Penyebab Anak Susah Makan dan Tips Ampuh Menyiasati

Ada banyak alasan kenapa anak susah makan sehingga diperlukan banyak siasat untuk mengatasinya, apapun caranya kita harus mengupayakan agar anak mau makan. Hal ini sangat untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal.

Untuk mempertahankan hidupnya setiap manusia membutuhkan makanan dan air. Kebutuhan asupan yang mencukupi merupakan syarat utama dalam menjaga fungsi tubuh yang optimal. Asupan yang mencukupi dapat diketahui dengan menerapkan pola gizi seimbang. Ada beberapa kelompok yang sangat rentan akan pemenuhan zat gizi, salah satunya adalah kelompok anak-anak. Artinya, anak-anak harus mencukupi asupan makanannya sesuai dengan pesan gizi seimbang. Selain itu asupan gizi yang seimbang diperlukan untuk menjaga tumbuh-kembang anak agar tetap baik.

anak-susah-makan

Akan tetapi tidak sedikit anak memiliki masalah dengan makan. Salah satunya adalah anak susah makan, disamping masalah perilaku makan lain dan masalah klinis yang menyebabkan asupan pada anak yang kurang. Hal ini dapat berdampak kepada tidak tercukupinya kebutuhan gizi dan lebih lanjut dapat mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya atau bahkan gizi buruk.

Kelompok anak adalah kelompok yang sering menggunakan waktunya untuk di luar, baik waktu untuk digunakan sekolah dan waktu yang digunakan untuk bermain. Sehingga orangtua merasa kesulitan untuk memantau apa saja yang dikonsumsi oleh anak. Selain itu masih banyak juga orang tua memberikan sepenuhnya wewenang kepada anak dengan memberikan uang saku, padahal anak belum tentu menggunakannya dengan baik yaitu dengan membeli makanan yang bergizi, akan tetapi banyak yang digunakan untuk jajan sembarangan bahkan digunakan untuk dibelikan mainan. Alhasil dengan jajan sembarangan , anak merasa kenyang dan tidak mau makan lagi, padahal jajan yang dikonsumsinya tidak memiliki nilai gizi yang cukup. Selain masalah tersebut, banyak faktor yang menyebabkan anak susah makan.

Cermati, Kenapa Anak Susah Makan?

Berikut adalah penyebab anak susah makan :

# Pertumbuhan melambat

Sekitar usia dua atau tiga tahun, pertumbuhan balita mulai melambat, berikut juga dengan nafsu makan anak. Selain itu, masa anak-anak adalah waktu yang tepat untuk memulai memilih-milih makanan.  Hal Ini berlaku untuk anak-anak usia sekolah, pada rentang usia tersebut anak bisa menekan nafsu makannya dan mulai menyukai makan tertentu.

# Terlalu banyak tekanan

Penelitian menunjukkan bahwa anak anak yang dipaksa untuk mencicipi makanan memiliki nafsu makan kurang baik dan kurang sehat. Atau mereka mungkin melakukan hal yang sebaliknya yaitu makan secara berlebih dan mungkin terlalu banyak. Untuk anak-anak yang berada dalam fase memilih-milih makan, memaksa justru anak-anak akan mengganggu nafsu makan anak, sebab anak akan terasa kenyang lebih awal.

# Alergi Makanan

Beberapa anak tidak makan dengan baik dikarenakan alergi makanan, terutama jika mereka memiliki banyak faktor penyebab alergi makanan. Dengan melakukan banyak pembatasan makanan dan keterbatasan diet, anak-anak ini mungkin bosan dengan makanan sehari-hari mereka dan pada akhirnya anak susah makan.

# Rasa Pahit

Rasa pahit yang berlebih pada jenis bahan makanan tertentu dapat mengakibatkan anak susah makan. Apalagi untuk anak-anak yang selektif dalam memilih makanan. Kebanyakan anak lebih menyukai rasa yang manis daripada rasa pahit atau hambar pada sayuran. Hal ini menyebabkan anak susah untuk makan sayuran yang disajikan di rumah.

# Tekstur Makanan

Beberapa anak mungkin tidak menyukai tekstur makanan tertentu, seperti makanan lembek, basah atau licin, dan akan menghindari makanan tersebut. Selain itu anak-anak mungkin sensitif terhadap penampilan atau bau makanan. Hal tersebut dapat membatasi diet, yang menyebabkan makan yang buruk dan gizi yang tidak tercukupi.

# Makanan Cepat Saji

Anak prasekolah lebih tertarik pada makan makanan cepat saji semacam Hot Dog Fried Chicken, Hamburger , dan menjadikannya makanan yang paling favorit. Hal ini dapat mengakibatkan seperti “tidak makan” tetapi kemungkinan besar anak tersebut cukup makan, hanya saja tidak cukup gizi karena kurang beragamnya makanan yang dikonsumsi. Hal in dapat menyebabkan masalah gizi yang lebih spesifik seperti penyakit akibat kekurangan mikronutrien tertentu.

# Sering Jajan

Kebanyakan pada kelompok anak lebih suka untuk jajan dibandingkan makan yang disajikan di meja makan. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan pola makan buruk yang dikarenakan nafsu makan yang kurang. Banyak sekali nutrisi yang tidak dapat dipenuhi dengan hanya mengkonsumsi jajan saja. Biasanya orang tua menyiasati dengan membawakan bekal untuk di makan di sekolah.

# Gangguan Pola Makan

Anak-anak dan remaja kemungkinan mencoba untuk menurunkan berat badan, mengikuti gaya hidup dengan teman sekitar, atau karena mereka memiliki ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh yang mungkin gemuk ataupun kurus. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak sarapan atau melewatkan makan siang/malam, tidak mengkonsumsi makanan tertentu atau diet. Proses tersebut merupakan gangguan makan pada anak dan remaja. Pada akhirnya anak ataupun remaja yang memiliki gangguan makan akan kekurangan gizi atau sakit.

# Gangguan

Pada saat waktu makan, anak-anak mudah terganggu oleh TV atau mainan di meja, dan ini pada akhirnya mungkin memiliki dampak negatif pada nafsu makan. Anak akan lebih fokus terhadap apa yang mereka lihat atau yang mereka mainkan dibandingkan dengan mengkonsumsi makan yang telah disajikan. Jika berlangsung lama dan dibiarkan maka anak akan kurang asupan gizinya.

# Kelelahan

Pada akhir hari kegiatan anak di sekolah ataupun bermain, beberapa anak-anak akan kelelahan dan enggan untuk makan. Selain itu dengan penuhnya kegiatan anak di sekolah ataupun bermain terkadang anak mulai lupa akan jadwal makannya. Sehingga energi yang digunakan untuk beraktifitas tidak akan terganti dari asupan yang memadai.  Selain itu anak akan memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan ringan saja atau jajan.

# Penyakit

Ketika anak-anak sakit mereka cenderung memiliki nafsu makan kurang baik. Terlebih jika terdapat gangguan pada organ pencernaannya seperti tumbuhnya gizi ataupun gangguan lainnya. Hal ini sangat umum dan tidak perlu dikhawatirkan, karena nafsu makan akan membaik ketika anak-anak mulai merasa lebih baik atau sembuh. Selain itu pencegahan dehidrasi  adalah aspek yang paling penting dari mengelola penyakit pada anak.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

# Membuat Jadwal Makan

Anak-anak perlu makan setiap tiga sampai empat jam: tiga kali makan, dua makanan ringan, dan banyak cairan. Jika orang tua berencana untuk ini, diet anak akan jauh lebih seimbang dan ia akan berkurang rewelnya, karena ia tidak akan kelaparan. Jika dalam perjalana keluar orang tua diharapkan membawa tempat makan yang berisikan bekal sehingga anak akan memiliki jadwal yang teratur dalam makan. Selain itu dengan membuat jadwal akan membentuk kedisplinan dalam waktu makan dan membentuk pola makan yang baik pula.

# Rencana Menu Sarapan

Jika berpikir tentang menu mingguan untuk anak terlalu ketat, mulai dengan dua atau tiga hari pada suatu waktu untuk membuat sarapan. Sarapan yang baik tidak harus mewah, tetapi harus seimbang: roti gandum, beras, atau pasta; buah atau sayuran; dan sumber protein seperti daging tanpa lemak, keju, atau kacang. Membuat menu yang seimbang dan menarik pada sarapan membuat nafsu makan yang meningkat. Mulailah untuk merencanakan jadwal menu sarapan ataupun bekal untuk anak sekolah dengan baik.

# Menu Keluarga

Mulailah untuk membuat menu makan untuk satu keluarga. Hal ini akan membiasakan anak mengenai pola makan keluarga. Selain itu waktu makan bersama keluarga dapat memberikan keakraban dan kehangatan dalam suasana makan. Boleh saja untuk sekali-kali membuatkan menu makanan yang diinginkan oleh anak, akan tetapi jangan terlalu sering karena anak tidak akan mau mengkonsumsi makan yang telah disajikan dan yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.

# Mengendalikan Ucapan

Sebisa mungkin untuk tidak banyak mengkomentari akan apa yang anak anda makan. Anak mulai untuk mengenal makan yang mungkin baru bagi mereka atau anak mulai menyukai makanan yang mereka tidak suka. Terlalu memakasa dan mengomentari apa yang anak anda makan dapat mengakibatkan anak akan menolak kembali untuk makan dan nafsu makan akan berkurang.

# Memperkenalkan makanan baru secara perlahan-lahan

Secara alami anak-anak akan phobia terhadap amkanan tertentu. Hal ini karena anak belum terbiasa dan baru menganl bahan makan yang mereka makan. Cobalah untuk memberikannya secara perlahan seperti memberikan contoh misalkan tokoh kartun Popeye akan menjadi kuat dengan makan bayam. Hal kecil ini bisa menjadikan minat anak mengkonsumsi makan bayam meningkat.

Jika anak-anak tidak mau makan sayuran, cobalah dengan mencelupkannya. Beberapa orang tua melakukan percobaan pada anaknya untuk mencelupkan bahan makanan yang mereka suka dengan bahan makjanan yang tidak mereka suka. Sebagai contoh adalah anak mencelupkan potongan kentang untuk dicelupkan ke mayonese ataupun sambal yang pada dasarnya mereka hindari.

# Membuat Sarapan Pagi Cukup Serat

Kebanyakan keluarga tidak makan cukup serat setiap hari, dan sarapan adalah waktu yang tepat untuk memenuhi serat. Carilah sereal tinggi serat untuk memenuhi serat ataupun roti gandum utuh yang mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi. Anak-anak tidak akan peduli lagi terhadap kebutuhan serat pada saat disekolah ataupun pada saat waktu bermain. Terkadang anak-anak lebih menyukai jajan yang manis dan tidak memiliki nilai gizi yang mencukupi.

# Menaburi Gula

Pada dasarnya anak-anak menyukai makanan yang manis. Memperkenalkan sayuran dengan memberikan sedikit gula merupakan langkah yang cukup efektif dalam mengatasi anak susah makan. Seperti contoh adalah memperkenalkan bahan makanan wortel yang direbus dengan diberikan sedikit taburan gula bisa menariki minat pada anak untuk mengkonsumsinya, karena pada dasarnya sayur memiliki rasa pahit bahkan tidak berasa.

# Ikutkan dalam kegiatan penyajian

Jika anak-anak terlibat dalam memilih atau mempersiapkan makanan, mereka akan lebih tertarik untuk makan apa yang telah mereka ciptakan. Ini adalah trik menyiasati anak susah makan yang cukup efektif. Caranya, ajaklah mereka ke toko atau pasar, dan biarkan mereka memilih bahan makanan yang akan disajikan. Jika mereka sudah cukup umur, maka apabila memungkinkan ajaklah mereka untuk memotong sayuran dan ikut mengolahnya. Sehingga anak-anak akan merasakan makanan yang mereka ciptakan dengan penuh kepuasan.

# Tidak Melakukan Diet Ketat

Mengkonsumsi makanan yang kurang sehat kadang-kadang membuat mereka menjadi sangat dilarang. Seperti contoh adalah permen, soda, dan cookies. Contoh yang baik adalah membelikan sereal atau roti yang sehat sesuai dengan minat atau kesukaan dari anak misalkan roti gandum rasa coklat. Selain manfaat dari seral yang tinggi serat, jenis makanan ini juga disukai anak-anak sehingga tidak menggangu nafsu makannya

# Bersenang-senang

Waktu menyajikan makan adalah waktu yang tepat untuk bersenang-senang. Semakin kreatif penyajian makanan semakin besar peluang untuk meningkatkan nafsu makan anak bagi anak yang susah makan. Sebagai contoh adalah membuat wajah tersenyum pada makanan dan memberikan makanan nama yang lucu. Ataupun membuat brokoli menjadi rambut bayi ataupun pohon-pohonan.

# Menjadi panutan

Jika orang tua terus-menerus melakukan diet atau memiliki kebiasaan makan yang tidak menentu, maka anak-anak akan tumbuh berpikir bahwa perilaku semacam ini adalah normal. Berikan contoh pola makan yang baik bagi mereka. Hal ini dapat membentuk pola makan yang baik bagi anak dengan melihat contoh yang diberikan oleh orangtuanya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer