Tips Ampuh Atasi Muntah dan Diare (Muntaber) pada Anak

Menjadi hal yang sangat memprihatinkan ketika bayi atau anak mengalami serangan muntah dan diare. Untuk itu, tim informasi medis kami membuat artikel ini dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa penyebab dan strategi penanganan untuk membantu meringankan dan mengatasi diare dan muntah pada anak.

Untuk mengatasi muntah tanpa diare, silahkan baca di sini: Cara Aman Mengatasi Muntah pada Anak

muntah diare anak

Diare dan muntah adalah penyakit umum yang dialami anak-anak, dalam masyarakat kita sering disebut sebagai MUNTABER alias muntah berak. Gejala muntah biasanya akan berhenti dalam waktu tiga hari. Sedangkan diare biasanya berlangsung lebih lama yaitu 5-7 hari dan akan berhenti dalam waktu dua minggu.

Seperti apa diare pada bayi dan Anak?

Sesekali buang air besar encer pada bayi adalah sesuatu yang wajar, dan faktanya bahwa bayi yang diberikan ASI biasanya memiliki tinja lebih encer daripada bayi yang diberi susu formula. Dengan semakin bertambahnya usia frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dengan tinja yang lebih padat.

Diare pada bayi dan anak didefinisikan sebagai buang air besar dengan frekuensi lebih sering daripada biasanya dengan tinja yang cair.

Penyebab diare dan muntah pada anak

Diare dan muntah dapat disebabkan oleh banyak hal yang berbeda, termasuk:

  • infeksi virus
  • keracunan makanan
  • makan sesuatu yang mungkin anak memiliki alergi terhadapnya.

Diare dapat disebabkan oleh infeksi dan bisa disertai dengan muntah-muntah. Ini disebut gastroenteritis (muntaber), dan itu biasanya disebabkan oleh virus. Kebanyakan kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula daripada bayi yang diberikan ASI. Baca manfaat ASI yang sangat banyak.

Perawatan untuk diare dan muntah pada anak

Mengatasi diare dan muntah pada bayi

Diare dan muntah lebih serius pada bayi daripada anak-anak yang lebih besar karena bayi dapat dengan mudah kehilangan terlalu banyak cairan dari tubuh mereka dan mengalami dehidrasi. Hal ini ditandai dengan lesu atau rewel, bibir kering, dan kulit kendur, pucat atau berbintik-bintik; mata dan ubun-ubun menjadi cekung.

Lebih lanjut, jika bayi mengalami dehidrasi, maka bayi akan jarang buang air kecil. Menjadi kehilangan nafsu makan, tangan dan kaki teraba dingin. Pada kondisi seperti ini, maka bayi akan membutuhkan cairan tambahan. Anda dapat membeli cairan rehidrasi oral (Oralit) dari apotek setempat atau melalui resep dokter.

Perhatian!! Jika bayi buang air besar encer enam kali atau lebih dalam 24 jam terakhir, atau jika bayi mengalami muntah tiga kali atau lebih dalam 24 jam terakhir, maka tak perlu banyak kompromi, saatnya untuk menghubungi dokter. Tujuannya agar bayi dapat mendapatkan cairan selain melalui mulut.

Di samping itu, hal-hal berikut ini mengharuskan Anda untuk mencari pertolongan medis segera:

  • bayi kurang responsif
  • panas atau demam
  • tidak atau jarang pipis
  • muntah telah berlangsung lebih dari satu hari
  • mengkhawatirkan

Mengatasi Diare dan Muntah pada Balita

Hubungi dokter jika balita mengalami:

  • diare dan muntah pada saat yang sama
  • diare yang sangat encer, dan terdapat bercak darah di dalamnya atau berlangsung selama lebih dari dua atau tiga hari
  • sakit perut parah atau berkelanjutan.

Obat anti-diare (tidak diresepkan oleh dokter) bisa berbahaya, sehingga jangan memberikan obat ini. Pengobatan dengan rehidrasi oral dapat membantu, dan apoteker akan menyarankan produk rehidrasi yang tersedia.

Mengatasi Diare dan Muntah pada anak-anak

Hubungi dokter atau pergi ke pelayanan gawat darurat jika anak mengalami:

  • enam kali atau lebih episode diare dalam 24 jam terakhir
  • diare dan muntah pada saat yang sama
  • diare yang sangat encer
  • diare yang ada darah di dalamnya
  • diare yang berlangsung selama lebih dari dua minggu
  • diare yang membuat Anda khawatir.

Langkah Perawatan Muntaber di Rumah

Jika anak memiliki diare dan muntah ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola kondisi mereka agar lebih baik:

Makan dan waktu makan

  • Berikan ASI atau susu formula seperti biasa.
  • Jika anak Anda sudah mengonsumsi makanan padat, maka lanjutkanlah.
  • Jika bayi berusia di bawah satu tahun, Anda harus mencoba untuk memberi mereka lebih banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  • Anak-anak harus makan secara normal. Makanan tinggi karbohidrat, seperti roti, kentang, pasta dan nasi adalah jenis makanan yang baik, dan sup juga akan membantu menggantikan cairan.
  • Menjaga kebersihan pribadi dengan baik.
  • Pada bayi yang diberi susu formula, pastikan bahwa botol disterilkan dengan sangat hati-hati sebelum digunakan.

Menghindari dehidrasi

  • Dorong anak untuk minum secukupnya, sedikit-sedikit tapi sering. Anak-anak kehilangan cairan melalui muntah sehingga anak akan membutuhkan cairan tambahan dan air putih adalah yang terbaik bagi mereka selain diberikan cairan oralit.
  • Khusus minuman rehidrasi (ORALIT) siap dibeli dari apotek setempat. Selalu ikuti petunjuk pada paket.
  • Jika anak menolak minuman rehidrasi, maka buatlah jus buah yang diencerkan dengan air putih.
  • Minuman olahraga dan minuman energi harus dihindari, karena itu bukanlah pilihan cairan rehidrasi yang baik.

Obat-obatan

  • Jangan memberikan anak obat-obatan untuk menghentikan diare. Hal yang terbaik adalah membiarkan setiap jenis diare (yang disebabkan virus atau bakteri) agar cepat terbuang meninggalkan tubuh.
  • Antibiotik biasanya tidak diberikan untuk mengobati diare dan muntah, karena kebanyakan kasus disebabkan oleh infeksi virus. Antibiotik hanya bekerja untuk memerangi bakteri pada disentri yaitu mencret yang disertai adanya darah dalam tinja.
  • Jauhkan anak dari orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah untuk mencegah penularan

Jaga Kebersihan

  • Untuk bayi dan anak-anak yang memakai popok, krim atau lotion pelindung dapat membantu untuk mencegah rasa sakit atau terbentuknya ruam popok.
  • Pastikan bagian bawah anak dibersihkan dengan lembut dan menyeluruh, setelah setiap episode diare untuk menghindari iritasi pada kulit.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat untuk mencegah penyebaran infeksi. Mengeringkan tangan Anda secara menyeluruh tapi jangan berbagi handuk karena hal ini dapat menyebarkan infeksi. Cuci tanganmu pada saat:
    • Sebelum menyiapkan makanan, termasuk botol bayi
    • Sebelum makan
    • Setelah pergi ke toilet atau mengganti popok anak Anda
    • Setelah membersihkan darah, feses atau muntah
    • Setelah menyeka hidung, baik anak atau Anda sendiri
    • Setelah membuang sampah
  • Jangan berbagi barang pribadi – anak Anda harus menggunakan barang-barang pribadi milik mereka sendiri, seperti handuk, sikat gigi, flanel atau kain wajah.
  • Jangan mengizinkan anak berenang hingga dua minggu setelah episode terakhir diare atau muntah.
  • Jika anak memiliki diare atau muntah mereka tidak harus pergi ke sekolah atau tempat penitipan selama 48 jam setelah episode terakhir.
  • Segera buang dan cuci pakaian atau tempat tidur yang terkontaminasi dengan diare atau muntah.

Jika Anda masih khawatir tentang diare dan muntah pada anak Anda, maka pergilah ke dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer