8 Jenis Pantangan Makanan Setelah Melahirkan, Apa Sajakah Itu?

Selamat atas kelahiran sang buah hati, kami berharap bunda dan Ananda diberi kesehatan. Salah satu cara agar selalu sehat yaitu menghindari pantangan makanan setelah melahirkan. Anda termasuk yang beruntung telah sampai di halaman ini, karena informasi ini akan sangat bermanfaat dalam mengiringi masa nifas.

Usai melahirkan, kebanyakan ibu pasti berharap dapat melakukan setidaknya 2 hal dalam hidupnya. Yang pertama adalah bisa menyusui buah hatinya selama mungkin, atau hingga ASI tak berproduksi lagi. Kedua, mengembalikan berat badannya agar bisa langsing seperti saat sebelum hamil dulu. Uniknya, kedua hal yang disebutkan ini sedikit-banyak berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi pasca melahirkan.

pantangan makanan setelah melahirkan

Untuk itu baca juga artikel berikut:

Bicara soal air susu ibu, dari masa ke masa pemberian ASI eksklusif memang terbukti lebih baik dan sehat untuk bayi baru lahir jika dibanding susu formula. Walau pada perkembangannya bobot dan ukuran tubuh anak yang minum ASI mungkin tidak sebesar bayi yang mengonsumsi susu formula, namun mereka terbukti jarang menderita sakit.

Ketika berada dalam tahap menyusui, sebenarnya hampir semua makanan aman untuk dikonsumsi oleh ibu setelah melahirkan. Namun karena apa yang ibu makan juga akan dikecap oleh buah hati melalui ASI, ada baiknya ibu menghindari atau meminimalisir konsumsi deretan makanan yang mau lewat berikut ini.

Pantangan Makanan Setelah Melahirkan

Berikut ini delapan daftar pantangan makanan setelah melahirkan atau masa nifas:

  1. Makanan pedas dan beraroma kuat
  2. Makanan berlemak tinggi
  3. Kafein dan alkohol
  4. Makanan yang mengandung gas dan asam
  5. Ikan
  6. Kacang-kacangan
  7. Gandum
  8. Obat-obatan tertentu

Baca lebih lanjut penjelasannya:

1 | Makanan Pedas dan Beraroma kuat

Sayangnya ibu menyusui yang doyan makanan pedas masih harus bersabar dan menahan diri bila ingin mengecap masakan favoritnya. Ya, setidaknya hal itu harus dilakukan hingga 6 bulan ke depan. Hal ini dikarenakan rasa pedas bisa merasuk masuk ke dalam usus dan pembuluh darah bayi yang kondisi saluran cernanya masih lemah. Tak hanya makanan pedas, masakan lain yang beraroma kuat karena tambahan kayu manis, bawang, bumbu kare, dan merica sebaiknya juga dihindari karena alasan serupa.

2 | Makanan berlemak tinggi

Pantangan makanan setelah melahirkan berikutnya yaitu makanan berminyak atau berlemak tinggi. Jenis makanan ini erat kaitannya dengan penambahan lemak dalam tubuh. Jadi makanan jenis ini sama sekali bukan pilihan bijak bagi ibu yang ingin menguruskan badannya pasca melahirkan. Gunakanlah sumber minyak yang sehat seperti minyak ikan, minyak dengan kandungan omeg 3 dan 6, serta minyak nabati.

3 | Kafein dan alkohol

Meski Anda sudah melahirkan, namun selalu ingat bahwa bayi tetaplah mengandalkan ASI sebagai asupan makanan utamanya. Oleh sebab itu, minimalkan asupan kafein, alkohol, serta nikotin, karena ketiganya dapat memicu diare, dehidrasi, dan kolik pada bayi. Selain itu, alkohol juga bisa menghambat produksi air susu ibu, sama halnya dengan parsley dan peppermint bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Akan tetapi bila ibu tak bisa hidup tanpa kopi atau teh, maka minum 1-2 cangkir per hari masih bisa ditoleransi. Namun tetaplah ingat bahwa terlalu banyak kafein bisa mengganggu kualitas tidur bayi atau bahkan membuatnya rewel.

4 | Makanan yang mengandung gas dan asam

Segala makanan yang memicu bertambahnya gas dan tingkat keasaman dalam tubuh juga tidak baik untuk si kecil. Oleh sebab itu, jauhi sumber karbohidrat kompleks seperti pasta atau pizza. Sayuran yang memicu gas dalam saluran cerna seperti bawang, kubis, brokoli, dan timun merupakan pantangan makanan setelah melahirkan yang juga harus diminimalisir konsumsinya.

Untuk produk susu, hindari keju bertekstur lunak serta es krim. Coklat yang memuat kafein juga perlu diamati dampak konsumsinya. Jika bayi menjadi rewel atau diare setelah Anda makan coklat, maka mungkin ini saatnya untuk mengeliminasinya dari lemari dapur. Dan yang paling penting adalah katakan tidak pada minuman berkarbonasi/ soft drinks.

Untuk buah, sementara ini jangan banyak-banyak mengonsumsi buah yang rasanya cenderung asam karena dapat mengiritasi saluran cerna buah hati, seperti jeruk, lemon, grapefruit, jeruk nipis, strawberry, kiwi, serta nanas. Jauhi pula buah yang memiliki dampak laksatif (pencahar) pada tubuh seperti ceri dan prune.

5 | Ikan Bermerkuri

Dalam melaksanakan saran ini, Anda tentu tak perlu puasa sehingga menolak makan ikan sama sekali. Anda hanya perlu selektif dalam memilih jenis ikannya karena beberapa ikan berpotensi tercemar oleh zat berbahaya seperti merkuri. Biasanya hal ini terjadi pada ikan-ikan besar karena berumur lama di dalam laut. Jika saat hamil dulu, Anda sudah membiasakan diri mengonsumsi jenis ikan tertentu, maka kini Anda tinggal meneruskan saja aturan makan ikan tersebut. Lebih lanjut silahkan baca: Pantangan Makanan Bagi Ibu Hamil

6 | Kacang-kacangan

Pantangan makanan setelah melahirkan yang satu ini tidak berlaku umum, melainkan hanya bagi mereka yang alergi. Bila ada anggota keluarga yang alergi kacang, maka ada baiknya Anda menghindari konsumsi kacang hingga buah hati selesai disapih. Komponen alergenik yang ada dalam kacang bisa diteruskan dengan mudah melalui air susu ibu. Namun bila Anda terlanjur mengonsumsi kacang, maka amati keadaan buah hati. Untuk bayi yang alergi kacang biasanya akan muncul gejala seperti timbul ruam, bintik merah, atau bengkak.

7 | Gandum

Rendahnya toleransi terhadap gluten bisa jadi alasan mengapa bayi rewel, sakit perut, bahkan mengalami pendarahan saat buang air besar. Bila ini terjadi pada buah hati, maka segera hentikan konsumsi makanan jenis gluten, dan gandum adalah salah satunya.

8 | Obat-obatan tertentu

Saat menyusui, ada baiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis obat yang hendak dikonsumsi. Ada baiknya selalu konsultasikan lebih dulu ke dokter bila Anda ingin minum obat tertentu. Sebab sama seperti makanan, obat yang diminum juga bisa ditransfer dengan mudah ke saluran pencernaan bayi melalui ASI. Jadi jangan sampai obat yang diminum berdampak buruk bagi si kecil.

Bahkan bila Anda ingin mencoba multivitamin baru atau hanya minum antasida biasa sekalipun, selalu minta persetujuan dari dokter terlebih dahulu. Lebih lanjut bisa dipelajari di sini: Daftar Obat yang Aman dan Tidak Aman untuk Ibu Menyusui

Cara mengetahui reaksi bayi terhadap apa yang Anda makan

Bayi bisa mengalami gejala alergi seperti eksim pada kulit, pusing, kongesti atau hidung tersumbat, hingga diare karena berbagai faktor. Selain karena tidak cocok dengan produk perawatan yang dipakai, ASI yang ia minum juga bisa jadi tersangkanya.

Jika ingin memastikan apakah alergi tersebut timbul karena makanan yang Anda konsumsi, maka catatlah selalu apa yang Anda makan. Apa yang ibu konsumsi dalam kurun waktu 2-6 jam sebelum menyusui, bisa jadi penentu apakah makanan itu baik atau justru menimbulkan masalah kesehatan untuk bayi.

Baca juga: Pantangan Makanan Ibu Menyusui

Ingatlah, bahwa daftar makanan di atas hanya mewakili beberapa pantangan makanan setelah melahirkan, jadi ibu harus memperhatikan setiap reaksi pada bayi setelah mengonsumsi makanan tertentu yang belum teruji sebelumnya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer