Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan

Pada saat kehamilan, tubuh bunda akan berubah seiring tumbuhnya janin di perut bunda. Tubuh bunda akan mengakomodasi pertumbuhan bayi dan kebutuhan bayi. Semakin bayi bunda tumbuh selama kehamilan, otot-otot perut bunda akan meregang untuk membuat ruang pertumbuhan bayi dan persiapan kelahiran.

Setelah melahirkan diperlukan waktu untuk mengembalikan bentuk perut seperti semula, agar lebih cepat maka diperlukan cara mengecilkan perut setelah melahirkan. Dalam upaya tersebut maka diperlukan olahraga dan pengaturan makanan.

Khusus bagi ibu yang melahirkan sesar, silahkan baca: 10 Metode Efektif Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan Sesar

setelah melahirkan

Cara Mengecilkan Perut setelah Melahirkan dengan Berolahraga

Untuk melakukan olahraga harus bunda yakinkan terlebih dahulu kepada dokter, apakah sudah diperbolehkan untuk berolahraga dan apa olahraga yang boleh dilakukan setelah melahirkan. Tetapi ada beberapa latihan otot sederhana yang bisa dimulai 2 hari setelah melahirkan.

Yang pertama dapat dilakukan adalah bernapas dalam atau pengaturan nafas. Pengaturan nafas, dengan pengambilan nafas panjang dapat melatih kekuatan otot dan kulit bunda. Melatih pernafasan dengan cara mengambil nafas dalam melalui hidung, rasakan dada dan perut bunda mengembang dan keluarkan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut dan rasakan sampai perut mengempis optimal. Latihlah olahraga sederhana ini sebanyak lima kali.

Berikan ASI kepada anak bunda, menyusui secara eksklusif. Menyusui akan membakar kalori dan mengeluarkan hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi ini menyebabkan rahim mengecil dan membantu rahim dan perut bunda kembali ke ukuran semula.

Berdiri tegak lurus dan tahan otot perut. Tahan posisi ini dan lakukan sambil bernafas. Posisii ini bertujuan untuk mengkontraksikan otot perut sehingga otot perut kencang kembali. Lakukan hal tersebut beberapa kali sehari. Latihan bisa dilakukan pada saat duduk ataupun pada saat berbaring.

Apabila setelah berkonsultasi dengan dokter dan bunda sudah bisa memulai olahraga, maka mulailah latihan panggul seperti senam kaegel dengan bertujuan mengencangkan otot panggul.

Bila sudah bisa berolahraga dengan bebas maka lakukan aerobik. Latihan aerobik bisa membantu membakar kalori dari kelebihan lemak, secara keseluruhan termasuk lemak di perut dan baik untuk jantung. Baca juga: Cara Cepat Membakar Lemak Perut

mengecilkan perut

Cara Mengecilkan Perut setelah Melahirkan dengan Mengatur Pola Makan

Mengatur pola makan tidak kalah pentingnya. Hati-hati jangan diet terlalu cepat. Tunggu sampai setidaknya 3 bulan atau 6 bulan setelah melahirkan. Apalagi bila bunda memberikan ASI eksklusif kepada bayi bunda. Bunda harus memberikan nutrisi yang cukup untuk bayi bunda. Bila bunda melakukan diet terlalu cepat, hal tersebut juga bisa menggangu masa pemulihan setelah melahirkan.

Hindari kalori yang berlebihan. Seperti makanan yang gulanya berlebihan, karbohidrat sederhana, dan lemak yang tidak sehat, hal-hal tersebut menyebabkan kenaikan berat badan. Walaupun makanan-makanan berikut ini merupakan makanan favorit bunda seperti es krim, soda, pastry, dan macam-macam dessert bisa meneyebabkan menimbunnya lemak di perut. Oleh karena itu untuk menunjang upaya mengecilkan perut setelah melahirkan, maka perbanyaklah makan sayur dan buah dengan tujuan meningkatkan konsumsi serat. Baca juga: Tips Diet untuk Ibu Menyusui

Perhatikan ukuran porsi. Setelah kehamilan, upayakan makan dengan porsi yang lebih kecil, hal tersebut akan membantu menurunkan berat badan. Setelah melahirkan bunda tidak lagi makan untuk dua orang, tidak seperti pada saat kehamilan. Usahakan selalu sarapan pada pagi hari, sarapan dipagi hari akan memulai proses metabolisme tubuh bunda lebih aktif dan mencegah bunda kelaparan dan makan berlebihan sepanjang hari. Minum lebih banyak air, hal ini membantu bunda mencegah dehidrasi dan membantu masa pemulihan.

Demikian tips cara untuk mengecilkan perut bunda setelah melahirkan. Semoga bermanfaat untuk bunda sekalian..^_^

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer