Menyusui Saat Hamil, Amankah?

Secara umum menyusui saat hamil adalah boleh dan tidak masalah, alias aman untuk dilakukan, asalkan ibu tetap harus menjaga makanan yang baik dan bergizi serta banyak minum cairan.

Bahkan banyak ibu yang tidak hanya tetap menyusui saat hamil, tetapi juga melanjutkan pemberian ASI setelah melahirkan. Jadi kedua anak bayi nya diberi ASI bersamaan (bergantian tentunya), dan itu aman aman saja untuk dilakukan.

Mungkin sebagian ibu khawatir, jangan-jangan nutrisi tidak akan cukup memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin yang dikandung sementara tetap memberikan ASI yang cukup untuk sang kakak. Tetapi nyatanya tubuh kita sangat luar biasa dan tahu persis apa yang harus dilakukan, jadi jangan meng-khawatirkan hal ini. Apalagi memang selalu menjaga konsumsi Makanan sehat untuk ibu menyusui

Memang ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika menyusui saat hamil, yaitu dapat memicu kontraksi rahim yang ringan. Meskipun kontraksi ini tidak menjadi masalah selama kehamilan tanpa komplikasi, dokter mungkin melarang ibu menyusui saat hamil jika memiliki riwayat persalinan prematur atau mengalami nyeri atau perdarahan uterus.

Bebrapa hal berikut ini mungkin dapat terjadi ketika menyusui saat hamil, Namun semua ini adalah normal:

  • Puting dan payudara mungkin sedikit sakit selama kehamilan.
  • Jumlah produksi ASI mungkin berkurang.
  • Rasa ASI mungkin berbeda dari sebelumnya. Karena menjelang akhir kehamilan, produksi ASI dengan jenis kolostrum meningkat. (Kolostrum adalah cairan ASI tebal, kekuningan yang diproduksi saat hamil dan selama beberapa hari pertama setelah bayi lahir)
  • Beberapa ibu khawatir bahwa stimulasi puting selama menyusui akan menyebabkan persalinan prematur. Nyatanya stimulasi puting memicu produksi oksitosin, namun jumlah yang dilepaskan tidak cukup untuk merangsang persalinan dalam keadaan normal.

Jika ibu ingin melanjutkan menyusui saat hamil atau menyusui kedua anaknya ketika sudah melahirkan, maka sangat perlu dukungan tambahan dari orang yang dicintai misalnya suami atau orang terdekat lainnya. Juga berkonsultasi dengan dokter apakah perlu suplemen vitamin tambahan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer