Cara Ampuh Menghilangkan Kapalan

Mungkin istilah “Kapalan” cukup familiar di masyarakat kita, namun beberapa mungkin belum mengetahui apa sebenarnya kapalan itu secara lebih dalam. Penyebabnya apa, Kenapa bisa mengganggu, dan bagaimana cara menghilangkan kapalan dengan efektif namun tetap aman.

Kapalan ( Bahasa kedokterannya: Callus ) merupakan penebalan dan pengerasan lapisan kulit yang terjadi karena respon pertahanan kulit terhadap gesekan dan tekanan yang terjadi terus menerus. Oleh karena itu kapalan sering terjadi pada telapak kaki, tangan dan jari-jari yang biasanya sering kontak dengan benda-benda. Dengan terbentuknya kapalan pada kulit maka kulit akan terlindungi dari luka atau lecet ketika bergesakan lagi dengan benda-benda yang lebih keras atau kasar.

Oleh karena itu, pada orang yang sehat kapalan ini tidaklah berbahaya dan tak perlu di hilangkan. Namun suatu ketika kapalan dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau masalah seperti nyeri atau rasa sakit dan mengganggu penampilan maka harus diatasi. Cara menghilangkan kapalan dengan mudah yaitu menghindari penyebabnya yakni gesekan dan tekanan yang sebelumnya terjadi kita hindari, maka lambat laun kapalan akan menyusut dan menghilang dengan sendirinya.

obat kapalan

kapalan pada telapak tangan

Khusus pada orang dengan diabetes melitus (kencing manis) atau kondisi lain yang menyebabkan aliran darah yang buruk ke kaki, maka akan berisiko lebih besar terhadap komplikasi dari kapalan ini karena dapat menimbulkan luka (borok), terutama pada pasien kencing manis, luka tersebut akan sulit sembuh. Oleh karena itu kapalan pada individu seperti ini harus diatasi atas rekomendasi dokter, jangan melakukan cara menghilangkan kapalan yang akan saya sampaikan disini.

Berikut langkah-langkah sederhana menghilangkan kapalan pada telapak kaki, tangan, jari-jari dan bagian kulit lainnya.

  • Rendam kaki dengan air hangat kurang lebih 20 menit,
  • Setelah itu gosok tepat pada kulit yang kapalan secara perlahan menggunakan batu apung
  • Jangan sekali-kali menggunting kapalan sendiri dengan menggunakan pisau atau benda tajam lainnya. Karena selain berisiko infeksi karena tidak sterilnya alat, jika timbul luka akan dapat menyulitkan di kemudian hari, khususnya para penyandang diabetes.
  • Lakukan cara ini setiap hari hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

Jika cara di atas masih belum memuaskan, lakukan cara menghilangkan kapalan yang lebih ampuh berikut ini:

Pada langkah ini kita gunakan Asam salisilat untuk menghilangkan kapalan. Asam salisilat memiliki sifat keratolitik, yang berarti dapat melarutkan protein (keratin) yang membentuk kapalan. Sekarang sudah ada larutan yang mengandung asam salisilat ini yang dijual bebas di toko obat atau apotek diantaranya yang bermerek Callusol. Pastikan baca aturan pakainya secara seksama.

Agar efektif dalam menghilangkan kapalan berikut langkah-langkah penggunaannya:

  • Ambil kapas atau kasa secukupnya disesuaikan dengan luas permukaan kapalan.
  • Cuci bersih dengan sabun bagian kulit yang kapalan, lalu keringkan.
  • Tuang larutan yang mengandung asam salisilat (Callusol) secukupnya pada kapas atau kasa tadi.
  • Kemudian tempelkan kapas yang telah dibasahi pada permukaan kapalan, Ingat hanya permukaan kulit yang kapalan saja yang ditempeli jangan sampai mengenai kulit yang normal, karena pada kulit yang tidak kapalan dapat menimbulkan rasa terbakar dan panas.
  • Kemudian tutuplah dengan plester.
  • Ulangi pemberian atau ganti kapas setiap kali habis mandi (PAGI DAN SORE)
  • Lihatlah hasilnya dalam beberapa hari kapalan akan mengeras kemudian mengelupas hingga tuntas.

Cara di atas juga bisa untuk menghilangkan mata ikan.

Kapan Harus ke Dokter?

  • Jika kapalan terasa sangat sakit atau meradang dengan ciri-ciri memerah dan membengkak, maka pergilah ke dokter.
  • Jika Anda memiliki diabetes atau aliran darah yang buruk, jangan ikuti langkah di atas tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  • Jika telah melakukan cara menghilangkan kapalan di atas namun tetap tidak berhasil, mungkin memerlukan tindakan pembedahan oleh dokter.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer