Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Efektif dan Aman

Untuk dapat menurunkan darah tinggi dengan efektif dan Aman yang dibutuhkan adalah komitmen, komitmen dari penderita itu sendiri, karena cara-cara untuk menurunkan darah tinggi ini berhubungan dengan gaya hidup (lifestyle) dan kepatuhan pasien minum obat secara teratur.

Perubahan gaya hidup dapat membantu mengontrol dan mencegah tekanan darah tinggi, gaya hidup yang sehat tersebut antara lain:

Makanan Sehat.
Di dunia kesehatan makanan atau menu diet untuk orang hipertensi dikenal dengan istilah Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), pola diet tersebut menganjurkan perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Kurangi makan lemak jenuh dan lemak total. Dianjurkan juga makanan yang banyak kalium, yang dapat membantu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi.

cara menurunkan darah tinggi

contoh makanan sehat untuk pasien hipertensi

Diet Rendah Garam.
Garam sangat mempengaruhi cairan dalam pembuluh darah, makin tinggi tingkat konsumsi garam seseoarng makin tinggi volume darah maka makin tinggi pula tekanan darahnya. Oleh karena itu, untuk penderita darah tinggi dianjurkan diet rendah garam. Diet Rendah Garam, yakni sekitar 1.500 miligram (mg) per hari, cocok untuk orang dewasa usia 51 tahun atau lebih, dan individu dari segala usia yang memiliki hipertensi, diabetes atau penyakit ginjal kronis. Adapun untuk orang sehat dapat mengonsumsi garam hingga 2.300 mg per hari.

Menjaga berat badan Ideal.
Jika Anda kelebihan berat badan, menguranginya sampai 2,3 kilogram dapat menurunkan tekanan darah dibanding sebelumnya. Untuk mengatahui berapa berat badan ideal Anda gunakan Kalkulator Berat Badan

Tingkatkan aktivitas fisik.
Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menurunkan darah tinggi dan menjaga berat badan tetap ideal. Usahakan untuk berolah raga minimal 30 menit setiap harinya.

Batasi alkohol.
Bahkan jika Anda sehat, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Bila Anda tetap ingin minum alkohol, maka harus dibatasi dengan jumlah – sampai satu gelas sehari untuk wanita dan orang tua usia 65 tahun ke atas, dan sekitar dua gelas sehari untuk pria.

Tidak merokok.
Rokok/Tembakau mengandung banyak sekali oksidan (racun) yang dapat melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat proses pengerasan arteri. Maka untuk para perokok ayo berhenti sekarang juga!

Mengelola stres.
Stres berpengaruh terhadap tekanan darah, semakin stres tekanan darah akan semakin tinggi. oleh karena itu, salah satu cara menurunkan darah tinggi adalah mengelola stres. Stress memang tidak dapat dihindari, akan tetapi stres dapat dikelola.   Anda sendirilah yang lebih tahu mengelola stres yang sedang dialami. Berlatihlah teknik pengelolaan stres yang sehat, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam. Tidur yang cukup juga dapat membantu.

Memonitor tekanan darah di rumah.
Untuk keberhasilan menurunkan darah tinggi dapat dibantu dengan pemantauan tekanan darah di rumah karena dengan begitu anda mengetahui apakah obat darah tinggi bekerja dengan baik, dan bahkan mengingatkan Anda dan dokter terhadap komplikasi darah tinggi yang potensial. Jika tekanan darah terkontrol (pada level normal), mungkin dapat mengurangi kunjungan ke dokter. Anda dapat melakukan hal ini salah satunya dengan membeli alat pengukur tekanan darah otomatis (elektrik) yang banyak tersedia di toko alat kesehatan.

Mengubah gaya hidup memang dapat mengontrol tekanan darah tinggi. Tapi terkadang perubahan gaya hidup saja tidak cukup. Selain diet dan olahraga, dokter mungkin merekomendasikan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kategori mana obat yang diresepkan dokter tergantung pada level tekanan darah tinggi dan apakah Anda juga memiliki masalah medis lainnya.

Berikut, Obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi :

Diuretik Thiazide.
Diuretik, kadang-kadang disebut pil air, adalah obat-obatan yang bekerja pada ginjal untuk membantu tubuh mengurangi natrium dan air, mengurangi volume darah yang kemudian dikeluarkan melalui urin sehingga efek samping obat ini adalah sering kencing (beser). Diuretik thiazide seringkali digunakan sebagai pilihan utama, tapi bukan satu-satunya pilihan dalam pengobatan tekanan darah tinggi.

Beta blocker.
Obat Beta blocker ini mengurangi beban kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah, menyebabkan denyut jantung menjadi lebih lambat dan mengurangi kekuatan pompanya. Bila digunakan secara tersendiri, beta blocker mungkin kurang efektif, tapi akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan diuretik thiazide.

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor.
Obat-obat ini membantu mengendurkan pembuluh darah dengan menghalangi pembentukan bahan kimia alami yang mempersempit pembuluh darah.

Angiotensin II receptor blocker (ARB).
Obat-obat ini membantu mengendurkan pembuluh darah dengan menghambat aksi pembentukan zat kimia alami yang mempersempit pembuluh darah.

Calcium channel blocker.
Obat-obat ini membantu mengendurkan otot-otot pembuluh darah. Beberapa memperlambat detak jantung. Calcium channel blocker dapat bekerja lebih baik untuk orang kulit hitam dan orang dewasa yang lebih tua daripada ACE inhibitor atau beta blockers saja.

Renin inhibitor.
Aliskiren (Tekturna) memperlambat produksi renin, enzim yang diproduksi oleh ginjal yang memulai rantai langkah kimia yang meningkatkan tekanan darah. Tekturna bekerja dengan mengurangi kemampuan renin untuk memulai proses ini.

Jika Anda mengalami kesulitan mencapai target tekanan darah dengan kombinasi dari obat di atas, dokter mungkin meresepkan:

Alpha blocker. Obat-obat ini mengurangi impuls saraf ke pembuluh darah, mengurangi efek bahan kimia alami yang membuat pembuluh darah sempit.
Alpha-beta blocker. Selain mengurangi impuls saraf ke pembuluh darah, alpha-beta blockers memperlambat detak jantung untuk mengurangi jumlah darah yang harus dipompa melalui pembuluh.
Central-acting agents. Obat-obat ini mencegah otak Anda dari sinyal sistem saraf yang meningkatkan denyut jantung dan mempersempit pembuluh darah.
Vasodilator. Obat-obat ini bekerja secara langsung pada otot-otot di dinding arteri sehingga mencegah pengetatan otot dan penyempitan arteri.

Itulah cara-cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan efektif dan aman. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama  menyangkut obat-obatan yang akan digunakan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer