Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil dan Mengatasinya

Banyak masalah kesehatan yang membuat ibu hamil merasa tak nyaman dan semakin memperburuk kondisi kehamilan, namun sejatinya setiap keluhan belum tentu membahayakan dan pasti ada solusinya, termasuk masalah kaki bengkak saat hamil.

Kehamilan merupakan anugrah yang luar biasa, dan kebahagiaan yang dirasakan pada masa kehamilan sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, namun ternyata masa kehamilan merupakan masa yang berat bagi sang ibu, dimana pada masa ini banyak terjadi perubahan pada tubuh ibu yang sebenarnya merupakan kondisi yang normal selama tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

kaki bengkak saat hamil

Pada ibu hamil, kaki bengkak saat hamil merupakan keluhan umum yang sering dirasakan. Sebanyak tiga perempat ibu hamil mengalami keluhan ini mulai dari derajat yang paling ringan hingga yang berat dan dapat mengganggu aktivitas. Keluhan kaki bengkak pada ibu hamil ini biasa terjadi di daerah sekitar telapak kaki hingga pergelangan kaki. Kaki bengkak ini biasanya bertambah berat pada saat cuaca panas atau pada saat sore hari, terutama apabila ibu hamil banyak berdiri atau duduk sepanjang hari. Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai penyebab kaki bengkak saat hamil dan cara mengatasinya

Apa Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil?

Pembengkakan yang terjadi pada kaki selama kehamilan merupakan sesuatu yang normal. Penyebab kaki bengkak pada ibu hamil adalah :

  • Pada saat hamil kaki menerima beban yang lebih berat daripada kondisi normal, dimana pada keadaan hamil tubuh ibu cenderung untuk mepertahankan cairan lebih banyak dari biasanya hingga melebihi sepertiga dari kondisi normal.
  • Selain itu kondisi rahim ibu yang semakin bertambah besar akan membuat cairan yang tertahan semakin menumpuk di bagian kaki akibat adanya hambatan pada aliran vena (pembuluh darah balik) di daerah kaki.

Pembengkakan yang terjadi pada kaki cenderung untuk bertambah berat ketika kehamilan memasuki trimester ketiga hingga menjelang kelahiran.

Baca juga: Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengatasi kaki bengkak saat hamil yaitu :

  • Menghindari posisi berdiri untuk jangka waktu yang lama. Pada saat kehamilan memasuki memasuki trimester ketiga, sangat dianjurkan untuk tidak berdiri yang lama apalagi hingga kaki terasa pegal karena kaki pegal menandakan bahwa aliran darah tidak lancar dan otot telah mengalami kelelahan.
  • Membiasakan posisi duduk dengan kaki yang lebih tinggi dari posisi jantung, karena posisi duduk seperti ini dapat membantu dalam melancarkan aliran darah di daerah kaki.
  • Membiasakan posisi tidur dengan menberikan ganjalan pada kaki mengguakan bantal sehingga posisi kaki lebih tinggi dari posisi kepala dan jantung.
  • Mengusahakan posisi tidur miring ke sisi kiri, karena posisi seperti tidur ini bisa mengurangi tekanan tubuh pada pembuluh darah balik yang posisinya berada pada tubuh bagian kanan.
  • Mengusahakan strectching atau peregangan sesering mungkin dengan melakukan gerakan – gerakan ringan seperti menggerakkan pergelangan kaki, dan melingkarkan atau menekukkan kaki agar aliran darah menjadi lancar sehingga bengkak dapat berkurang.
  • Mengusahakan olahraga teratur, karena olahraga bisa memperlancar peredaran darah dan meningkatkan kesehatan ibu hamil.
  • Mencoba berenang atau berdiri di kolam renang, karena daya apung air di dalam kolam dapat mengangkat bayi dalam rahim yang akan memperlancar aliran darah di kaki
  • Menggunakan kaos kaki dan alas kaki yang nyaman dan tidak kekecilan, agar kaki tidak teretekan dan aliran darah di kaki menjadi terhambat.
  • Menerapkan pola makan sehat, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan menghindari makanan asin. Ini sangat dianjurkan untuk mencegah sekaligus mengatasi kaki bengkak saat hamil.

Pada umumnya pembengkakan saat hamil terjadi di kaki dan pergelangan kaki sifatnya ringan dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun apabila bengkak juga muncul tiba – tiba di daerah wajah, sekitar mata dan tangan, hal ini bisa menjadi tanda dari kondisi medis ibu hamil yang lebih serius dan memerlukan pengobatan khusus maka segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer