Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim

Siang dok, usia saya 21 th dan saya belum memiliki anak. saat saya berhubungan intim vagina saya berdarah padahal saya baru selesai masa haid dua hari, di hari ketiga saya berhubungan intim vagina keluar darah setelah itu ke esokan hari nya masih mengeluar kan darah tetapi lebih sedikit dan sebelum nya selama saya berhubungan intim tidak pernah seperti ini.apakah ini berbahaya atau ada hal lain nya dok? atau saya harus memeriksakan nya langsung ? saya mohon jawaban sejelas jelas nya dok, karna saya sangat khawatir. terimakasih dok.

 

Jawab dokter:

Selamat malam.

Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Keluar darah dari vagina pasca berhubungan intim bisa disebabkan karena beberapa hal. Beberapa kemungkinan penyebab keluhan ini antara lain:

  1. Vagina yang kering karena kurangnya lubrikasi (pelumas) yang dihasilkan saat pasangan melakukan “foreplay” atau bisa terjadi karena penurunan kadar hormon estrogen sehingga menyebabkan terjadi lecet pada mukosa vagina dan menimbulkan perdarahan.
  2. Infeksi pada vagina, serviks (mulut rahim) atau organ reproduksi lainnya juga bisa menimbulkan keluhan keluar darah pasca berhubungan seks.
  3. Peradangan pada panggul (pelvic inflamatory disease/ PID) akibat infeksi pada saluran reproduksi dan panggul
  4. Tumor atau kanker pada organ reproduksi misalnya karena kanker serviks atau kanker mulut rahim. Akibat kanker ini maka mudah sekali terjadi perdarahan dari vagina meskipun hanya akibat sentuhan ringan di bagian mulut rahim.
  5. Penyebab lainnya

Untuk memastikan penyebab keluhan anda perlu dilakukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Pemeriksaan fisik dan ataupun pemeriksaan penunjang penting dilakukan guna menegakkan diagnosis penyakit yang anda alami.

Silakan baca artikel berikut ini:

Penyebab Miss V Berdarah Setelah Berhubungan Suami Istri

Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer