5 Cara Terbaik Menyimpan ASI Perah Agar Gizinya Tetap Terjaga

Diperlukan cara menyimpan ASI perah dengan benar agar kandungan gizinya tetap terjaga. Hal ini penting, karena hanya ASI satu-satunya makanan yang paling baik untuk bayi. Bahkan susu formula termahal pun tidak bisa mengalahkannya.

Zaman memang sudah banyak berubah. Jika dulunya istri atau ibu kebanyakan selalu tinggal dalam rumah setelah menikah dan melahirkan anak, maka kini hal itu mungkin tak lagi banyak didapati.

cara menyimpan asi perah

Saat ini banyak istri atau ibu khususnya yang tinggal di kota besar, justru juga ikut bekerja dan mengejar karir sama seperti suaminya. Hal ini tentulah tidak salah, apalagi bila tuntutan akan pemenuhan kebutuhan hidup yang menjadi alasan utamanya.

Untuk itu, bagi Anda yang baru melahirkan beberapa waktu lalu, dan kini harus kembali ke kantor, maka Anda tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati.

Jika pulang-pergi kantor-rumah merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan, maka satu-satunya jalan keluar adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya agar dapat dihidangkan sewaktu-waktu pada si kecil di saat Anda tidak sedang berada di rumah.

Baca: 100 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Lantas, bagaimana cara terbaik menyimpan ASI yang sudah diperah agar kualitas dan gizinya tetap terjaga?

Cara Menyimpan ASI Perah

Berikut cara sehat menyimpan ASI perah agar gizinya tetap terjaga:

  • Pastikan wadahnya benar-benar bersih
  • Berikan label sebelum disimpan
  • Tak harus selalu di dalam kulkas
  • Perhatikan cara penyajiannya
  • Tetaplah rutin memerah ASI

Berikut penjelasan dari masing-masing poin di atas:

1. Pastikan wadahnya benar-benar bersih

Yang pasti dan paling utama adalah pastikan wadah benar-benar berada dalam keadaan steril dan bersih sebelum dipakai menampung ASI. Anda disarankan memilih botol berbahan plastik yang aman (memuat label BPA free) karena penggunaan botol berbahan gelas atau kaca bisa beresiko retak atau pecah. Tak hanya botolnya saja, kebersihan alat pompanya juga tetap perlu diperhatikan, begitu pula dengan tangan dan alat lain yang dipakai saat memompa dan menyimpan ASI.

2. Berikan label

Setelah selesai mengisi penuh sebuah botol, jangan lupa berikan label tanggal yang menginformasikan kapan ASI diperah. Dengan adanya label ini, Anda bisa tahu ASI mana yang harus dihabiskan terlebih dahulu, yakni yang tanggal proses perahnya paling lama.

3. Tak harus selalu di dalam kulkas

Untunglah menyimpan ASI perah tidak selalu harus memerlukan lemari es, jadi Anda yang belum memiliki kulkas baru tak perlu khawatir akan hal ini. Faktanya, air susu ibu yang baru diperah masih bisa bertahan pada suhu ruang (25’ C) hingga 6 jam lamanya. Bila temperatur udara lebih hangat dari itu, maka batasan waktunya tentu semakin berkurang, yaitu menjadi 4 jam saja.

Namun bila Anda harus pergi lebih lama dari itu, maka jangan segan menyimpannya dalam cool box yang diisi dengan banyak es batu. Dengan cara penyimpanan semacam ini, ASI perah dapat bertahan hingga 24 jam lamanya.

Akan tetapi kalau ibu sudah memiliki lemari pendingin, maka simpanlah ASI yang sudah diperah di bagian paling dalam karena sisi ini merupakan wilayah yang paling dingin dalam kulkas. Jauhkan lokasi penyimpanan ASI perah dari daging, telur, atau makanan mentah lainnya agar kualitasnya dapat tetap terjaga hingga 5 hari lamanya.

Jika ibu ingin ketahanan ASI perah lebih lama dari itu karena harus dinas ke luar negeri misalnya, maka simpan ASI segera setelah dipompa dalam freezer yang dapat mempertahankannya selama 2 minggu hingga 6 bulan lamanya (bila suhunya lebih rendah atau sama dengan -18’ C).

Meski demikian, lokasi penyimpanan ini harus menjadi alternatif terakhir mengingat proses pembekuan sedikit-banyak menghancurkan beberapa substansi dalam ASI yang berguna untuk melawan penyakit. Salah satu kandungan yang paling terkena dampak negatif penyimpanan ASI perah dalam lemari es adalah vitamin C. Semakin lama ASI perah disimpan, maka kian berkurang pula kadar vitamin C-nya. Namun jika dibandingkan dengan susu formula, ASI perah beku tetap lebih sehat.

4. Hal penting soal penyajiannya

Di samping cara menyimpan ASI yang tepat, kita juga harus memperhatikan cara penyajiannya serta menyikapi setiap perubahan pada ASI yang kita simpan.

Kalau saat hendak menyajikan ASI, Anda melihat tekstur susu pecah-pecah, maka jangan menganggap bahwa susu pasti rusak. Kondisi itu sebenarnya normal, Anda hanya perlu mengocoknya sebentar agar susu dapat tercampur lagi. Demikian pula dengan warna ASI yang mungkin berbeda dikarenakan semua itu tergantung dari pola makan Anda.

Untuk ASI perah yang dibekukan dalam freezer, ada baiknya tidak dicairkan langsung dalam suhu kamar, melainkan tetap letakkan dalam lemari es (di bagian luar freezer). Pada periode pencairan ini, ASI masih bisa bertahan hingga 12 jam lamanya sebelum disuguhkan.

Soal ASI perah beku yang sudah dicairkan, beberapa kalangan mempercayai bahwa membekukannya ulang bukanlah masalah besar karena susu masih tetap aman untuk dikonsumsi. Walau begitu, kebanyakan ahli menyarankan Anda untuk segera membuang ASI yang sudah kadung dicairkan bila itu tak terpakai hingga 24 jam berikutnya.

Sementara agar proses cair bisa berjalan sempurna, untuk ASI perah beku yang ingin disuguhkan keesokan harinya, keluarkan itu dari freezer dan pindahkan dalam rak lemari es semalam sebelumnya.

Namun kalau Anda lupa melakukannya dan menjadi buru-buru pada keesokan paginya, ingatlah untuk tidak mencairkan atau menghangatkan ASI perah dalam microwave atau kompor. Alasannya sederhana, proses pencairan dengan pemanasan secara cepat dapat mempengaruhi kualitas antibodi dalam susu.

Alternatif amannya adalah dengan menggunakan cara berikut, guyur botol di bawah air mengalir dengan suhu dingin lalu hangat, atau letakkan botolnya dalam wadah berisi air hangat. Setelah ASI cair, keringkan botolnya sebelum dibuka dan berikan pada buah hati sesegera mungkin.

Kalau si kecil suka minum ASI dalam keadaan dingin, maka Anda tak perlu memaksakan diri menghangatkannya lebih dulu. Sajikan itu sesuai selera bayi. Dan bila ia menolah meminum ASI yang sudah dicairkan, maka ini merupakan indikasi agar Anda memperpendek masa penyimpanan ASI perah.

5. Tetaplah rutin memerah ASI

Walau persediaan dalam lemari es mungkin dirasa telah cukup. Namun ketika sedang berada di rumah, ada baiknya Anda tetap rutin memerah ASI. Langkah ini akan membuat ASI tetap dapat diproduksi secara lancar. Jika Anda tidak rajin melakukannya, maka produksi ASI akan kian menurun.

Baca juga 12 Cara Ampuh Memperbanyak ASI Secara Alami

Itulah pedoman cara menyimpan ASI perah yang sehat sehingga kandungan zat gizi didalamnya tetap terjaga untuk kesehatan sang buah hati.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer