Mengenal Gejala Menopause Pada Wanita

Setiap wanita yang sudah tidak lagi muda, akan mengalami yang namanya menopause. Secara harfiah menopause diartikan sebagai terhentinya menstruasi, namun di sisi lain terdapat pula gejala menopause lainnya yang sangat beragam dan tidak semua wanita mengetahuinya.

Gejala menopause memang tidak selalu membuat wanita sakit berat atau begitu terganggu karenanya, tapi sebagian lainnya merasakan gejala yang begitu berat bahkan telah dimulai sejak pra-menopause dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Suatu kondisi yang merupakan gejala menopause adalah hasil dari perubahan hormon reproduksi wanita, estrogen dan progesteron, di mana saat ini produksinya dalam keadaan menurun. Gejalanya pun akan bervariasi karena banyaknya pengaruh hormon tersebut terhadap tubuh wanita.

gejala menopause

Mungkin kita telah tahu, bahwa Estrogen berfungsi mengatur siklus menstruasi dan mempengaruhi sistem reproduksi, saluran kemih, jantung dan pembuluh darah, tulang, payudara, kulit, rambut, selaput lendir, otot panggul, dan otak. Akibatnya, wanita dapat mengalami gejala menopause yang mempengaruhi seluruh tubuh mereka.

Secara lengkap berikut Gejala Menopause yang perlu Kita ketahui:

Perubahan Siklus Menstruasi

Menstruasi menjadi tidak teratur seperti dulu. Hal ini ditandai dengan darah mens yang lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya. Durasi haid mungkin menjadi lebih pendek atau malah lebih panjang. Jadwalnya lebih cepat atau malah lebih lama sehingga telat menstruasi. Namun harus diperiksa kehamilan jika Anda telat haid. Jika Anda tidak hamil, maka tidak haid itu bisa menunjukkan terjadinya menopause.

Hot Flashes

Banyak wanita mengeluh hot flashes sebagai gejala menopause yang utama. Hot flashes ditandai dengan perasaan panas yang tiba-tiba muncul pada tubuh bagian atas atau di seluruh. Wajah dan leher mungkin berubah menjadi merah, dan mungkin merasa berkeringat atau memerah (Baca: keringat malam). Rasa panas biasanya berlangsung antara 30 detik sampai 10 menit bisa terasa ringan hingga berat sampai-sampai dapat membangunkan seseorang dari tidurnya.

Kekeringan dan Nyeri saat ‘Berhubungan’

Penurunan produksi estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi lapisan tipis air (mukosa) yang melapisi dinding kewanitaan. Wanita dapat mengalami kekeringan pada daerah itu pada usia berapa pun, tetapi merupakan masalah khusus bagi wanita menopause. Tanda-tandanya bisa berupa rasa gatal di sekitar vulva (area kewanitaan) serta menyengat atau terbakar. Kekeringan dapat membuat ‘hubungan’ menjadi begitu menyakitkan dan dapat menyebabkan pendarahan ringan.

Masalah Insomnia atau Tidur

Untuk kesehatan yang optimal, dokter menyarankan tujuh sampai delapan jam tidur setiap malam untuk orang dewasa. Tapi, selama menopause, hal ini akan sulit tercapai. Bisa karena susah untuk memulai tidur atau bangun terlalu awal.

Sering buang air kecil

Gejala menopause yang mungkin tidak disadari yaitu sebentar-sebentar merasa ingin buang air kecil dan mungkin disertai rasa nyeri saat buang air kecil walaupun kandung kemih belum penuh. Beberapa bahkan sering hilang kendali dalam berkemih, Hal ini karena selama menopause, jaringan dalam saluran kemih kehilangan elastisitasnya dan menipisnya lapisan. Otot-otot panggul sekitarnya juga dapat melemah.

Infeksi Saluran Kemih

Selama menopause, beberapa wanita lebih sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Kadar hormon yang menurun dan perubahan pada saluran kemih membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Jika hal ini terjadi, maka akan ditandai dengan rasa dorongan untuk terus-menerus buang air kecil atau sensasi terbakar ketika buang air kecil, Dokter mungkin akan menganjurkan tes urine dan memberikan antibiotik untuk mengatasi hal ini.

Libido menurun

Gejala menopause yang sering terjadi juga yaitu menurunnya libido atau ‘gairah’. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik akibat penurunan hormon estrogen.

Depresi dan mood swings

Perubahan produksi hormon juga mempengaruhi stabilitas mental wanita selama menopause. Mereka menjadi mudah marah, depresi, dan perubahan suasana hati. Sangat penting untuk diingat bahwa fluktuasi hormon ini mempengaruhi otak dan suasana perasaan.

Perubahan pada Kulit, rambut, dan jaringan lainnya

Salah satu Gejala menopause yang tidak dapat terelakkan yaitu hilangnya jaringan lemak dan kolagen yang akan membuat kulit menjadi kering dan tipis dan akan mempengaruhi elastisitasnya. Penurunan estrogen dapat menyebabkan rambut rontok atau menyebabkan rambut menjadi rapuh dan kering. Pastikan untuk menghindari perawatan rambut berbahan kimia keras, yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Jika saat ini Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas mungkin saja Anda telah memasuki masa meopause. konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan kepastian diagnosis dan terapi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer