17 Macam Buah yang Baik untuk Ibu Menyusui

Setelah sebelumnya kita sudah membahas mengenai pantangan makanan setelah melahirkan, maka kali ini kita akan membahas deretan buah yang baik untuk ibu menyusui. Buah ini dianjurkan untuk ibu menyusui karena kandungan nutrisi yang baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

Usai melahirkan, kewajiban seorang ibu untuk menjaga menu makannya masihlah belum selesai apalagi bila ia masih harus menyusui bayinya. Ibu perlu tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan.

buah yang baik untuk ibu menyusui

Sudah bukan rahasia lagi bila menyusui tak hanya menguntungkan buah hati, namun sang ibu juga. Menyusui dapat menjauhkan ibu dari ragam penyakit berbahaya seperti diabetes tipe-2, kanker payudara, kanker rahim, dan depresi pasca melahirkan.

Agar kegiatan menyusui tak berjalan sia-sia dan membawa dampak kesehatan maksimal bagi buah hati, maka menurut Medline Plus, ibu perlu mengonsumsi 2-4 porsi buah setiap harinya. Alasannya karena tubuh ibu membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral seperti folat, protein, iodin, zinc, vitamin A, B6, dan C.

Buah yang baik untuk ibu menyusui

Dari sekian banyaknya buah, ada jenis yang dapat membantu agar produksi ASI lebih lancar, seperti:

  1. Jeruk
  2. Aprikot
  3. Pepaya hijau
  4. Blueberry
  5. Strawberry
  6. Pisang
  7. Alpukat
  8. Sawo manila
  9. Melon Jingga

Uraian lebih detail mengenai dampak apa saja yang mampu diberikan setiap buah adalah sebagai berikut:

  1. Jeruk

Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang dapat diandalkan dari segi kandungan vitamin C-nya. Lebih dari saat hamil dulu, pada masa menyusui seperti sekarang, ibu perlu asupan vitamin C yang lebih banyak lagi. Hal ini dikarenakan vitamin C sangat berperan penting dalam membantu pertumbuhan tulang, gigi, serta otot buah hati.

Jeruk juga dapat mendongkrak pertumbuhan serta perbaikan jaringan otot pada ibu menyusui. Oleh sebab itu, seorang ibu menyusui disarankan mengonsumsi paling tidak 2 butir jeruk setiap harinya.

Walau begitu sayangnya, soal jeruk ini, ibu tetap perlu berhati-hati dan mencermati apakah ada reaksi tertentu yang dialami buah hati. Rasa jeruk yang cenderung asam mungkin bisa jadi agak kurang ramah bagi kondisi lambung beberapa bayi. Bila hal ini sampai terjadi, jangan segan untuk mengurangi asupannya atau menggantinya dengan buah lain yang juga kayak vitamin C. Ibu juga tak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.

  1. Aprikot

Aprikot kaya akan fitoestrogen yang fungsi serta dampaknya mirip dengan hormon estrogen dalam tubuh. Fitoestrogen inilah yang membantu mengatur hormon penghasil susu sehingga produksinya lebih lancar. Selain vitamin C, aprikot juga kaya kandungan kalsium, potasium, dan vitamin A-nya.

Simak juga artikel berikut: 12 Cara Ampuh Memperbanyak ASI Secara Alami

  1. Pepaya hijau

Pepaya hijau merupakan sumber galactogogue, sebagai salah satu buah yang baik untuk ibu menyusui karena berjasa dalam meningkatkan produksi ASI. Untuk melunakkan tekstur buahnya yang belum sepenuhnya matang, Anda bisa merebusnya.

Akan tetapi bila sukar menemukan pepaya hijau, maka Anda bisa menggantinya dengan bayam atau wortel. Berdasarkan sebuah artikel yang diterbitkan Journal of Human Lactation pada tahun 2008 lalu, buah seperti ara serta kurma juga digadang-gadang mampu meningkatkan produksi susu.

  1. Blueberry

Yang menjadikan blueberry sangat istimewa sebagai buah untuk ibu menyusui adalah kandungan antioksidannya yang super. Dari sekian banyak buah, WebMD bahkan menobatkan blueberry sebagai buah dengan kandungan antioksidan paling potensial.

Saat dimakan oleh sang ibu, maka antioksidan yang terkandung dalam blueberry turut dikonsumsi oleh si bayi sehingga bisa menjaga buah hati agar tak mudah sakit. Demikian hasil pernyataan dari studi yang dimuat Journal of Health, Population and Nutrition beberapa waktu lalu.

  1. Strawberry

Satu lagi sumber vitamin C yang juga kaya kandungan airnya sehingga dapat membantu menghidrasi tubuh, yaitu strawberry. Meski dehidrasi tidak memengaruhi banyaknya ASI yang dihasilkan, namun ibu menyusui bisa sakit kepala bahkan pingsan bila sampai kurang cairan.

  1. Pisang

Pisang kaya akan potasium yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui. Potasium mampu menjaga cairan dan elektrolit dalam tubuh agar tetap seimbang. Menurut Baby Center, ibu hamil disarankan mendapatkan 5.100 mg potasium, sementara sebuah pisang berukuran medium bisa memuat 450 mg mineral tersebut. Namun jangan khawatir bagi yang kurang doyan pisang, Anda dapat memperoleh zat penting ini melalui kentang atau alpukat.

  1. Alpukat

Kandungan potasium dalam alpukat lebih unggul ketimbang pisang, maka buah ini juga merupakan buah yang baik untuk ibu menyusui. Menurut USDA, sebuah alpukat dapat menyuguhkan hingga 975 mg potasium. Selain itu, buah ini juga kaya protein dan asam amino yang berperan penting untuk membangun sel dalam tubuh bayi dan ibu.

  1. Sawo manila

Soal rasa, buah yang juga dikenal dengan istilah sapodilla ini tak mungkin mengecewakan. Menurut USDA, sawo manila memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi sehingga dapat menggantikan kalori yang hilang saat ibu sedang menyusui. Sebagai informasi saja, rata-rata ibu akan membakar sekitar 500 kalori setiap harinya saat menyusui. Selain itu, buah eksotis ini juga kayak serat sehingga membuat perut kenyang lebih lama dan menjauhkan ibu dari susah buang air besar.

  1. Melon Jingga

Buah yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah cantaloupe ini juga baik untuk ibu menyusui karena mengandung 50 gram vitamin C. Kandungan airnya yang juga tinggi dapat menjauhkan ibu menyusui dari dehidrasi.

Selain deretan buah di atas, buah yang baik untuk ibu menyusui lainnya adalah:

  1. Melon madu
  2. Mangga
  3. Grapefruit
  4. Peach
  5. Apel
  6. Pear
  7. Kiwi
  8. Jambu biji

Disamping buah ibu juga perlu mengonsumsi Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui lainnya.

Demikianlah kita sudah membahas beberapa nama buah yang baik untuk ibu menyusui. Selain sehat untuk bayi, sang ibu pasti juga diuntungkan kesehatannya bila rutin mengonsumsi buah-buahan tersebut.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer