Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir)

Di tengah masyarakat kita tentu tidak asing lagi dengan istilah keseleo atau terkilir, apalagi bagi mereka yang aktif olah raga atau bekerja secara fisik yang rentan mengalaminya, sampai-sampai cara mengobati keseleo pun banyak yang merasa sudah tahu, apakah itu? ya, dipijat!

Namun, apakah mengobati keseleo dengan cara dipijat merupakan cara yang benar? atau justru malah memperparah? dan bagaimana menyembuhkan keseleo agar cepat sembuh? mari kita temukan jawabannya disini.

Untuk dapat mengobati keseleo dengan benar, maka kita harus tahu terlebih dahulu apa sebenarnya yang terjadi saat seseorang mengalami keseleo atau terkilir. Istilah kedokteran yang tepat untuk keseleo yaitu sprain. Sprain adalah cedera ligamen di sekitar sendi. Ligamen adalah jaringan serat yang fleksibel dan kuat yang menghubungkan antar tulang pada sendi. Ketika ligamen mengalami trauma atau cedera sehingga robek atau teregang terlalu jauh, maka sendi akan menjadi sakit dan membengkak.

Terkilir atau keseleo biasanya terjadi ketika seseorang jatuh, sendi terpelintir, atau terpukul dengan tekanan yang memaksanya bergerak dari posisi normal. Terkelir yang paling sering terjadi adalah keseleo pergelangan kaki, diikuti oleh keseleo pergelangan tangan dan ibu jari.

Bagaimana kita Bisa tahu apakah sendi kita mengalami Keseleo atau hanya memar otot?

Tanda-tanda keseleo dan memar (tegang) otot sangatlah mirip: rasa sakit mungkin ringan, sedang, atau berat. Keseleo memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan
  • Kekakuan sendi
  • Perubahan warna kulit, merah-kebiruan

Semakin parah keseleo, maka akan sangat sulit menggerakkan sendi yang terlibat karena sakit. Seseorang dengan keseleo pergelangan kaki yang ringan mungkin hanya bisa menggerakkan pergelangan kaki tapi hanya sedikit. Sementara itu, keseleo pergelangan kaki yang lebih parah dapat menyebabkan rasa yang begitu sakit dan membuat sulit atau tidak mungkin untuk berjalan.

Keselo ada derjatnya dari ringan ke berat dengan dinilai skala I sampai III:

  • Grade I : Peregangan ligamen atau robek yang sangat ringan, dengan hanya sedikit atau tidak ada ketidakstabilan pada sendi.
  • Grade II : Robekan ligamen yang lebih serius tapi masih belum lengkap.
  • Grade III : Ligamen benar-benar robek atau pecah. Ini bukan patah tulang, tapi rasanya mirip karena sering tidak mungkin untuk mengangkat beban pada sendi atau menggerakkan anggota badan pada sendi yang terkena.

Pengobatan Keseleo

Kebanyakan orang dapat mengobati keseleo ringan dengan menggunakan perawatan RICE yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Berikut cara benar mengobati keselo yang dapat Anda lakukan dirumah:

Kontrol Pembengkakan Dengan Terapi RICE

RICE adalah singkatan dari:

  • Rest (Istirahat). Istirahatkan daerah yang terkilir atau keseleo. Jangan menggerak-gerakkan atau menekan-nekan sendi keseleo apalagi memaksanya untuk berjalan atau memberinya beban. Tuh, gak boleh dipijat!
  • Ice (Es). Tempelkan (kompres) Es selama 15 menit setiap jam pada sendi yang terkilir. Jangan pernah menaruh es langsung pada kulit atau dapat merusak kulit. Oleh karena itu gunakan kain tipis untuk melapisinya. Kompres es ini akan mengurangi rasa sakit dan memar.
  • Compression (penekanan). Beri pelindung atau membungkus sendi dengan perban elastis pada sekitar sendi atau pergelangan. Hal ini berfungsi untuk meminimalkan peradangan, menyangga daerah tersebut, dan memberikan rasa nyaman. Balutan harus mantap, namun tidak boleh terlalu kencang agar tidak sampai menganggu aliran darah. Lama proses compersion ini bisa 1-2 hari jika ringan atau bahkan bisa 2 minggu jika tergolong keseleo yang berat.
obat keseleo

contoh penggunaan perban elastis

  • Elevation (peninggian). Tinggikan anggota gerak yang keseleo lebih tinggi dari jantung, hal ini akan mengurangi atau meminimalkan pembengkakan. Misalnya ketika keseleo pergelangan kaki maka katika berbaring ganjal kaki dengan bantal sedemikian rupa sehingga lebih tinggi dari dada.

Kelola Nyeri dan Peradangan dengan minum obat

Untuk meredakan rasa sakit dan peradangan, berikan obat anti-nyeri NSAID (non-steroid anti-inflamasi) seperti ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin (baca aturan pakai). Namun ingat, jangan memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Kapan Harus ke Dokter?

Keseleo yang lebih parah harus diperiksa oleh dokter. Dokter akan mengambil foto sinar-X (rongsen) untuk melihat apakah ada fraktur (patah tulang), atau pemeriksaan lain untuk menentukan tingkat keparahan keseleo yang pasien alami. Konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin jika ada gejala – gejala berikut ini:

  • Timbul suara krek pada saat cedera terjadi (curiga patah tulang).
  • Sendi atau anggota gerak tak dapat digerakkan setelah terjadi cedera atau trauma.
  • Ada mati rasa.
  • Terdapat pembengkakan yang signifikan, nyeri, panas, atau luka terbuka.

Itulah sobat, beberapa tips mengobati keseleo dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu kedokteran. Semoga bermanfaat :)

15 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer