Vomax adalah obat bermerek yang mengandung bahan aktif salbutamol. Salbutamol merupakan obat yang biasa diresepkon dokter untuk mengatasi sesak napas akibat penyempitan saluran bronkus, misalnya pada Asma dan penyakit paru obstrukstif kronik (PPOK). Berikut akan kami informasikan lebih lanjut mengenai obat Volmax.

Daftar Isi:

volmax

Mengenal Obat Volmax

Volmax tersedia dalam bentuk tablet yang memiliki kekuatan dosis sebagai berikut:

  • Volmax 4 mg: Dalam setiap tablet mengandung salbutamol 4 mg.
  • Volmax 8 mg: Dalam setiap tablet mengandung salbutamol 8 mg.

Salbutamol adalah obat bronkodilator (pelebar saluran udara bronkus) yang merupakan golongan agonis beta 2 adrenergik selektif. Selektif artinya hanya bekerja pada reseptor beta 2 adrenergik yang terdapat pada otot polos bronkus. Dengan demikian efeknya akan minimal terhadap reseptor beta 1 adrenergik yang terdapat pada otot jantung dan pembuluh darah.

Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka salbutamol yang terdapat dalam Volmax dengan cepat mengatasi sesak nafas akibat penyempitan bronkus. Bahkan hal ini bisa diwujudkan sekitar 15 menit setelah Anda memimunya. Efek kerjanya dapat bertahan selama 4 hingga 8 jam.

Indikasi Volmax

Masih bertanya tanya: Volmax obat apa?

Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwa salbutamol yang terkandung dalam Volmax sangat efektif untuk mengatasi sesak napas yang timbul akibat adanya penyempitan bronkus seperti pada penyakit-penyakit di bawah ini:

  • Asma bronkial
  • Bronkitis asmatis
  • Emfisema paru, baik untuk penggunaan akut maupun kronik.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Kontraindikasi

  • Obat Volmax tidak boleh digunakan oleh orang yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap salbutamol atau komponen lain dari obat.
  • Volmax seharusnya hanya digunakan pada ibu hamil dan menyusui jika dianggap penting oleh dokter.
  • Obat ini sebaiknya hanya digunakan selama kehamilan / menyusui jika manfaat yang diharapkan untuk ibu lebih besar daripada potensi resiko pada janin / neonatus (bayi).
  • Karena salbutamol bisa disekresi dalam ASI penggunaannya pada ibu menyusui memerlukan pertimbangan cermat. Belum diketahui apakah salbutamol memiliki efek yang merugikan pada bayi, dan sehingga penggunaannya harus dibatasi untuk situasi di mana manfaat yang diharapkan untuk ibu cenderung lebih besar daripada risiko potensial terhadap neonatus.

Dosis Volmax

Dosis bisa berbeda antar pasien, hal ini tergantung dari kondisi kesehatan secara umum, usia dan berat ringannya  serangan sesak.

Adapun dosis Volmax yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dosis dewasa dan Anak di atas 12 tahun : dosis yang dianjurkan adalah 2 – 4 mg (1/2 atau 1 tablet Volmax  4 mg), diberikan 3 – 4 kali sehari.
  • Anak usia di atas 6 tahun : dosis yang dianjurkan adalah 2 mg (1/2 tablet Volmax  4 mg), diberikan 3 – 4 kali sehari.
  • Anak usia 2-4 tahun : dosis yang dianjurkan adalah 1-2 mg (1/4-1/2 tablet Volmax  4 mg), diberikan 3 – 4 kali sehari. Lebih dianjurkan untuk menggunakan sediaan sirup, dengan dosis salbutamol yang sama.

Gunakanlah dosis sesuai yang dianjurkan dokter, obat tidak perlu dihabiskan, hentikan apabila sesak nafas sudah tertatasi.

Efek Samping Volmax

Obat Volmax umumnya aman digunakan, namun demikian, seperti halnya obat-obatan lain, potensi efek samping tetap ada. Adapun efek samping yang paling sering dilaporkan adalah tremor yaitu gemetaran pada jari – jari yang tidak dapat dikendalikan. Efek lainnya yang lebih jarang meliputi sakit kepala, pusing mual, muntah, batuk, keram otot, reaksi alergi, mulut kering, dan berkeringat.

Informasi Keamanan

  • Untuk pengobatan asma, penggunaan Volmax sebaiknya mengikuti program penatalaksanaan asma yang dilakukan secara bertahap sesuai saran dari dokter.
  • Salbutamol menyebabkan vasodilatasi perifer yang dapat mengakibatkan refleks takikardia (rendahnya frekuensi denyut jantung) dan peningkatan curah jantung. Perhatian lebih harus dilakaukan pada pasien yang menderita angina, takikardia berat atau tirotoksikosis.
  • Waspadai penggunaan obat ini pada asma akut berat, karena ada kemungkinan potensi obat salbutamol dapat meningkat bila obat ini digunakan bersama obat xanthin dan steroid.
  • Hati – hati penggunaan salbutamol pada penderita tiroid toksik karena berisiko terjadinya hipokalemia berat.
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes karena produk ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Munculnya ketoasidosis sebagai akibat dari gula darah yang tinggi juga bisa terjadi. Efek ini dapat meningkat ketika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.