Obat Batuk Pilek yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Di toko obat atau apotek banyak sekali tersedia obat batuk pilek atau flu, sampai saat ini obat apa sajakah yang sudah anda ketahui atau yang pernah Anda minum? Namun apakah obat batuk pilek tersebut Aman untuk ibu hamil dan menyusui? Mari kita pelajari.

Ibu hamil dan ibu menyusui juga tak luput dari penyakit batuk dan pilek, penyakit yang satu ini tentunya akan menimbulkan penderitaan juga bagi mereka sehingga juga memerlukan pengobatan yang efektif. Namun ibu hamil dan menyusui tidak boleh sembarangan minum obat seperti orang lain yang tidak sedang hamil atau menyusui, karena mereka memiliki janin yang dikandung dan bayi yang disusui yang akan terpengaruh terhadap apa yang ibu konsumsi termasuk obat-obatan. Oleh karena itu mereka membutuhkan obat batuk dan pilek yang Aman untuk Ibu hamil dan menyusui.

Sebelumnya mari kita pelajari terlebih dahulu obat batuk pilek yang sering digunakan yaitu berupa obat kombinasi yang biasanya mengandung :

  • Antihistamin – berfungsi untuk meringankan hidung gatal, bersin dan hidung meler. Contohnnya: brompheniramine, chlorpheniramine, Dexchlorpheniramine, diphenhydramine, Doksilamin, loratadiin, Pheniramine, Phenyltoloxamine, Pyrilamine, prometazin dan triprolidin
  • Dekongestan – berfungsi melegakan hidung tersumbat. Namun, memiliki efek meningkatkan tekanan darah. Contohnya ephedrine, fenilefrin, pseudoefedrin dan Phenilpropanolamin (PPA)
  • Antitusif – meringankan atau menekan reflek batuk sehingga cocok untuk batuk kering, beberapa antitusif mengandung narkotika. Contoh antitusif narkotika: kodein, dihydrocodeine, hydrocodone, dan hidromorfon. Contoh Antitusif non-narkotika: Carbetapentane, Caramiphen dan dekstrometorfan (DMP). Lebih lanjut Obat Batuk Kering
  • Ekspektoran – Mengencerkan dahak di paru-paru sehingga cocok untuk batuk berdahak. contohnya guaifenesin, amonium klorida, kalsium iodida , gliserol iodinasi , ipecac , kalium guaiacolsulfonate, kalium iodida , dan natrium sitrat. Lebih lanjut Obat Batuk Berdahak
  • Analgesik – meringankan rasa sakit dan nyeri yang mungkin terjadi saat flu. Contohnya acetaminophen (parasetamol), aspirin atau Salisilat lain seperti salisilamid dan sodium salisilat.

Obat Batuk Pilek (flu) yang Aman untuk Ibu hamil

Penggunaan sesekali obat kombinasi batuk / pilek tidak menyebabkan masalah pada janin atau bayi yang baru lahir. Namun, ketika obat ini digunakan pada dosis yang lebih tinggi dan / atau untuk waktu yang lama, maka kemungkinan terjadinya efek buruk dapat meningkat.

obat batuk ibu hamil

Berikut informasi keamanan obat batuk pilek atau flu untuk ibu hamil:

  • Acetaminophen atau parasetamol – Aman karena tidak terbukti mengakibatkan cacat lahir.
  • Antihistamin – Aman karena tidak terbukti dapat menyebabkan masalah pada manusia. Antihistamin generasi pertama aman untuk digunakan selama kehamilan.
  • Kafein – Aman. Studi pada manusia tidak menyebabkan cacat lahir. Namun, studi pada hewan telah menunjukkan bahwa kafein dapat menyebabkan cacat lahir jika diberikan dalam dosis yang sangat besar (setara dengan 12 sampai 24 cangkir kopi sehari).
  • Fenilefrin – Studi pada cacat lahir dengan phenylephrine belum dilakukan baik manusia atau hewan.
  • Pseudoefedrin – Boleh untuk waktu singkat. Studi mengenai cacat lahir dengan pseudoefedrin belum dilakukan pada manusia. Namun Pada hewan pseudoephedrine tidak menyebabkan cacat lahir tetapi menyebabkan penurunan berat badan rata-rata, panjang, dan laju pembentukan tulang pada janin hewan jika diberikan dalam dosis tinggi.
  • Iodida (misalnya, kalsium iodida dan gliserol iodinasi) – Tidak aman untuk ibu hamil. Iodida telah terbukti menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid pada janin dan mengakibatkan masalah pernapasan pada bayi baru lahir yang ibunya mengambil iodida dalam dosis besar untuk jangka waktu yang panjang.
  • Salisilat (misalnya, aspirin) – Sebaiknya Jangan. Studi cacat lahir pada manusia telah dilakukan dengan aspirin, tapi tidak dengan salisilamid atau natrium salisilat. Salisilat belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada manusia. Namun, salisilat telah terbukti menyebabkan cacat lahir pada hewan.
  • AlkoholTidak Aman. Terlalu banyak penggunaan alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir.
  • KodeinSebaiknya Jangan. Meskipun studi tentang cacat lahir dengan kodein belum dilakukan pada manusia, belum ada laporan codein menyebabkan cacat lahir pada manusia. Kodein belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan percobaan, tetapi menyebabkan efek yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu, biasa menggunakan narkotika selama kehamilan dapat menyebabkan bayi menjadi tergantung pada obat.
  • Dekstrometorfan – hanya direkomendasikan ketika manfaat melebihi risiko. Penelitian pada hewan telah menunjukkan bukti efek teratogenik (cacat lahir). Namun belum diteliti pada kehamilan manusia.

Obat Batuk Pilek (flu) yang Aman untuk Ibu Menyusui

obat batuk ibu menyusui

  • Acetaminophen (Parasetamol) – Aman. Belum ada laporan kalau obat ini menyebabkan masalah pada bayi.
  • Alkohol – Jumlah alkohol dalam dosis Obat batuk pilek yang dianjurkan biasanya tidak menyebabkan masalah pada bayi yang menyusu.
  • Antihistamin – Antihistamin masuk ke dalam ASI namun hanya sedikit. Oleh karena itu semua antihistamin dinyatakan aman untuk digunakan selama menyusui dan tidak akan menimbulkan efek buruk pada bayi yang disusui.
  • Kafein – Kafein dalam dosis yang dianjurkan biasanya tidak menyebabkan masalah pada bayi menyusui.
  • Dekongestan (misalnya efedrin, phenylephrine, pseudoephedrine) – Phenylephrine belum dilaporkan menyebabkan masalah pada bayi menyusui. Efedrin dan pseudoefedrin masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada bayi menyusui (bayi baru lahir dan terutama prematur). Efek pada bayi menyusui tidak diketahui. Namun, The American Academy of Pediatrics menganggap pseudoephedrine kompatibel (aman) pada ibu menyusui.
  • Iodida (misalnya, kalsium iodida dan gliserol iodinasi) – Tidak Aman. Obat ini masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan, seperti tiroid kurang aktif pada bayi.
  • Salisilat (misalnya, aspirin) – Salisilat masuk ke dalam ASI. Meskipun salisilat belum dilaporkan menyebabkan masalah pada bayi menyusui, namun efek buruk dapat terjadi jika dikonsumsi dalam dosis besar secara terus menerus.
  • Kodein dan obat batuk narkotika lainnya (misalnya, dihydrocodeine, hydrocodone, dan hydromorphone) – TIDAK AMAN
  • Dekstrometorfan – Tidak ada data bahwa obat ini diekskresi ke dalam ASI. Namun, penggunaan dekstrometorfan yang tidak mengandung alkohol mungkin aman untuk digunakan selama ibu menyusui.

Itulah informasi mengenai obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil dan menyusui yang perlu Anda tahu sebelum meminumnya, namunĀ  apabila Anda masih bingung sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer