Obat Demam Anak Paling Efektif dan Aman

Mungkin saat ini Anda sedang berada di toko obat atau apotek, untuk mencari obat demam anak yang cocok untuk anak Anda. Namun, jangan asal membelikan obat ya, pastikan terlebih dahulu bahwa anak Anda saat ini berusia 6 bulan sampai 7 tahun, jika dibawah itu maka harus diperiksakan ke dokter.

Lalu, apa obat demam anak yang paling efektif dan aman? Jawabannya adalah parasetamol atau acetaminophen, tentunya harus dipilih yang sediaan cair atau sirup. Artikel ini akan membahas mengenai penggunaan parasetamol sebagai obat penurun panas anak agar dengan efektif menurunkan demam pada anak tanpa membahayakan.

Paracetamol dijual bebas tanpa harus menggunakan resep dokter dengan merek yang banyak sekali, mulai dari merek generik parasetamol, merek dagang seperti Sanmol, Tempra, Pamol, Novagesik, Etagesik, dan sebagainya. Memang merek tidak menjadi masalah, asal kandungannya sama yaitu acetaminophen, namun yang sering menjadi masalah adalah pemberian takaran dosis pada anak.

obat demam anak

Dosis yang tidak benar adalah salah satu masalah terbesar dalam memberikan acetaminophen untuk anak-anak. Kebingungan tentang dosis sebagian disebabkan oleh ketersediaan formula yang berbeda, kekuatan, dan instruksi dosis untuk usia yang berbeda pada anak-anak.

Dosis yang tepat sangat penting agar pengobatan menjadi efektif, kalau kurang demamnya tidak turun, kalau kelebihan bahaya efek samping misalnya mual-muntah dan kerusakan hati.

Cara Tepat Menggunakan Obat Demam Anak Paracetamol

Langkah pertama, cermati label terutama pada komposisi, karena mungkin akan bervariasi antar merek. Apapun mereknya umumnya kekuatan kandungannya adalah seperti berikut ini:

  • 100mg per 1 ml (tetes untuk bayi, hanya dosis yang sangat kecil yang diberikan), biasanya disertakan juga pipet tetes dengan volume maksimal 1 ml.
  • 120mg per 5ml (sirup penurun panas untuk anak-anak 1-5 tahun) ini yang terbanyak. Biasanya disertakan juga sendok takar seukuran sendok teh dengan ukuran maksimal 5 ml, perhatikan terdapat juga garis pada sendok yang membagi menjadi setengahnya (2,5 ml) atau mungkin sepertempatnya (1,25 ml)
  • 240mg per 5ml (sirup untuk anak-anak 5-12 tahun)

Selanjutnya tentukan dosis yang tepat untuk anak Anda, dalam hal ini silahkan ayah bunda membaca keterangan dosis pada label, kebanyakan di sana tertulis dosis sesuai dengan umur anak, namun ini merupakan hitungan kasar dan sebaiknya tidak digunakan.

FDA atau US Food and Drug Administration merekomendasikan penggunaan dosis parasetamol yang disesuaikan dengan berat badan, bukan usia anak, untuk menjaga ketepatan dosis.

Berapa dosis parasetamol untuk bayi dan anak-anak sesuai berat badan?

Untuk mengatasi demam pada bayi dan anak-anak dengan efektif dan aman, gunakan obat parasetamol dengan dosis 10-15 mg/kg/dosis. Berikan secara oral (melalui mulut) setiap 4-6 jam dan tidak lebih dari 5 dosis (2,6 g) dalam 24 jam. Sebagai contoh: Anak dengan berat badan 10 Kg, maka berikan satu sendok teh (5ml) sirup penurun panas yang mengandung 120mg parasetamol per 5 ml (sesuaikan dengan produknya).

Empat jam adalah waktu tercepat untuk pemberian berikutnya apabila setelah demam anak turun, kemudian naik lagi. Akan tetapi apabila suhu tubuh tidak naik-naik alias normal maka hentikan penggunaan. Jadi gunakan obat demam anak ini sesuai kebutuhan.

Tips Aman Minum Obat Demam Anak

  • Jangan pernah memberikan anak lebih dari satu obat yang mengandung acetaminophen (paracetamol) pada suatu waktu. Oleh karena cermati setiap kandungan obat yang akan diberikan.
  • Ingat, gunakan dosis sesuai dengan berat badan, bukan usia anak.
  • Jangan pernah memberikan dosis melebihi yang direkomendasikan, jika demam tak kunjung turun konsultasikan dengan dokter.
  • Gunakan selalu alat ukur atau sendok yang tersedia dalam paket, jangan gunakan sendok teh atau sendok dapur.
  • Jika anak terlanjur menelan acetaminophen terlalu banyak, maka segeralah mencari bantuan medis, bahkan jika anak Anda tidak merasakan gejala apapun.

Selain menggunakan obat demam, anak atau bayi juga harus diberi cairan atau minum yang banyak, beristirahat, dan asupan makanan bergizi. Sekian, semoga bermanfaat.

Sumber: fda.gov, webmd.com, medscape.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer