Telat Haid 1-2 Minggu, Ini Penyebabnya!

Banyak wanita yang mengeluhkan terlambat haid, padahal sebelum-sebelumnya haid selalu normal setiap bulannya. Dan kegelisahan biasanya mulai muncul ketika telat haid 1 minggu hingga 2 minggu pertama. Banyak di antaranya berfikir apakah terjadi kehamilan? namun di antaranya sudah melakukan tes kehamilan namun hasilnya negatif, sebenarnya apa yang terjadi?

Perlu kita ketahui bahwa siklus menstruasi normal pada wanita rata-rata setiap 28 hari, meskipun ini dapat bervariasi. Di mana siklus yang terjadi setiap 24 hingga 35 hari masih dianggap sebagai siklus yang normal. Lamanya setiap periode menstruasi normalnya dua sampai tujuh hari.

Jika saat ini Anda mengalami telat haid 1 minggu atau 2 minggu, maka beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

Kehamilan

Ini adalah hal pertama yang kita curigai ketika wanita telat haid, cara mengetahui apakah ada kemungkinan hamil atau tidak sangatlah mudah, Anda dapat melakukannya sendiri di rumah dengan menggunakan tes kehamilan berupa tes pack yang banyak tersedia di pasaran.

Jika tes kehamilan yang dilakukan setelah telat haid 2 minggu menunjukkan hasil yang negatif, maka dapat dijamin hampir 80% bahwa bukan kehamilan penyebabnya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa implantasi sel telur yang dibuahi akan menyebabkan produksi hormon HCG. Hormon ini biasanya ada dalam aliran darah dan dapat dideteksi dalam waktu enam sampai dua belas hari setelah pembuahan.

Oleh karena itu, jika telat haid mununjukkan hasil tes kehamilan yang negatif, maka penyebabnya antara lain:

Stres

Pada wanita yang stress atau memiliki beban pikiran yang berat, itu dapat mempengaruhi siklus menstruasi termasuk telat haid. Ironisnya, jika Anda telah melakukan hubungan tanpa kontrasepsi dan khawatir tentang kemungkinan kehamilan, kekhawatiran atau stres ini dapat menghentikan siklus menstruasi dan membuat Anda berpikir Anda sedang hamil padahal mungkin saja tidak.

telat haid 1 minggu

Baru Menstrusai

Jika usia Anda saat ini pra-remaja atau remaja yang baru saja mulai menstruasi (menarche), maka sebuah kondisi yang normal jika menstruasi sering tidak teratur baik perupa telat haid ataupun haid yang lebih sering, dalam hal ini erat kaitannya dengan kesimbangan hormon yang belum baik.

Masalah Berat Badan

Jika tiba-tiba Anda kehilangan banyak berat badan baik melalui diet ketat ataupun masalah lainnya seperti anoreksia nervosa, maka ini dapat membuat menstruasi tak teratur bisa telat haid, bisa juga menjadi lebih sering.

Baca juga: Cara Sehat Menaikkan Berat Badan

Makanan sehat sangat diperlukan untuk siklus menstruasi yang sehat. Jika Anda sering makan junk food, ini juga bisa berdampak pada periode menstruasi, jadi pastikan untuk banyak makan buah segar, sayuran dan biji-bijian dalam menu sehari-hari.

Masalah Hormon Tiroid

Gangguan pada kelenjar tiroid akan mempengaruhi siklus menstruasi. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon dan triiodothyronine. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon ini dalam jumlah yang tepat untuk fungsi tubuh yang tepat. Kurangnya hormon menyebabkan banyak masalah lain termasuk terlambat haid. Gejala seperti keterlambatan menstruasi, perubahan frekuensi dan aliran menstruasi dan tidak adanya menstruasi semua bisa karena masalah tiroid.

Polycystic Ovarian Syndrome

Hormon reproduksi yang tidak seimbang dapat menunda menstruasi salah satu penyebabnya adalah sindrom ovarium polikistik. Wanita dengan sindrom ovarium polikistik tidak melepaskan telur matang dari ovarium. Telur ini membentuk kista kecil di ovarium. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kemandulan, tapi kabar baiknya penyakit ini dapat diobati.

Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi hormonal seperti KB suntik, pil KB, dan susuk dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh. Penyebab telat haid tersering adalah KB Suntik 3 bulan atau yang mengandung Depo-Provera. Disamping menimbulkan telat haid, di sisi lain, ada juga yang malah mengalami siklus yang lebih sering dan pendarahan yang lebih berat.

Semua jenis kontrasepsi hormonal di atas akan mempengaruhi siklus Anda. Jadi, menghindarinya dan memilih metode kontrasepsi lain adalah pilihan yang tepat jika Anda ingin memiliki siklus mens yang normal.

Baca: Tips kontrasepsi yang tepat

Usia 45-55 tahun

Wanita yang sudah mendekati masa menopause akan memiliki siklus mens yang tidak teratur, dan ini merupakan proses alamiah. Jadi curigai hal ini jika Anda mengalami telat haid 1 minggu atau 2 minggu atau lebih sedangkan usia Anda saat ini 45-45 tahun.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab Anda telat haid baik 1 minggu, 2 minggu, atau lebih. Jika Anda merasa tidak ada satupun penyebab di atas yang sesuai dengan kondisi Anda, dan Anda masih bertanya-tanya, maka konsultasi dengan dokter secara langsung adalah pilihan terbaik.

5 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer