14 Manfaat Berenang yang Melebihi Jenis Olahraga Lain

Saat memilih lari atau bersepeda sebagai aktivitas olahraga, maka bagian kakilah yang kebanyakan harus bekerja keras. Hal ini jelas berbeda dengan berenang yang membutuhkan usaha dari seluruh anggota tubuh. Lantas, bila dibanding olahraga lainnya, apa kira-kira kelebihan dan manfaat berenang?

Salah satu hal yang menyebabkan olahraga renang begitu digemari adalah tidak adanya keringat yang membuat badan gerah. Bagaimana tidak, olahraga ini menuntut kita untuk tetap berendam dalam kolam penuh air yang menyegarkan.

manfaat berenang

Sensasi segar tersebut juga memungkinkan kita untuk berolahraga lebih lama ketimbang saat berlari atau bersepeda. Apalagi kita bisa mengatur sendiri kecepatan menggerakkan tubuh bagian atas dan bawah sesuai keinginan.

Manfaat berenang bagi kesehatan tubuh

Tak hanya menyenangkan dan menenangkan, berenang juga baik untuk Anda yang mencintai jenis olahraga kardio. Lalu, apa saja manfaat berenang?

  1. Melatih seluruh bagian tubuh
  2. Menguatkan badan dan jantung
  3. Membuat tubuh lebih lentur
  4. Tidak memandang usia
  5. Cocok bagi mereka yang suka olahraga low-impact
  6. Tidak memerlukan alat bantu khusus
  7. Mencegah kematian dini
  8. Menurunkan resiko diabetes
  9. Mendongkrak kesehatan mental
  10. Menurunkan berat badan
  11. Bisa dilakukan kapan saja
  12. Baik untuk ibu hamil
  13. Meningkatkan energi
  14. Membentuk tubuh ideal

Anda bisa menyimak ulasan lebih detailnya di bawah ini:

  1. Melatih seluruh bagian tubuh

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, berenang memerlukan kerjasama dari hampir seluruh anggota badan. Saat berenang, baik lengan, kaki, punggung, perut, sendi, leher, hingga kepala, semua harus aktif bergerak. Oleh sebab itu, kalau Anda ingin melatih seluruh bagian tubuh melalui 1 olahraga sekaligus, maka renang merupakan salah satu pilihan terbaik.

  1. Menguatkan badan, paru-paru, dan jantung

Ketika berenang, tubuh harus bergerak di dalam medan air yang memiliki tekanannya sendiri (12x lebih kuat ketimbang udara sekitar kita). Medan yang lebih berat ini otomatis membuat tubuh lebih tertantang dan terlatih kekuatannya.

Belum lagi kapasitas paru-paru juga jadi meningkat dan harus bekerja lebih keras untuk mengatur pasokan oksigen yang dibutuhkan. Dan seperti kita ketahui, berenang bagus untuk penderita asma. Pernyataan ini diperkuat dari hasil studi yang dilakukan Universitas McMaster.

  1. Membuat tubuh lebih lentur

Manfaat berenang selanjutnya adalah dapat meningkatkan kelenturan karena tubuh harus bergerak aktif dalam medan air yang lebih berat ketimbang udara terbuka.

  1. Tidak memandang usia

Menariknya, olahraga ini bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pria, wanita, anak-anak, maupun orang dewasa, tanpa memandang berat badan, usia, dan lain sebagainya. Bahkan tak sedikit orang tua yang sudah mengenalkan olahraga ini kepada bayinya yang masih berusia beberapa bulan.

  1. Cocok bagi mereka yang suka olahraga low-impact

Ketika berenang, tubuh kita terapung dengan mudahnya berkat bantuan air sehingga sendi tidak perlu bekerja berat. Maka olah raga berenang sangat cocok bagi mereka yang memiliki masalah pengapuran tulang sendi.

  1. Tidak memerlukan alat bantu khusus

Jenis olahraga lain mungkin menuntut adanya berbagai alat olahraga seperti sepeda, sepatu khusus, barbel, dan lain sebagainya. Namun tidak demikian dengan berenang. Bahkan di saat Anda tidak memiliki baju renang sekalipun, Anda tetap dapat melakukannya dengan pakaian biasa.

  1. Mencegah kematian dini

Walau manfaat berenang mungkin tidak dapat mencegah penuaan, namun studi yang dilakukan Dr. Steven Blair dari Universitas South Carolina mendapati bahwa berenang dapat mencegah kematian dini hingga 50%.

Studi yang dilakukan selama 32 tahun tersebut melibatkan 40 ribu pria dari usia 20-90 tahun. Dr. Steven mendapati bahwa mereka yang berenang didapati lebih berumur panjang ketimbang partisipan lain yang tidak berolahraga atau memilih jenis olahraga lain seperti lari dan berjalan.

  1. Menurunkan resiko diabetes

Rutin berenang mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Hal ini dikarenakan berenang melibatkan latihan aerobik dan resistensi yang jika dilakukan sendiri atau bersamaan dapat meningkatkan kemampuan kontrol gula darah dalam tubuh pasien diabetes tipe 2.

  1. Mendongkrak kesehatan mental

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), latihan yang menggunakan air sebagai medianya mampu meningkatkan kesehatan mental seseorang. Berenang dapat menurunkan kegelisahan, bahkan latihan menggunakan air hangat juga bisa menghilangkan depresi dan meningkatkan mood.

  1. Menurunkan berat badan

Kalau Anda ingin membakar hingga 500 kalori banyaknya, maka berenanglah selama 1 jam. Manfaat berenang seperti ini disebabkan gerakan tubuh saat berenang sangat efektif membakar lemak dalam tubuh.

  1. Bisa dilakukan kapan saja

“Anda bisa berenang hampir setiap hari tanpa takut resiko cedera”, ujar Joel Stager, Ph.D., selaku pimpinan Counsilman Center for the Science of Swimming, Universitas Indiana, Bloomington. Hal ini tentu tidak sama dengan olahraga lari atau latihan kekuatan yang hanya boleh dilakukan beberapa kali saja dalam seminggu.

  1. Baik untuk ibu hamil

Berenang saat hamil tak hanya baik untuk kesehatan ibu, namun juga janin. “Olahraga yang melibatkan air tidak memberikan dampak, tidak membuat gerah, dan posisi berenang telungkup juga memaksimalkan aliran darah ke janin,” papar hasil studi yang dilakukan salah satu universitas di Maryland.

  1. Meningkatkan energi

Kurang bergerak aktif dan usia seringkali menjadi penyebab mengapa seseorang kurang berenergi. Hanya dengan berenang selama 30 menit saja selama 3x seminggu bisa mengembalikan energi dan semangat yang pudar.

  1. Membentuk tubuh ideal

Tak hanya menurunkan berat badan, manfaat berenang yang mungkin paling diidamkan khususnya oleh kaum hawa adalah mampu membentuk tubuh sehingga tampak ideal dan indah.

Jadi bila ada begitu banyak manfaat berenang, maka tunggu apa lagi, lakukan secara rutin mulai dari sekarang. Selamat berenang.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer