Fakta Menarik Masa Subur Pria Ada di Sini

Selama ini yang menjadi perhatian utama hanyalah masa subur wanita, padahal pria juga memiliki masa subur yang apabila hal ini diperhatikan akan berdampak pada keberhasilan untuk mendapatkan momongan, karena pembuahan melibatkan sel telur dan sel sperma. Hanya saja masa subur pria berbeda dengan wanita, mari kita simak penjelasan lengkapnya.

Jika masa subur wanita dilihat dari adanya sel telur yang siap dibuahi (ovulasi), maka yang menjadi indikator masa subur pria adalah kuantitas dan kualitas sperma, di mana banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhinya, mulai dari faktor kesehatan tubuh secara umum, waktu, suhu, dan lain-lain.

masa subur pria

Masa subur wanita merupakan siklus yang berulang setiap bulannya mengikuti siklus haid, sedangkan pada pria tidak ditentukan oleh siklus, selama seorang laki-laki menghasilkan sperma dalam jumlah cukup dan dengan kualitas yang baik, maka dianggap berada pada masa subur, namun ada waktu-waktu tertentu yang membuat pria lebih subur dari waktu lainnya.

Kenali Ciri-ciri Sperma Normal yang Menentukan Kesuburan Pria

Sperma yang menjadi indikator kesuburan pria dikatakan baik apabila memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Jumlah. Dalam satu kali ejakulasi, seorang pria subur dapat mengeluarkan hingga 15 juta sel sperma per mililiter. Jumlah ini sangat mempengaruhi keberhasilan membuahi sel telur pasangannya, meskipun hanya ada satu sel yang dapat membuahi sel telur. Oleh sebab itu, apabila jumlahnya lebih sedikit dari jumlah tersebut, maka presentase kemungkinan bisa membuahi sel telur juga akan lebih rendah. Hal ini bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.
  • Pergerakan Sperma. Dalam proses pembuahan sel sperma harus bergerak gesit agar dapat mencapai sel telur yang berada dalam tuba falopii yang notabene terletak agak jauh dari tempat ejakulasi. Sel sperma harus tetap hidup dan bergerak melewati mulut rahim, rahim, dan tuba falopi. Oleh sebab itu, sperma yang sehat harus memiliki pergerakan atau motilitas yang baik, setidaknya 40 persen dari keseluruhan sperma memiliki motilitas yang baik.
  • Struktur. Sel sperma memiliki struktur khusus agar mampu bergerak dan menyukseskan proses pembuahan (awal mula terjadinya kehamilan). Struktur sperma yang normal terdiri dari bagian atas yang disebut kepala berbentuk oval, badan, dan bagian bawah berupa ekor panjang. Sekilas bentuknya seperti kecebong, jika stukturnya tidak demikian, maka pergerakan juga menjadi tidak baik akibatnya proses pembuahan bisa gagal.  Hal ini bisa diketahui melalui pemeriksaan mikroskopis di laboratorium.
struktur normal spermatozoa

struktur normal spermatozoa, kepala akan menempel pada sel telur, badan (mid) sebagai sumber bahan bakar, ekor untuk berenang (bergerak).

Kapan seorang pria berada pada masa yang paling subur?

Ketahuilah bahwa organ intim pria yang menghasilkan sel-sel sperma (testis) sangat sensitif terhadap perubahan suhu, secara umum organ ini akan bekerja lebih baik pada suhu yang dingin dibanding suhu yang panas. Pada suhu yang panas, sel sperma akan memiliki umur yang lebih pendek dan jumlah yang lebih sedikit.

Jika dibandingkan dengan suhu tubuh, maka testis harus berada pada suhu 1-2 derajat Celsius lebih rendah agar menghasilkan sperma yang berkualitas baik dan dengan jumlah yang cukup.

Oleh sebab itu, seorang peria akan memiliki jumlah sperma yang lebih banyak di musim dingin daripada musim panas, hal ini dikarenakan produksi sperma meningkat pada suhu dingin. Dengan demikian, jika dikaitkan dengan musim, maka masa subur pria terbaik adalah pada musim dingin. Sedangkan apabila dikaitkan dengan waktu dalam sehari, maka masa subur pria terbaik adalah pada pagi hari, dimana suhu udara juga lebih dingin.

Jadi, manfaatkanlah waktu-waktu tersebut untuk bercinta jika menginginkan segera mendapatkan momongan, dan tentu saja disesuaikan juga dengan masa subur wanita pasangan Anda. Baca juga: Kapan Masa Subur Wanita Setelah Haid?

Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi

Selain faktor suhu seperti dijelaskan di atas, ada hal-hal lain yang memengaruhi kesuburan pria, di antaranya:

  • Usia. Jangan menunda untuk memiliki momongan selagi Anda masih muda, karena tingkat kesuburan pria akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Jika pria sudah mencapai usi 40 an, maka masa subur pria akan kian menurun.
  • Gaya hidup. Selain usia, gaya hidup juga sangat mempengaruhi kesehatan sperma. Misalnya saja pada pria perokok, sperma yang dihasilkan berisiko mengalami kerusakan akibat zat-zat beracun dalam asap rokok. Contoh lain, pada peminum alkohol juga memiliki risiko yang hampir sama.
  • Berat badan. Tidak hanya perempuan yang tingkat kesuburannya dipengaruhi oleh berat badan. Pria yang kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan lebih cenderung memiliki masalah dengan infertilitas (kemandulan). Hal ini terjadi karena memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak tubuh dapat mempengaruhi kadar hormon pria. Jadi usahakan untuk memiliki berat badan ideal dan selalu terjaga.
  • Rajin bercinta. Pria dengan jumlah sperma yang rendah sering disarankan untuk menjauhkan diri dari ‘bercinta’ dalam rangka meningkatkan jumlah sperma mereka, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa hal ini memang dapat meningkatkan jumlah sperma, namun akan terlalu banyak sperma yang memiliki DNA rusak. Peneliti Australia telah menemukan bahwa berhubungan seks setiap hari, justru benar-benar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma. Alasannya adalah bahwa ejakulasi secara teratur akan menyingkirkan sperma lama dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih sehat sehingga masa subur pria tetap terjaga.
  • Asam folat.  Kebanyakan wanita tahu bahwa suplemen asam folat sangat penting selama kehamilan karena dapat mencegah cacat lahir tertentu. Banyak yang tidak tahu bahwa asam folat juga penting bagi kesuburan pria. Sebuah studi  oleh para peneliti di University of California, Berkley menemukan bahwa pria yang memiliki kadar asam folat yang sedikit dalam makanannya akan memiliki sperma dengan kelainan kromosom pada tingkat yang lebih tinggi.
  • Hindari produk kedelai.  Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh publikasi online Oxford University Press, menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi makanan kedelai dapat menyebabkan pria memiliki jumlah sperma yang lebih rendah. Menurut penelitian, pria yang makan makanan kedelai lebih cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi kedelai.
  • Hati-hati dengan ponsel dan laptop.  Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan laptop atau ponsel yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan sperma. Laptop, jika ditempatkan di pangkuan seorang pria, dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan panas, suhu tinggi ini tentu akan berefek buruk terhadap sperma. Demikian pula, emisi ponsel juga dapat menyebabkan kerusakan sperma, jadi jangan meletakkan ponsel di dekat organ intim Anda.
  • Pastikan bebas penyakit. Penyakit pria yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, juga mempengaruhi kesuburan pria karena bisa menghambat proses pembuahan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer