut obat ini digunakan untuk mengatasi kecemasan, susah tidur, kejang, dan sebagainya. Diserap baik melalui saluran pencernaan dengan konsentrasi plasma puncak dicapai setelah 15-90 menit. Waktu paruh bervariasi antara 20-70 jam.

Indikasi

Proneuron obat apa? Dengan memperhatikan kedua kombinasi obat di atas, maka obat proneuron dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit dengan derajat sedang sampai berat:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Nyeri haid
  • Nyeri kolik
  • Nyeri setelah operasi

Dimana diperlukan kombinasi dengan tranquillizer (penenang).

Kontraindikasi

Seperti halnya obat-obatan lain, Proneuron juga tidak semua orang bisa menggunakannya. Obat ini dikontraindikasikan kepada:

  • Orang yang memiliki alergi terhaadap metamizole (antalgin), diazepam, dan komponen lain dari obat.
  • Bayi dibawah 6 bulan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Orang yang memiliki darah rendah (tekanan darah sistolik < 100 mmHg).
  • Orang yang memiliki depresi pernafasan
  • Orang dengan gangguan paru-paru akut.
  • Orang dengan glaukoma sudut sempit.
  • Orang dengan gangguan psikosis akut.

Dosis Proneuron dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat ditentukan oleh dokter, adapaun dosis lazim yang direkomendasikan adalah:

  • Dewasa: satu kaplet 1-3 kali sehari, tidak boleh melebihi dosis maksimum 4 kaplet sehari.
  • Digunakan ketika perlu saja, tidak untuk penggunaan jangka panjang.

Sebaiknya diminum segera setelah makan dengan air putih secukupnya (minimal 1 gelas).

Efek Samping Proneuron

Seperti halnya obat-obatan lain, obat ini juga berpotensi menimbulkan efek samping. Adapun beberapa efek samping Proneuron yang telah diketahui antara lain.

  • Reaksi alergi bagi orang yang sensitif, seperti ruam kemerahan pada kulit, gatal, dan pembengkakan.
  • Sedasi atau mengantuk, kelelahan, dan ataksia atau gerakan tubuh tak disadari.
  • Konstipasi atau susah buang air besar.
  • Depresi
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Tekanan darah rendah
  • Jaundice atau kuning pada kulit dan mata
  • Perubahan libido atau gairah seksual
  • Tremor atau gemetaran
  • Pusing
  • Retensi urin atau susah BAK.
  • Agranulositosis

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan obat proneuron, perhatikan beberapa aspek keamanan obat berikut ini:

  • Selama menggunakan obat ini, tidak diperkenankan mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Proneuron tidak direkomendasikan untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala flu, rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis, dan sindroma bahu-lengan.
  • Tidak boleh digunakan dalam jangka panjang, karena berpotensi menyebabkan agranulositosis yang bisa berakibat fatal.
  • Harap waspada apabila digunakan pada orang yang memiliki gangguan pembentukan darah/kelainan darah, gangguan fungsi hati atau ginjal. Pada kondisi ini, diperlukan pemeriksaan faal hati dan darah pada penggunaan yang cukup lama.
  • Harap waspada apabila digunakan pada orang dengan depresi berat atau yang mempunyai kecenderungan melakukan bunuh diri.
  • Obat proneuron berpotensi menimbulkan kelemahan otot dan ketergantungan secara fisik dan psikologi.
  • Harap menghentikan penggunaan proneuron apabila ditemukan adanya reaksi-reaksi paradoksial seperti keadaan-keadaan hipereksitasi akut, kecemasan, halusinasi dan insomnia atau gangguan tidur.
  • Hati-hati jika digunakan bersama dengan obat-obat depresan Sistem Saraf Pusat ataupun alkohol, karena bisa meningkatkan efek depresan.