Menghilangkan Bekas Jerawat yang Membandel

Bagi Anda yang sudah berhasil menyembuhkan jerawat namun masih tersisa bekas jerawat yang tak hilang-hilang atau Bekas jerawat yang membandel, disini akan saya bagikan beberapa cara terbaik untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Baca Juga : Menghilangkan Bekas Jerawat secara Alami

Terapi Laser.
laser resurfacing, sinar laser akan menghancurkan lapisan kulit bagian luar. Kulit yang dikikis oleh laser tersebut akan mengalami menyembuhkan luka, sehingga terbentuk kulit baru.

Dermabrasi.
Menghilangkan bekas jerawat dengan dermabasi yaitu menghapus lapisan atas kulit dengan sikat kawat yang berputar cepat. Bekas luka pada permukaan kulit dapat benar-benar dihilangkan, sehingga bekas jerawat tidak terlihat lagi.

Microdermabrasi.
Merupakan terapi baru untuk megatasi bekas jerawat, mikrodermabrasi menggunakan perangkat genggam yang mengandung kristal. Secara lembut kristal ditempelkan pada kulit dan akan menggarut atau mengusap permukaan kulit. Kemudian, tabung vakum akan menghilangkan dengan cara menyedot kristal dan sel-sel kulit yang terangkat. Karena hanya sel-sel permukaan yang dihilangkan, maka kulit tidak rusak. Namun, bekas luka walaupun halus mungkin masih terlihat, bahkan setelah beberapa sesi.

microdeermabrasi untuk menghilangkan bekas jerawat

perawatan mikrodermabrasi

Bedah.
Dalam beberapa kasus untuk menghilangkan bekas jerawat diperlukan pembedahan atau operasi, pembedahan biasanya dilakukan pada bekas jerawat yang sangat parah.

Tissue Filler.
Tissue filler (pengisi jaringan) menggunakan suntikan Kolagen atau lemak di bawah kulit sehingga dapat masuk ke bekas jerawat yang dapat mengisi atau meregangkan kulit, membuat bekas jerawat kurang terlihat. Hasilnya bersifat sementara, sehingga diperlukan mengulang suntikan secara berkala.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat tersebut sebagai gambaran saja, untuk menentukan terapi terbaik dalam mengatasi bekas jerawat yang sesuai dengan kondisi Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer