Sepsis adalah sakit parah akibat peradangan seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi, hal ini terjadi ketika aliran darah dipenuhi oleh zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh dengan tujuan untuk melawan infeksi, namun upaya sistem imun ini justru dapat memicu respon inflamasi seluruh tubuh dan memicu kerusakan beberapa sistem organ, menyebabkan organ-organ penting gagal bekerja.

Banyak yang mengira bahwa sepsis sama dengan septikemia atau infeksi darah, pemahaman seperti ini kurang tepat karena pada sepsis infeksi tidak hanya terjadi pada darah, tetapi juga organ-organ di seluruh tubuh. Adapun septikemia adalah kondisi yang terjadi akibat masuknya bakteri ke aliran darah dan dapat memicu sepsis.

sepsis mediskus

Jika sepsis berkembang menjadi syok septis atau syok septik, maka tekanan darah bisa menurun drastis dan apabila tidak cepat tertolong, maka bisa menyebabkan kematian.

Waspadalah, siapapun bisa mengalami sepsis, tapi umumnya dialami oleh orang usia lanjut atau orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Jika pengobatan dini segera dilakukan, biasanya dengan antibiotik dan sejumlah besar cairan infus, maka kesempatan untuk bertahan hidup bisa lebih baik.

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Sepsis

Para ahli membagi gejala klinis sepsis menjadi tiga tahap, dimulai dengan sepsis lalu sepsis berat dan akhirnya syok septik. Tujuan dari pembagian ini adalah untuk memudahkan mengenali sehingga bisa diupayakan pengobatan sepsis selama tahap awal, sebelum berubah menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

# Sepsis

Seseorang dikatakan mengalami sepsis, apabila ia menunjukkan setidaknya dua dari kriteris sepsis berikut, ditambah adanya infeksi pada tubuh:

  • Suhu tubuh di atas 101 F (38,3 C) atau di bawah 96,8 F (36 C)
  • Denyut jantung yang lebih cepat dari 90 per menit
  • Laju pernapasan yang lebih cepat dari 20 kali menit

# Sepsis berat

Seseorang dikatakan masuk ke dalam sepsis berat, apabila kriteria di atas telah terpenuhi dan disertai dengan minimal salah satu gejala berikut ini:

  • Cairan urin yang keluar sangat sedikit, atau penuruan output urine
  • Status mental mental mendadak berubah, misalnya kesadaran menurun
  • Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia)
  • Sulit bernafas
  • Ketidaknormalan fungsi jantung dalam memompa darah
  • Sakit perut

# Syok septik

Seseorang dapat didiagnosis syok sepsis apabila mengalami sepsis yang berat ditambah tekanan darah yang sangat rendah yang tidak bisa diatasi dengan pemberiaan cairan (infus) sederhana.

Kasus sepsis paling sering dialami oleh orang yang dirawat di rumah sakit. Orang-orang di unit perawatan intensif (ICU) sangat rentan terhadap infeksi, yang kemudian dapat menyebabkan sepsis.

Meskipun sepsis adalah penyakit yang berpotensi mengancam nyawa, namun kondisi ini berkisar dari ringan hingga berat. Pada kasus yang ringan kemungkinan selamat lebih tinggi. Sedangkan pada kasus berat seperti syok septik memiliki tingkat kematian 50 persen.

Sepsis berat atau syok septik juga dapat menyebabkan komplikasi. Gumpalan darah dapat membentuk di seluruh tubuh. Gumpalan ini menghambat aliran darah dan oksigen ke organ-organ vital dan bagian tubuh lainnya. Hal ini meningkatkan risiko kegagalan organ dan kematian jaringan.

Berbagai Penyebab Sepsis

Semua jenis infeksi baik bakteri, virus ataupun jamur dapat menyebabkan sepsis, namun kondisi infeksi yang paling sering menyebabkan sepsis adalah sebagai berikut:

  • Pneumonia atau paru-paru basah
  • Infeksi perut
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi darah (bakteremia)

Faktor pendukungnya antara lain:

  • Lansia dan anak-anak. Lansia di atas 65 tahun merupakan kelompok usia yang lebih rentan untuk mengalami sepsis.  Anak-anak kecil juga rentan mengalami sepsis karena sistem imun yang belum berkembang sepenuhnya.
  • Bakteri Resisten. Banyak jenis bakteri yang sudah kebal dan dapat melawan efek dari antibiotik yang pernah digunakan untuk membunuh bakteri kerabatnya. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik sering menjadi akar penyebab infeksi yang akhirnya dapat memicu sepsis.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemash, misalnya penderita HIV, menjalani pengobatan kanker atau obat-obatan transplantasi.
  • Sudah sangat sakit, sering di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit
  • Memiliki luka atau cedera, seperti luka bakar
  • Menggunakan perangkat invasif, seperti kateter intravena

 Diagnosis

Jika Anda memiliki gejala sepsis, dokter akan merekomendasikan tes untuk memastikan (diagnosis) dan menentukan keparahan infeksi yang Anda alami.Salah satu tes pertama yang dilakukan adalah tes darah. Darah akan diperiksa untuk mengetahui kondisi-kondisi terkait sebagai berikut:

  • infeksi
  • masalah pembekuan
  • masalah pada fungsi hati dan fungsi ginjal
  • penurunan jumlah oksigen
  • ketidakseimbangan mineral yang disebut elektrolit yang mempengaruhi jumlah air dalam tubuh serta keasaman (pH) darah

Tergantung pada gejala yang Anda alami dan berdasarkan hasil pemeriksaan darah, lebih lanjut dokter dapat menganjurkan pemeriksaan apabila diperlukan, termasuk:

  • tes urine (untuk memeriksa bakteri dalam urin)
  • tes sekresi luka (untuk memeriksa luka terbuka untuk infeksi)
  • tes sekresi lendir (untuk mengidentifikasi kuman yang menyebabkan infeksi)

Jika dokter tidak dapat menentukan sumber infeksi dengan menggunakan tes di atas, maka dokter akan menganjurkan pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat organ-organ dalam tubuh, beberapa pilihan pemeriksaan antara lain:

  • Sinar-X atau rongsen untuk melihat kondisi paru-paru dan tulang
  • Computed tomography (CT) scan untuk melihat kemungkinan infeksi pada usus buntu, pankreas, atau daerah usus
  • Ultrasound (USG) untuk melihat infeksi di kandung empedu atau ovarium
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang dapat mengidentifikasi infeksi jaringan lunak.

Pengobatan Sepsis

Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian jika tidak diobati. Dokter akan  menggunakan sejumlah obat untuk mengobati sepsis, termasuk:

  • Antibiotik melalui IV atau langsung disuntikkan ke pembuluh darag untuk melawan infeksi. Pengobatan dengan antibiotik harus dimulai segera, dalam waktu enam jam pertama. Awalnya akan diberikan antibiotik spektrum luas, yang efektif terhadap berbagai bakteri. Setelah mempelajari hasil tes darah, dokter mungkin beralih ke antibiotik yang berbeda yang lebih tepat terhadap bakteri penyebab infeksi.
  • Obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah. Disebut juga sebagai agen vasopresor. Jika tekanan darah tetap begitu rendah bahkan setelah menerima cairan infus, maka mungkin akan diberi obat-obat vasopressor ini yang bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah dan membantu meningkatkan tekanan darah.
  • Insulin untuk menstabilkan gula darah.
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
  • Obat penghilang rasa sakit.

Sepsis berat mungkin juga memerlukan sejumlah besar cairan IV (infus) dan respirator untuk bernafas. Dialisis atau cuci darah mungkin diperlukan jika ginjal juga ikut terkena. Kita tahu bahwa ginjal berperan untuk penyaring limbah berbahaya dalam darah dan mengatur keseimbangan garam atau elektrolit dan cairan. Cuci darah dimaksudkan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut, karena ginjal sedang terganggu fungsinya. Lebih lanjut silahkan baca: Cuci Darah (Dialisis) untuk Gagal Ginjal

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi, termasuk menguras abses nanah atau menghapus jaringan yang terinfeksi.

Sangat penting untuk diingat bahwa sepsis adalah keadaan darurat medis yang setiap menit dan jam bisa menyebar dengan cepat. Oleh sebab itu, apabila ada yang mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.