Mengenal Gejala Kanker Serviks Sejak Dini

Setiap wanita sangat dianjurkan untuk mengetahui sejak dini gejala kanker serviks, mengingat kanker yang satu ini termasuk jenis kanker yang frekuensinya tinggi dan mematikan. Dengan dengan mengetahui gejalanya sejak dini, maka akan memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik.

Kanker serviks merupakan pertumbuhan sel-sel serviks yang abnormal, artinya pertumbuhan sel-sel kanker tersebut tidak terkendali tidak seperti sel-sel normal dimana pembelahan dan kematian sel itu sudah teratur atau dengan kata lain kanker serviks adalah sel-sel ganas pada serviks.

Serviks dalam bahasa indonesia disebut leher rahim, merupakan bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak antara vagina dan rahim, disebut leher rahim karena memang gambarannya seperti leher dengan diibaratkan rahim sebagai kepala yang berada di atas serviks ini.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim membelah dan berkembang biak terlalu cepat sehingga menghasilkan benjolan (massa) jaringan yang dikenal sebagai tumor. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim yang tumbuh lebih cepat dari biasanya.

Terdapat dua jenis kanker serviks, penamaannya sesuai dengan jenis sel yang menjadi kanker, yaitu:

Setiap wanita sangat dianjurkan untuk mengetahui secara dini gejala kanker serviks, mengingat kanker yang satu ini termasuk jenis kanker yang frekuensinya tinggi dan mematikan, namun dengan mengetahui gejalanya secara dini akan memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik.

Kanker serviks merupakan pertumbuhan sel-sel serviks yang abnormal, artinya pertumbuhan sel-sel kanker tersebut tidak terkendali tidak seperti sel-sel normal dimana pembelahan dan kematian sel itu sudah teratur atau dengan kata lain kanker serviks adalah sel-sel ganas pada serviks.

Serviks dalam bahasa indonesia disebut leher rahim, merupakan bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak antara vagina dan rahim, disebut leher rahim karena memang gambarannya seperti leher dengan diibaratkan rahim sebagai kepala yang berada di atas serviks ini.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim membelah dan berkembang biak terlalu cepat sehingga menghasilkan benjolan (massa) jaringan yang dikenal sebagai tumor. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim yang tumbuh lebih cepat dari biasanya.

Terdapat dua jenis kanker serviks, penamaannya sesuai dengan jenis sel yang menjadi kanker, yaitu:

  •      Kanker sel skuamosa adalah jenis yang paling umum dari kanker serviks
  •      Adenokarsinoma frekuensi kejadian antara satu di 10 dan satu dari 20 kasus

 

Gejala Kanker Serviks perlu Anda waspadai

Pada stadium kanker yang sangat dini seringkali kanker serviks ini tidak menunjukkan gejala dan tanda apapun. Namun demikian, ada beberapa tanda dan gejala kanker serviks yang tidak boleh diabaikan dan membutuhkan perhatian anda segera.

Perdarahan abnormal
Normalnya, setiap wanita akan mengeluarkan darah dari saluran reproduksi kurang lebih sebulan sekali atau yang kita kenal dengan sebutan menstruasi atau haid. Jika terjadi perdarahan di luar jadwal atau siklus haid, maka setiap wanita harus waspada, karena bisa jadi itu merupakan gejala kanker serviks, dan pendarahan ini merupakan ciri-ciri kanker serviks yang paling umum. Selain itu suami-istri juga harus waspada ketika setelah berhubungan terjadi pendarahan atau terdapatnya darah yang menempel pada penis setelah berhubungan padahal istri tidak sedang menstruasi.

Gejala kanker serviks lainnya:

  • Perdarahan pasca-menopause, sedangkan Anda tidak sedang menjalani terapi penggantian hormon (HRT) atau menghentikannya selama enam minggu
  • keputihan yang tidak biasa dan / atau membuat tak nyaman.
  • ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan suami istri
  • nyeri punggung bawah

Seiring dengan perkembangan kanker serviks dapat menimbulkan gejala yang lebih lanjut, antara lain:

  •      Sering ingin buang air kecil
  •      Darah dalam urin
  •      Perdarahan rektum (perdarahan dari anus atau BAB berdarah)
  •      Diare
  •      Tidak dapat menahan kencing atau Buang air besar (tidak terkontrol)
  •      Pembengkakan kelenjar getah bening anggota gerak bagian bawah

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala kanker serviks di atas, segeralah periksa ke dokter.

Skrining Kanker Serviks

Walau demikian, tidak semua kanker serviks itu memiliki gejala seperti di atas, apalagi stadiumnya masih sangat dini, oleh karena pemeriksaan saringan (skrining) sangat penting untuk dilakukan.

Skrining ini dilakukan dengan cara memeriksa sel-sel pada serviks yang seringkali dilakukan dengan prosedur bernama Pap smear. Melalui pemeriksaan ini akan terlihat perubahan sel-sel serviks secara dini sebelum berkembang menjadi sel kanker.

Kapan Papsmear dilakukan? Berikut waktu atau jadwal skrining papsmear untuk kanker serviks yang dianjurkan:

  • Tiga tahun setelah berhubungan seksual pertama kali.
  • Jika hasil sebelumnya normal maka dianjurkan periksa ulang minimal setiap tiga tahun kemudian. Atau lebih baik setahun sekali.

Selain menggunakan pap smear, untuk melakukan skrining kanker serviks juga dapat menggunakan pemeriksaan yang lebih sederhana yaitu dengan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.

Ingat! pada tahap awal gejala kanker serviks seringkali tidak ada, oleh karena itu melakukan skrining adalah cara terbaik untuk deteksi dini kanker serviks.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer