Tips Agar Patah Tulang Cepat Sembuh

Patah tulang memang sangat berpotensi membuat seseorang terhalangi untuk melakukan kegiatan sehari-hari, apalagi tulang yang patah itu merupakan tulang yang sangat berperan menopang tubuh misalnya tulang paha, kaki atau bahkan tulang belakang. Haduhhh… bisa lama sekali tidak bisa kemana-mana secara mandiri, sedangkan proses penyembuhan atau penyambungan tulang yang patah tersebut dapat memakan waktu mingguan, bulanan, atau bahkan bertahun-tahun tergantung pada tingkat keparahannya, jenis tulang serta jenis patah tulangnya (fraktur). Patah tulang dapat menyembuh dalam waktu yang singkat yakni sekitar tiga minggu untuk daerah seperti jari-jari kaki, sedangkan untuk tulang paha bisa membutuhkan waktu selama 24 minggu.

Patah tulang bisa membuat orang yang mengalaminya jadi frustasi, terutama karena tidak bisa malakukan kegiatan yang biasa dilakukan. Oleh karena itu, kalau sebelumnya telah saya bahas Pilihan Tepat Mengobati Patah tulang, maka selanjutnya disini akan saya sajikan tips agar patah tulang cepat sembuh atau dengan kata lain agar patah tulang cepat menyambung kembali. Tentunya tips ini merupakan sebagai tambahan saja atas perwatan patah tulang yang sedang anda jalani seperti mungkin sudah dioperasi dan dipasang pen, pasang gips atau pasang bidai, dan lain sebagainya.

agar patah tulang cepat sembuh

proses penyembuhan patah tulang

Tips agar patah tulang cepat sembuh

Tingkatkan asupan kalsium.
Kalsium adalah nutrisi yang bertanggung jawab untuk menjaga tulang agar tetap sehat. Klasium ini juga diserap oleh tubuh bersama dengan vitamin D. Peningkatan asupan kalsium akan membantu mempercepat pemulihan atau penyembuhan patah tulang. Kalsium ini bisa Anda dapatkan dalam produk susu, sayuran dan saat ini banyak tersedia dalam bentuk suplemen.

Minum Teh.
Minum setidaknya 5 cangkir teh; khususnya teh hijau. Teh hijau mengandung anti-oksidan yang tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, teh hijau telah digunakan di Cina selama berabad-abad karena memiliki sifat menyembuhkan, termasuk penyembuhan patah tulang.

Pemijatan.
Pemijatan bermanfaat bagi tubuh dalam banyak cara, Diantaranya membantu meningkatkan aliran darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh. Jika Anda memijat jaringan lunak di sekitar tulang yang patah, ini akan membantu meningkatkan sirkulasi darah serta peningkatan aliran nutrisi yang akan membantu patah tulang sembuh lebih cepat. Tapi pemijatan harus ringan dan lembut ya, jangan sampai berpotensi menggeser tulang yang akan menyambung.

Terapi Panas.
Pemanasan pada daerah tulang yang retak atau patah akan membantu meningkatkan aliran darah dan kemudian akan membantu dalam perbaikan tulang. Anda dapat melakukan hal ini dengan berbagai cara. Anda bisa menggunakan handuk yang sudah direndam dalam air panas kemudian digunakan untuk kompres. atau Anda juga bisa mandi air hangat. Lakukan tiga kali sehari selama 30 menit. cara ini terutama untuk patah tulang yang tidak disertai luka di daerah sekitarnya, karena jika terdapat luka yang belum kering atau sembuh malah akan berpotensi menimbulkan infeksi.

Latihan.
Latihan berperan penting dalam membantu memperkuat otot-otot di area yang terlibat. Latihan untuk patah tulang atau tulang retak harus dilakukan dengan hati-hati dan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

Berhenti merokok.
Perokok memiliki kepadatan mineral tulang yang kurang dibanding non-perokok. Studi juga menunjukkan bahwa perokok memiliki waktu rata-rata penyembuhan lebih lama karena merokok dapat mengganggu aliran darah.

Update!!
Berhubung banyaknya pertanyaan mengenai lamanya penyembuhan patah tulang, solusi patah tulang yang tak kunjung menyambung, solusi tulang yang sudah menyambung tapi bengkok, dan sebagainya, maka saya tuliskan postingan terbaru yang berjudul Penyembuhan Patah Tulang, semoga melalui artikel tersebut semua pertanyaan dapat terjawab, jika ternyata masih ada yang belum jelas jangan sungkan-sungkan untuk bertanya via form komentar yang telah disediakan. terimakasih.

 

16 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer