Masa Nifas Normal Itu seperti Ini

Setelah melahirkan sang buah hati, maka ibu akan memasuki “masa nifas“. Ini merupakan masa dimana rahim dan organ reproduksi terkait memulihkan diri hingga mendekati seperti pada keadaan sebelum hamil. Pada artikel kali ini akan dijelaskan mengenai pengertian nifas, berapa lama masa nifas, dan proses yang terjadi pada masa nifas normal.

Pengertian Nifas

Dalam istilah medis nifas disebut sebagai puerperium. Nifas adalah periode waktu atau suatu masa yang terjadi setelah proses persalinan selesai yang diperlukan bagi organ reproduksi untuk kembali seperti pada keadaan sebelum hamil. Jadi nifas terjadi segera setelah persalinan selesai, dan berakhir setelah organ reproduksi mendekati keadan semula seperti sebelum hamil.

masa nifas normal

ilustrasi ibu memasuki masa nifas

Berapa lama masa nifas normal berlangsung?

Dalam agama Islam lama nifas normal diperkirakan berlangsung selama 40 hari. Sedangkan dalam medis lama masa nifas normal diperkirakan berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Sama dengan persalinan normal, ibu yang menjalani persalinan dengan cara operasi sesar juga mengalami masa nifas selama kurang lebih 40 hari. Hanya saja, proses kesembuhan organ reproduksi bagian dalam membutuhkan waktu yang lebih lama.

Proses yang Terjadai Selama Masa Nifas Normal

Masa nifas normal harus memberikan ciri perubahan yang dianggap normal. Perubahan yang normal dan harus terjadi tersebut antara lain :

1) Involusi

Involusi adalah perubahan berupa proses kembalinya organ reproduksi termasuk rahim dan jalan kelahiran setelah bayi dilahirkan hingga mencapai keadaan seperti sebelum hamil. Rahim akan mengecil secara alamiah, rahim yang tadinya mengembang dan melebar akibat adanya bayi di dalam rahim, akan kembali ke bentuk semula yaitu sebesar buah anggur. Pada saat ivolusi ini akan terjadi kontraksi pada rahim yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Jika hal ini tidak terjadi, maka bisa menunjukkan adanya tanda bahaya masa nifas.

2) Lochea

Lochea adalah darah nifas yaitu cairan yang dikeluarkan rahim melalui jalan lahir selama masa nifas.
Secara bertahap, darah nifas akan mengalami beberapa perubahan baik warna, bau dan kekentalannya, perubahan yang tergolong normal tersebut seperti ini:

  • Warna merah segar yang keluar hingga hari ketiga, terbentuk dari darah segar, jaringan sisa plasenta, sel dinding rahim, sel lemak janin, rambut janin (lanugo), dan kotoran janin.
  • Warna merah dan berlendir, biasanya berlangsung sekitar 1-2 minggu.
  • Warna kuning kecoklatan lalu merah muda, yang berisi serpihan jaringan, sel darah merah dan sel darah putih, serta sisa lendir mulut rahim. Biasanya berlangsung pada 2 minggu hingga 1 bulan setelah melahirkan.
  • Warna kekuningan lalu bening, yang berisi sedikit sel darah merah dan banyak sel darah putih, serpihan jaringan pelapis dinding rahim, kolesterol, lemak dan lendir. Biasanya berlangsung mulai dari minggu ke 4 sampai minggu ke 6. Bila cairan lokia sudah berwarna bening, tandanya masa nifas Anda berlangsung normal.

3) Laktasi

Laktasi adalah proses pembentukan dan pengeluaran ASI yang merupakan makanan pokok bagi bayi, makanan yang terbaik, makanan alamiah. Bagi ibu yang menyusui akan merasa dekat dengan anaknya, dan bagi si anak akan merasa puas dalam pelukan ibunya, nyaman, tentram, aman, hangat, akan kasih sayang, ibunya. Pada masa laktasi terjadi perubahan pada kelenjar payudara yang lebih bertambah besar, keluar cairan colostrum (ASI perdana) yang berwarna kuning / putih susu. Terjadi juga hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam susu ibu, dimana pembuluh darah vena melebar (berdilatasi) sehingga terlihat jelas.

Ketahui juga: Tanda-Tanda Bahaya Masa Nifas

Apabila ibu memiliki darah nifas yang masih keluar meski telah berlansung selama 40 hari, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada masalah. Karena keluarnya darah nifas lebih dari 40 hari dapat menandakan adanya masalah pada rahim dan organ reproduksi lainnya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer