Cara Tuntas Mengatasi Diare pada Bayi dengan Aman

Diare atau dikenal juga dengan istilah mencret merupakan suatu penyakit yang sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Walaupun sering terjadi, namun tetap saja hal ini membuat ayah bunda menjadi khawatir apalagi diare yang disertai dengan muntah. Sebenarnya ada beberapa tips sederhana yang dapat Ayah bunda lakukan di rumah untuk mengatasi diare pada bayi ini.

Bahkan sering saya jumpai, bayi yang diare berobat ke dokter, padahal sebenarnya itu tidak perlu, karena dengan langkah sederhana diare ringan dapat diatasi di rumah. Sebelumnya, mari kita samakan persepsi mengenai diare, agar apa yang akan kita lakukan tepat sasaran sehingga efektif dan tidak sia-sia.

Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Bahkan bisa sangat encer seperti air saja. Celakanya, pada saat yang bersamaan, usus tidak dapat menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan dengan optimal. Dengan demikian diare ini akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit seiring dengan berat ringannya diare.  Oleh karena itu tujuan utama mengatasi diare pada bayi adalah mengganti cairan yang hilang, disamping mengobati penyebabnya.

Untungnya pada kasus yang ringan, penyerapan cairan belum terganggu, sehingga pemberian berbagai cairan melalui mulut dapat dengan efektif mencegah dehidrasi. Sekitar 10% kasus diare disertai dehidrasi /kekurangan cairan yang berat. Bayi dan anak-anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa. Oleh karena itu, sekali lagi mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada bayi.

Apa penyebab diare pada bayi?

Penyebab tersering adalah infeksi, baik itu oleh virus, bakteri atau parasit. Virus (rotavirus) merupakan penyebab utama yaitu mencapai 60-70% pada diare anak yang disebabkan oleh infeksi, disusul oleh bakteri dan kemudian parasit. Selain itu diare pada bayi juga dapat disebabkan oleh malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan sebab-sebab lainnya.

Tentukan Derajat Dehidrasi

Sudah disinggung sebelumnya bahwa efek bahaya dari diare adalah dehidrasi. Oleh karena itu kita harus mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak dan berapa derajat dehidrasinya karena hal ini akan sangat menentukan tindakan apa yang harus kita lakukan.

Untuk menilai derajat dehidrasi pada anak, maka perhatikan hal-hal berikut:

  • Bagaimana keadaaan umum anak?
  • Apakah anak masih sadar atau tidak?
  • Apakah anak lemas atau terlihat sangat mengantuk?
  • Apakah anak gelisah?
  • Jika diberi minum, apakah dia mau minum? Jika iya, apakah ketika minum ia tampak sangat haus atau malas minum?
  • Apakah matanya cekung atau biasa saja?
  • Lakukan cubitan kulit perut (turgor). Apakah kulitnya kembali segera, lambat, atausangat lambat (lebih dari 2 detik) ?

Kemudian cocokkan dengan klasifikasi dehidrasi berikut:

mengatasi diare pada bayi

 

5 Langkah efektif mengatasi diare pada bayi

Langkah 1. Mengatasi dehidrasi (rehidrasi)

Hal ini disesuaikan dengan derajat dehidrasinya

Diare Tanpa Dehidrasi

Berikan cairan lebih banyak dari biasanya dengan cara:

  • Berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya
  • Bagi bayi ASI ekslusif, berikan oralit atau air matang sebagai tambahan
  • Bagi bayi yang tidak ASI ekslusif, beri susu yang biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah sayur, air tajin, air matang, dsb)

Berikan oralit dengan cara berikut:

  • Baca petunjuk pencampuran oralit dengan air matang sesuai takaran.
  • Usia bayi <1 tahun berikan 50-100 ml oralit setiap kali BAB
  • Usia bayi >1 tahun berikan 100-200 ml oralit setiap kali berak
  • Beri oralit sampai diare berhenti.
  • Apablia terjadi muntah, berhentikan dan tunggu 10 menit kemudian dilanjutkan sedikit demi sedikit.

Diare Dehidrasi Ringan – Sedang (Bawa ke sarana pelayanan kesehatan)

Diare Dehidrasi Berat (Bawa ke sarana pelayanan kesehatan)

Langkah 2. Beri Obat Zinc

Pemberian Zinc selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Jika bentuknya tablet, maka dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang atau ASI. Jika bentuknya serbuk maka dapat dilarutkan dengan air matang sesuai petunjuk pada label.

Dosis zinc yang diberikan untuk mengatasi diare pada bayi yaitu:

  • Bayi < 6 bulan diberi 10 mg zinc (½ tablet) perhari
  • Bayi > 6 bulan diberi 20 mg zinc (1 tablet) perhari

Langkah 3. Beri Asupan Makanan

  • Makanan tetap diberikan seperti biasanya dengan menu disesuaikan dengan usia anak.
  • Beri makan lebih sering dari biasanya tapi dengan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam)
  • Jika usianya 2 tahun ke atas maka lakukanlah hal-hal berikut:
    • Beri tambahan 1-2 sendok teh minyak sayur untuk setiap porsi makan
    • Lebih banyak memberi makanan kaya Kalium seperti sari buah segar, pisang, dan air kelapa hijau.

Langkah 4. Antibiotik (Harus dengan resep dokter dan sesuai indikasi misal: disentri, kolera, dll)

Langkah 5. Perhatikan kapan harus ke dokter
Periksakan ke dokter atau saranan pelayanan kesehatan lainnya apabila:

  • Berak dengan tinja bercampur darah
  • Demam
  • Mencret lebih sering
  • Muntah berulang
  • Terlihat sangat haus
  • Makan dan minum sangat sedikit
  • Tidak membaik dalam 3 hari.

Sekian, semoga bermanfaat.

2 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer